Advertisement
GazanaPublika.com, Jakarta — DPP PDI Perjuangan (PDIP) memecat Achmad Hidayat dari keanggotaan partai. Keputusan tersebut ditetapkan melalui SK Nomor 105/KPTS/DPP/2026 tertanggal 4 September 2026, setelah kader DPC PDIP Surabaya itu diketahui mengunjungi kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo dan menyuarakan usulan agar status keanggotaan Jokowi di PDIP direhabilitasi.
Achmad Hidayat membenarkan dirinya telah menerima surat keputusan pemecatan tersebut. Ia mengaku menerima SK itu pada Rabu (9/9/2026).
Advertisement
‘Betul. Saya ke rumah Jokowi itu kurang lebih bulan Juli, hanya silaturahmi, lalu saya posting di Instagram. Tidak lama setelah itu, bulan Agustus ada usulan pemecatan dari DPC Kota Surabaya ke DPP, sehingga saya dipanggil,’ ujar Hidayat, Senin (14/9/2026).
Hidayat mengatakan kunjungannya ke rumah Jokowi dilakukan atas inisiatif pribadi. Ia juga menegaskan dirinya tidak mengenakan atribut partai ketika melakukan pertemuan tersebut.
Dalam pertemuan itu, Hidayat menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya keharmonisan hubungan antartokoh senior PDIP. Ia juga menyampaikan aspirasi agar status keanggotaan Jokowi di partai dapat dipulihkan.
Menurut Hidayat, Jokowi sempat merespons persoalan hubungan politik dan personal yang berkembang. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi disebut menyampaikan bahwa dirinya secara pribadi tidak memiliki persoalan dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Jokowi, menurut Hidayat, meyakini hubungan personal dengan Megawati tetap baik dan keduanya pada waktunya dapat kembali bertemu.
Pernyataan tersebut kemudian mendapat perhatian dari jajaran DPP PDIP. Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo meminta kader maupun elite partai mampu menempatkan persoalan politik organisasi dan hubungan personal secara proporsional.
‘Saya kira kita semua bisa menempatkan diri mana urusan politik, mana urusan personal,’ kata Ganjar.
Ganjar juga mengingatkan bahwa partai dan para elite politik seharusnya lebih banyak mencurahkan perhatian pada persoalan strategis yang dihadapi bangsa.
Menurut dia, dinamika politik nasional perlu diarahkan pada isu yang lebih besar, termasuk menghadapi gejolak geopolitik global serta mencari langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pemecatan Achmad Hidayat tersebut menjadi konsekuensi dari dinamika internal partai setelah kunjungannya ke kediaman Jokowi dan pernyataannya mengenai upaya memperbaiki hubungan antartokoh senior PDIP.
Advertisement
