Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Dibentur Tarif Trump, Indonesia akan Ekspor ke Eropa dan Australia

Dibentur Tarif Trump, Indonesia akan Ekspor ke Eropa dan Australia

Berita Utama Sabtu, 19 April 2025 4:25 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com,Jakarta – Pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan ekspor ke Amerika Serikat (AS), menyusul kebijakan tarif perdagangan tinggi yang diberlakukan pemerintahan Presiden Donald Trump. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan mengalihkan sebagian besar ekspor nasional ke kawasan Eropa dan Australia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa diversifikasi pasar ekspor menjadi langkah penting untuk meredam dampak kebijakan proteksionis dari Negeri Paman Sam. Ia menyebutkan bahwa ekspor Indonesia ke AS saat ini mencapai sekitar 10 persen dari total ekspor nasional, sehingga perlu segera dibuka alternatif pasar baru.

Advertisement

“Kita sedang mengupayakan perluasan pasar ke sejumlah negara mitra, termasuk Uni Eropa. Ini adalah upaya kita untuk menjaga stabilitas ekspor di tengah ketidakpastian akibat tarif baru dari AS,” ujar Airlangga dalam konferensi pers daring dari Amerika Serikat, Jumat (18/4/2025) pagi WIB.

BACA JUGA:  Terbaru: Enam Orang Tewas dalam Insiden KMP Virgo Transport 8, 129 Masih Hilang

Sebagai bagian dari strategi ini, pemerintah mempercepat finalisasi perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Eropa (IEU CEPA). Diharapkan perjanjian ini dapat memperkuat akses produk Indonesia di pasar Eropa, sekaligus menjadi penopang baru ekspor nasional.

Tak hanya Eropa, pemerintah juga mengarahkan ekspansi perdagangan ke kawasan lain seperti Meksiko, Australia, serta negara-negara di Amerika Latin. Menurut Airlangga, Australia bahkan telah menyatakan komitmennya untuk meningkatkan pembelian produk-produk Indonesia.

“Kami sudah berdiskusi dengan Menteri Perdagangan Australia, dan mereka siap memperbesar volume impor dari Indonesia. Ini sinyal positif yang perlu segera kita tindak lanjuti,” tambahnya.

Langkah ini muncul sebagai respons terhadap kebijakan tarif perdagangan AS yang belakangan semakin membebani ekspor Indonesia. Di bawah pemerintahan Trump, AS telah menetapkan tarif tambahan sebesar 32 persen terhadap produk asal Indonesia. Ini belum termasuk tarif dasar sebesar 10 persen dan tarif lainnya yang sebelumnya telah diterapkan.

BACA JUGA:  Saldi Isra Cecar KPU soal Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran: Kenapa Tak Datang ke Diknas?

Meski Presiden Trump sempat menangguhkan pemberlakuan tarif tersebut selama 90 hari, Airlangga menegaskan bahwa jika tidak ada revisi kebijakan dari pihak AS, total beban tarif terhadap produk Indonesia bisa mencapai 47 persen.

“Ini tentu sangat merugikan. Maka dari itu, perlu langkah cepat dan konkret untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap pasar AS,” jelasnya.

Dengan berbagai inisiatif perluasan pasar ini, pemerintah berharap dapat menjaga stabilitas ekspor nasional sekaligus membuka peluang baru bagi produk Indonesia di pasar global yang lebih beragam. Diversifikasi pasar dipandang sebagai kunci ketahanan ekonomi nasional di tengah fluktuasi kebijakan dagang internasional.

Advertisement

Donald Trump Indonesia Trump
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Internasional

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Berita Utama

Prabowo Gelar Rapat Khusus Karhutla, Dudung Laporkan Penanganan di Sejumlah Daerah

Berita Utama

Bobby Nasution Tanggapi Putusan MK Soal Ijazah SMA Gibran: Setahu Saya Sarjana

BERITA TERBARU

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Lari dari Proses Hukum, Kakak Ipar Pemerkosa Adik di Binuang Serang Jadi Buronan Polisi

Dua Polisi Gadungan di Malingping Culik dan Siksa Warga, Uang Jutaan Rupiah Turut Dirampas

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version