Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Rochdale Institut dan Lima Kopdes Kabupaten Bandung Sepakati Pembentukan ‘Koperasi Merah Putih’

Rochdale Institut dan Lima Kopdes Kabupaten Bandung Sepakati Pembentukan ‘Koperasi Merah Putih’

Daerah Sabtu, 21 Juni 2025 21:45 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com,   Bandung — Gerakan penguatan koperasi desa di Indonesia mendapat energi baru. Rochdale Institut, lembaga pendampingan koperasi yang digagas oleh Forum Aktivis Koperasi Indonesia (FAKI), resmi menjalin kemitraan strategis dengan lima Koperasi Desa (Kopdes) dari wilayah Kabupaten Bandung. Kolaborasi ini ditandai dengan pertemuan bertema “Sinergi Koperasi Merah Putih” yang digelar di De Henz by heny’s Coffee & Eatery, Soreang, pada Sabtu, 20 Juni.

Lima koperasi yang tergabung dalam sinergi ini berasal dari Desa Tanjungwangi (Kecamatan Cicalengka), Pacet (Kecamatan Pacet), Margamulya (Kecamatan Pangalengan), Panyocokan (Kecamatan Ciwidey), dan Pamekaran (Kecamatan Soreang). Dalam forum tersebut, mereka menyepakati pembentukan wadah bersama bernama Koperasi Merah Putih sebagai inisiatif percontohan koperasi desa modern yang berbasis potensi lokal dan dikelola dengan prinsip transparansi digital.

Advertisement

Kesepakatan yang dicapai meliputi penguatan sinergi antar-Kopdes untuk menjadikan koperasi sebagai motor peningkatan kesejahteraan anggota, peningkatan kapasitas melalui edukasi jatidiri koperasi bagi pengurus dan anggota, serta pendampingan berbasis potensi wilayah seperti pengembangan kopi di Pacet, hortikultura di Tanjungwangi, olahan susu di Pangalengan, agrowisata di Ciwidey, dan pemberdayaan UMKM di Soreang.

BACA JUGA:  Cimenyan Harus Menjadi Kawasan Konservasi, Bukan Korban Perluasan Kota

Selain itu, disepakati pula penyusunan rencana bisnis terpadu agar koperasi desa siap mengakses pembiayaan dan investasi, serta penguatan sistem administrasi dan akuntansi koperasi berbasis teknologi digital yang transparan dan akuntabel.

“Kami ingin membangun fondasi koperasi yang kokoh sebelum regulasi teknis turun dari kementerian, terutama terkait plafon pembiayaan. Begitu aturannya terbit, Kopdes sudah siap tancap gas,” ujar Pantun Angin, Direktur Rochdale Institut, dalam sambutannya.

Rochdale Institut juga telah menyusun agenda pendampingan yang akan dilaksanakan secara bertahap mulai Juli hingga Oktober 2025. Program akan dimulai dengan Workshop Jatidiri Koperasi di Desa Tanjungwangi untuk memperkuat nilai-nilai dasar koperasi.

BACA JUGA:  PSI Garut Gelar Cukur Rambut Gratis, Kolaborasi dengan Seniman Pangkas ASGAR Indonesia

Pada Agustus, akan dilakukan audit potensi ekonomi di Pacet dan Margamulya untuk memetakan peluang usaha lokal. Bulan September dijadwalkan sebagai masa finalisasi rencana bisnis di Panyocokan guna menarik investor potensial. Sebagai penutup, pada Oktober pengurus Kopdes Pamekaran dan Soreang akan mengikuti pelatihan akuntansi digital untuk memperkuat sistem tata kelola keuangan.

Pantun Angin menegaskan bahwa koperasi desa harus bertransformasi dari sekadar paguyuban simpan-pinjam menjadi badan usaha yang produktif. Ia menekankan pentingnya membangun unit usaha nyata seperti pengolahan hasil pertanian (agro-processing), gerai ritel desa, hingga platform pemasaran berbasis digital.

Inisiatif Koperasi Merah Putih ini diharapkan dapat menjadi model nasional bagi pengembangan koperasi desa yang adaptif, modern, dan berdampak nyata pada peningkatan kesejahteraan anggota serta penguatan ekonomi kerakyatan di tingkat akar rumput.

Advertisement

Bandung
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Daerah

Bau Busuk Tercium di Stasiun LRT Pancoran, Polisi Selidiki Dugaan Penemuan Jenazah

Daerah

Gempa M 4,3 Guncang Cianjur, Getarannya Terasa hingga Jakarta

Daerah

Stasiun Karet Resmi Ditutup, Penumpang KRL Mulai Dialihkan ke BNI City

Daerah

Jembatan Gantung di Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Puluhan Orang Terjatuh

BERITA TERBARU

Gerakan 9 Bersama AMPP Gelar Aksi, Soroti Dugaan Buruknya Kualitas Jalan Program Bang Andra di Lebak Selatan

Kasus Uun Berujung Restorative Justice, Ada Apa?

Haidar Widodo Ingatkan RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Pisau Bermata Dua

Ahok Khawatir UU Perampasan Aset Disalahgunakan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.