Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Ngopi Tani: Merawat Bumi Lewat Budaya dan Kearifan Lokal

Ngopi Tani: Merawat Bumi Lewat Budaya dan Kearifan Lokal

Daerah Senin, 4 Agustus 2025 15:20 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Cianjur — Di tengah gemuruh tantangan dunia pertanian modern, sekelompok warga tani dan pelaku budaya Cianjur berkumpul dalam suasana hangat dan penuh makna dalam kegiatan bertajuk ‘Ngopi Tani’ — singkatan dari Ngobrol Jeung Pikiran Warga Tani, sebuah silaturahmi bernuansa adat dan agrikultur yang digelar di Kedai Kebon Djati, Villa Pesona Cianjur, Minggu pagi.

Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara petani dari delapan kecamatan di Cianjur—mulai dari Cianjur Kota, Sukaluyu, Haurwangi, Cikalong, Cilaku, Sindangbarang, Agrabinta, hingga Pagelaran—untuk saling berbagi cerita, gagasan, dan harapan tentang masa depan pertanian lokal. Sekitar 30 peserta hadir dalam suasana yang dibuka dengan tembang buhun mamaos Cianjuran, membangun suasana yang sakral dan reflektif.

Advertisement

Acara ini diselenggarakan oleh Padepokan Tjakra Poetra Padjadjaran sebagai bagian dari implementasi Cianjuran IntegraTED Farming—sebuah sistem pertanian berkelanjutan yang menggabungkan unsur kearifan lokal, seni tradisional, serta inovasi pertanian ramah lingkungan.
Dalam sesi diskusi, berbagai keluh kesah petani mengemuka: mulai dari kelangkaan dan mahalnya benih unggulan, minimnya alat pascapanen, hingga ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida kimia yang dirasa kurang produktif. Sebagai tanggapan, para narasumber memberikan pembekalan dan motivasi seputar pentingnya kembali pada akar budaya pertanian tradisional, seperti padi huma (gogo) dan sistem tumpang sari berbasis organik, yang terbukti lebih tahan krisis dan ramah lingkungan.

BACA JUGA:  Bupati Kaur Soroti Putusan Praperadilan Kasus Pencabulan Anak, Tegaskan Hukum dan Adat Harus Lindungi Korban

Menurut sesepuh Padepokan, Tedi Subarkah Kartaatmadja, keberhasilan program ketahanan pangan hanya bisa dicapai melalui sinergi berbagai unsur masyarakat:

“Sinergitas dan kreativitas berbagai komponen dalam mengantisipasi serta mengatasi masalah pertanian sangat diperlukan, sebab majunya program ketahanan pangan adalah dengan terwujudnya pembangunan sistem pertanian yang masif, cerdas, dan berkelanjutan—dan tentunya harus terintegrasi,” ujar Tedi, Villa Pesona Cianjur, Minggu (3/8/2025).

Ia juga menegaskan bahwa Cianjur, yang selama ini dikenal sebagai lumbung beras unggulan Jawa Barat, perlu menunjukkan keseriusan dalam membenahi sistem pertanian, bukan hanya dalam aspek teknis, tetapi juga dalam keberpihakan terhadap nasib warganya.

Meski banyak tantangan, warga Padepokan tetap setia menjalani kehidupan sebagai petani, mengolah lahan dengan semangat mandiri, kreatif, dan selaras dengan nilai-nilai adat leluhur. Dalam kegiatan ini, mereka juga mendapat dukungan nyata berupa pembagian bibit unggul seperti padi gogo, kacang ungu khas padepokan, kacang hijau, pare hutan, cabe tanjung, hingga suweg dan lampeni.

BACA JUGA:  BPKP Bongkar Borok Program GASLAH: Anggaran APBD Cair Tanpa Payung Hukum, Ketua Umum BPKP Sebut 'Kebijakan Prematur'

Kegiatan Ngopi Tani ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Direktur Perbenihan dan Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Dr. Stepi Anriani, selaku Direktur Eksekutif INSS, Persaudaraan Tani Huma Cianjur, dan komunitas Coklat Kita Cianjur.

Di akhir acara, peserta berharap Ngopi Tani bisa digelar secara bergilir (roadshow) ke berbagai wilayah basis pertanian tradisional di Cianjur, dengan fokus pada pelatihan pembuatan pupuk organik lokal, pemuliaan benih, dan penerapan sistem tanam berbasis budaya Sunda.

Kegiatan ini bukan hanya pertemuan biasa, melainkan sebuah gerakan sunyi yang menyuarakan harapan: bahwa masa depan pertanian tak harus tunduk pada industri besar, tapi bisa tumbuh dari semangat gotong royong, akar budaya, dan cinta tanah sendiri.

Advertisement

Budaya
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Daerah

Gerakan Ayah Mengantar Anak Hari Pertama Sekolah Mendapat Dukungan Resmi di Berbagai Daerah

Daerah

Wacana Perubahan Nama Jawa Barat Dinilai Berpotensi Mengotakkan Identitas Budaya Sunda

Daerah

FPN Bandung Raya Gelar Donor Darah, Wujud Peduli Kemanusiaan untuk Palestina

Daerah

Padepokan Tjakra Poetra Padjadjaran Gelar Diskusi Terbuka Mengusung Tema ‘Nasionalisme di Jaman Kita’

BERITA TERBARU

Keluhan Mitra Dapur Program Makan Bergizi Gratis Soal Keracunan

Tuai Kecaman, Trump Ancam Terapkan Tarif Kargo Selat Hormuz

Rumah Anggota BPK Digeledah KPK

Sinergi Penegak Hukum: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Sambangi Kejagung, Tekankan Hilangnya Rivalitas

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

Melirik Dukungan Pusat untuk Perkebunan Jawa Barat

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.