Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Sektor Perhotelan Kena Dampak Kebijakan Efisiensi

Sektor Perhotelan Kena Dampak Kebijakan Efisiensi

Berita Utama Kamis, 27 Maret 2025 2:47 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto: kompas.com

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Industri perhotelan Indonesia tengah menghadapi ujian berat seiring penerapan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah yang berdampak signifikan pada sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Survei nasional terbaru yang digelar oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) bersama Horwath HTL mengungkap fakta-fakta mengkhawatirkan tentang kondisi sektor akomodasi di Tanah Air.

Survei yang melibatkan 726 responden dari 717 hotel berbintang di 30 provinsi ini menunjukkan bahwa lebih dari 50% pelaku usaha mengalami penurunan drastis pemesanan kamar dari instansi pemerintah. Sektor MICE yang selama ini menjadi penyangga utama pendapatan hotel (berkontribusi 35-60% terhadap total pendapatan) mengalami kontraksi hingga 40% di beberapa wilayah.

Advertisement

“Fasilitas pertemuan kami yang biasanya dipesan penuh kini sepi. Dari 15 ruang meeting, hanya 3-4 yang terpakai,” ujar salah satu responden dari hotel berbintang empat di Jakarta.

BACA JUGA:  Andreas Minta Indra Kenz Segera Kembali ke Lapas, Jika Mangkir Siap Dijemput Paksa

Data survei menunjukkan tren penurunan yang konsisten sejak akhir 2024:
– November 2024: 50% hotel melaporkan penurunan pendapatan >10% YoY
– Januari 2025: 30% hotel mengalami penurunan pendapatan >40% YoY
– Proyeksi 2025: 56% hotel memperkirakan penurunan pendapatan tahunan 10-30%

Kondisi ini diperparah dengan rendahnya kemampuan hotel untuk menaikkan tarif kamar di tengah melemahnya permintaan.

Krisis di industri perhotelan telah memicu gelombang dampak ke sektor terkait:
1. Ketenagakerjaan: 88% hotel berencana melakukan PHK dalam 3 bulan ke depan
2. Sektor Keuangan: 58% hotel berisiko gagal bayar kredit bank
3. Rantai Pasok: 71% pemasok F&B melaporkan penurunan pesanan hingga 50%
4. Penerimaan Negara: 78% hotel memperkirakan target pajak tidak tercapai

BACA JUGA:  PDIP Pecat Achmad Hidayat, Habis Kunjungan ke Jokowi, Ganjar pun Komentar

Mayoritas responden (83%) memprediksi dampak negatif akan meluas ke sektor pariwisata secara keseluruhan, khususnya di daerah yang menggantungkan 60-70% ekonominya pada pariwisata seperti Bali, Yogyakarta, dan Lombok.

“Kami membutuhkan intervensi cepat dari pemerintah. Tanpa stimulus khusus, diperkirakan 25% hotel kecil-menengah akan tutup dalam 6 bulan ke depan,” tegas Ketua PHRI dalam konferensi pers.

Ekonom Pariwisata dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. Ahmad Faisal, menjelaskan: “Industri perhotelan kita sangat bergantung pada tiga pilar: bisnis korporat, kegiatan pemerintah, dan wisatawan mancanegara. Ketika dua pilar utama kolaps secara bersamaan, dampaknya akan sistemik.”

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version