Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Balita Sukabumi Meninggal Dunia dengan Kondisi Tubuh Dipenuhi Cacing

Balita Sukabumi Meninggal Dunia dengan Kondisi Tubuh Dipenuhi Cacing

Daerah Rabu, 20 Agustus 2025 20:49 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Sukabumi — Peristiwa tragis menimpa seorang balita perempuan berinisial R (3), warga Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. Ia meninggal dunia setelah sempat dirawat intensif di RSUD R. Syamsudin, SH Kota Sukabumi. Kasus ini menyedot perhatian publik lantaran kondisi tubuh sang balita ditemukan dipenuhi cacing saat diperiksa tim medis.

R dilarikan ke instalasi gawat darurat RSUD pada 13 Juli 2025 sekitar pukul 20.00 WIB. Menurut pihak rumah sakit, pasien datang dalam keadaan tidak sadarkan diri sejak sehari sebelumnya.

Advertisement

“Saat tiba di IGD, kondisi pasien sudah sangat lemah dan tidak responsif. Kami berupaya melakukan pemeriksaan dan penanganan darurat,” ujar dr. Dedi Supriatna, dokter jaga RSUD Syamsudin, Rabu (20/8/2025), dilansir dari CNNIndonesia.com.

Tim medis sempat kebingungan mencari penyebab pasti penurunan kesadaran R. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan fakta mengejutkan: tubuh pasien dipenuhi cacing dalam jumlah besar.

BACA JUGA:  Pelayanan PDAM TJM Cabang Parungkuda Dipuji Pelanggan

“Kami mendapati adanya infestasi parasit yang cukup masif, sehingga kondisi pasien semakin kritis,” tambah Dedi.

Sayangnya, meski telah diberikan penanganan medis, nyawa R tak tertolong. Balita tersebut dinyatakan meninggal dunia tak lama setelah menjalani perawatan intensif.

Kasus ini turut ditanggapi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi. Kepala Dinkes Sukabumi, drg. Dian Nurhayati, menegaskan bahwa kejadian ini menjadi alarm serius mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan sanitasi di lingkungan masyarakat.

“Infeksi cacingan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama pada anak-anak di pedesaan dengan akses sanitasi terbatas. Cacing bisa masuk melalui makanan yang tidak higienis atau air yang terkontaminasi,” kata Dian.

Ia menjelaskan, gejala cacingan sering kali dianggap sepele, padahal dapat menimbulkan komplikasi serius. “Anak bisa mengalami kekurangan gizi, anemia, bahkan gangguan organ dalam bila infeksi sudah parah,” tambahnya.

BACA JUGA:  Student Care Priangan Barat Gelar Diklat Jurnalistik dan Digitalisasi Informasi di Cianjur

Kasus meninggalnya R menjadi peringatan bagi orang tua agar lebih memperhatikan pola hidup sehat anak. Dokter menyarankan pemberian obat cacing secara rutin setiap enam bulan sekali sesuai anjuran Kementerian Kesehatan.

Selain itu, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan makanan, serta memastikan anak tidak bermain di lingkungan kotor dinilai krusial untuk mencegah infeksi parasit.

Pasca Kejadian

Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga masih berduka mendalam atas kepergian R. Mereka enggan memberikan banyak komentar, namun berharap kasus serupa tidak lagi menimpa anak-anak lain di wilayah Sukabumi.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Daerah

Bau Busuk Tercium di Stasiun LRT Pancoran, Polisi Selidiki Dugaan Penemuan Jenazah

Daerah

Gempa M 4,3 Guncang Cianjur, Getarannya Terasa hingga Jakarta

Daerah

Stasiun Karet Resmi Ditutup, Penumpang KRL Mulai Dialihkan ke BNI City

Daerah

Jembatan Gantung di Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Puluhan Orang Terjatuh

BERITA TERBARU

Gerakan 9 Bersama AMPP Gelar Aksi, Soroti Dugaan Buruknya Kualitas Jalan Program Bang Andra di Lebak Selatan

Kasus Uun Berujung Restorative Justice, Ada Apa?

Haidar Widodo Ingatkan RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Pisau Bermata Dua

Ahok Khawatir UU Perampasan Aset Disalahgunakan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.