Advertisement
JAKARTA, GAZANAPUBLIKA.COM – Publik tidak boleh berasumsi sepihak, setiap organisasi masyarakat bercorak tertentu disangka sebagai perkumpulan Preman. Lalu keberadaan organisasi tersebut dihubungkan premanisme.
Demikian ungkap Johnson, Pembina Grib Jaya Ranting Tegal Alur dalam satu obrolan dengan wartawan Gazana, semalam di Markas Grib, Tegal Alur (12/12/2023).
Advertisement
“Tidak boleh seperti itu. Kami bukan preman. Kami warga negara yang baik dan taat hukum,” kata Johnson menyanggah pertanyaan wartawan Gazana Publika, di Markasnya, Tegal Alur.
Bahkan sebagai bentuk organisasi yang aktif dalam partisipasi politik, menjelang Pemilu 2024, anggota Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) diberikan kebebasan memilih, mencakup dukungan kepada calon legislatif dari berbagai partai politik. Namun, terkait Pilpres, mereka sepakat untuk mendukung pasangan Capres-Cawapres nomor dua, yakni Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
“Kami memiliki kebebasan untuk memberikan dukungan politik kepada siapa pun, dari partai manapun, kecuali untuk Pilpres di mana kami memiliki satu komitmen kuat untuk mendukung Prabowo Subianto dan Gibran,” ungkap Johnson, salah satu anggota GRIB, saat diwawancarai oleh GazanaPublika.com di markas mereka di Tegal Alur.
Selain fokus pada dukungan Pilpres, GRIB Tegal Alur, di Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, juga turut membantu dalam menggalang dukungan untuk Calon Legislatif Iis Sugianto untuk mencalonkan diri sebagai Anggota DPRD DKI Jakarta.
“Saya pkir sah-sah saja, walau pun lelihatannya ini aneh. Tidak harus linier. Cara seperti ini pun (pilihah Pilpres dan Caleg berbeda, red) bagian demokrasi. Hak warga negara,” ungkap Johnson yang juga Pembina Grib Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.
Menurut Johnson, Grib Jaya, yang berkiprah sebagai organisasi masyarakat, memiliki tujuan utama untuk melakukan pembinaan terhadap masyarakat dalam berbagai kegiatan guna mewujudkan cita-cita bangsa dan negara. Menurut Johnson, tujuan Grib untuk memakmurkan dan mencapai kesejahteraan yang adil, berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar.
Dalam usia yang masih belia, tepatnya 4 bulan, Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Tegal Alur ini, telah berupaya membangun hubungan baik dengan berbagai tokoh masyarakat dari berbagai ormas, pemuka masyarakat dari berbagai suku dan agama.
Mereka juga berencana melakukan silaturahmi dengan tokoh dan pemuka masyarakat di daerah Tegal Alur, ungkap Johnson, salah satu anggota GRIB.
“Kami bukan organisasi Preman. Ketua Kami, mantan DKM Mesjid di sini. Apalagi kalau dituduh akan bergerak yang enggak-enggak, kami tidak terima. Ormas kami tidak ada niat meminta setoran dari pabrik-pabrik disini. Tidak. Bagi kami, tindakan seperti itu diharamkan dan sudah menjadi komitmen dari seluruh pendiri GRIB Tegal Alur. Sebaliknya, kami akan memberikan teguran dan sanksi kepada anggota yang terlibat dalam praktik semacam itu,” tegas Jonson.
Grib Tegal Alur bersinergi dengan kegiatan keagamaan dalam memperkuat iman anggota, pembinaan rohani menjadi hal yang sangat penting. Bahkan dalam waktu dekat, sebagai wujud toleransi beragama, Grib berencana untuk melaksanakan penjagaan malam Natal di gereja terdekat dengan posko mereka.
“Kita akan menurunkan Satgas untuk menjaga Gereja di malam Natal,” ungkap Johnson.
Moto Grib, “Saudara Tidak Harus Sedarah,” dan mereka berupaya membuktikan bahwa mereka sangat toleran dan mendukung prinsip kebhinekaan, yang menjadi semboyan bangsa Indonesia.
“Dalam hal ini, peran Ketua Kami sangat penting, intinya kami adalah bukan ormas preman,” tambah Johnson, menegaskan komitmen GRIB dalam menjaga kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat.(Red)
Advertisement
