Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Padepokan Tjakra Poetra Padjadjaran Gelar Aksi Tebar 10 Ribu Benih Ikan di Sungai Cisarua Leutik

Padepokan Tjakra Poetra Padjadjaran Gelar Aksi Tebar 10 Ribu Benih Ikan di Sungai Cisarua Leutik

Daerah Jumat, 22 Agustus 2025 13:08 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Ribuan benih ikan dilepas ke Sungai Cisarua Leutik oleh Padepokan Tjakra Poetra Padjadjaran dan TK Insan Hasanah Cianjur untuk mengedukasi pentingnya menjaga ekosistem sungai,Kamis (21/8/2025)

Advertisement

GazanaPublika.com, Cianjur – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Padepokan Tjakra Poetra Padjadjaran bersama TK Insan Hasanah Cianjur menggelar aksi peduli lingkungan dengan melepas ribuan benih ikan ke aliran Sungai Cisarua Leutik, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur. Sungai ini merupakan salah satu hulu yang bermuara ke Sungai Cisokan dan akhirnya mengalir ke Sungai Citarum.

Sebanyak 10.000 ekor ikan Paray dan Tawes dilepas dalam kegiatan tersebut. Menurut Tedi yang biasa disapa Abah Tedi, Pupuhu Padepokan, aksi ini bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi bagian dari program besar Cianjuran Integrated Farming yang menggabungkan pelestarian lingkungan, ekosistem perairan, serta kemandirian pangan masyarakat.

Advertisement

“Ini adalah bentuk rasa syukur atas nikmat kemerdekaan sekaligus pengingat bagi kita semua tentang pentingnya menjaga sumber air, termasuk sungai. Sungai bukan tempat sampah, apalagi sampah plastik. Menjaga kelestarian sungai berarti menjaga keberlangsungan hidup ekosistem dan hayati di dalamnya,” ujar Abah Tedi pada Kamis (21/8/2025), di Villa Pesona, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Jawa Barat.

BACA JUGA:  Jembatan Gantung di Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Puluhan Orang Terjatuh
Padepokan Tjakra Poetra Padjadjaran bersama TK Insan Hasanah Cianjur melepas ribuan benih ikan ke Sungai Cisarua Leutik sebagai wujud syukur dan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari Kepala Desa Nagrak, perwakilan Persatuan Orangtua Murid dan Guru (PMOG) TK Insan Hasanah, Manajemen Villa Pesona, hingga warga setempat. Suasana berlangsung penuh semangat kebersamaan, terutama ketika anak-anak TK ikut menyaksikan langsung proses penebaran benih ikan ke sungai.

Kepala Sekolah TK Insan Hasanah, Poppy, menyampaikan apresiasi yang mendalam. “Terima kasih kepada keluarga besar Padepokan Tjakra Poetra Padjadjaran yang sudah memfasilitasi kegiatan ini. Anak-anak kami bisa belajar langsung mengenai sungai, habitatnya, dan mengenal kembali jenis-jenis ikan sungai yang kini semakin langka,” ujarnya.

Sementara itu, Hendi S. Maladi, Kepala Desa Nagrak, menilai langkah Padepokan di bawah pimpinan Abah Tedi menjadi inspirasi bagi masyarakat desa, baik dalam bidang budaya, lingkungan hidup, maupun ketahanan pangan.

“Program Padepokan banyak menginspirasi kami, mulai dari pengelolaan sampah berbasis masyarakat, peraturan desa tentang lingkungan hidup, hingga seni tradisional yang terintegrasi. Bahkan, desa kami yang berada di kawasan pusat kota akan segera memberlakukan retribusi sampah dengan tarif termurah di Indonesia,” tegasnya.

BACA JUGA:  Student Care Priangan Barat Gelar Diklat Jurnalistik dan Digitalisasi Informasi di Cianjur

Tedi menambahkan, program pelestarian ini tidak akan berhenti di sini. Ke depan, pihaknya menargetkan penebaran 1 juta ekor ikan secara bertahap serta penanaman 8.000 tanaman hortikultura organik untuk masyarakat sekitar. Namun, semua itu, kata dia, harus dibarengi dengan kesadaran kolektif warga untuk menjaga sungai.

“Tidak boleh ada lagi sampah di sungai, tidak ada racun, tidak ada setrum, atau jaring liar. Bahkan aktivitas memancing pun harus diatur, baik tempat maupun waktunya. Jadi, selain kesadaran lingkungan, penegakan hukumnya juga harus berjalan, baik hukum tertulis maupun hukum adat yang berlaku di masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan ini menjadi salah satu contoh nyata kolaborasi antara komunitas budaya, pendidikan, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam, sekaligus memperkuat semangat kemerdekaan melalui aksi nyata bagi masa depan generasi berikutnya.

Advertisement

Aksi Padepokan
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Daerah

Bau Busuk Tercium di Stasiun LRT Pancoran, Polisi Selidiki Dugaan Penemuan Jenazah

Daerah

Gempa M 4,3 Guncang Cianjur, Getarannya Terasa hingga Jakarta

Daerah

Stasiun Karet Resmi Ditutup, Penumpang KRL Mulai Dialihkan ke BNI City

Daerah

Jembatan Gantung di Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Puluhan Orang Terjatuh

BERITA TERBARU

Gerakan 9 Bersama AMPP Gelar Aksi, Soroti Dugaan Buruknya Kualitas Jalan Program Bang Andra di Lebak Selatan

Kasus Uun Berujung Restorative Justice, Ada Apa?

Haidar Widodo Ingatkan RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Pisau Bermata Dua

Ahok Khawatir UU Perampasan Aset Disalahgunakan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.