Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Mediasi Putaran Kedua Berakhir Buntu, BPKP Buka Front Transparansi Hadapi Diskominfo yang Bermain ‘Petak Umpet’ Data

Mediasi Putaran Kedua Berakhir Buntu, BPKP Buka Front Transparansi Hadapi Diskominfo yang Bermain ‘Petak Umpet’ Data

Daerah Rabu, 6 Mei 2026 11:12 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Bandung – Polemik keterbukaan informasi di Kota Bandung kembali memasuki episode yang kian mencoreng wajah birokrasi publik. Sengketa informasi antara Badan Pemantau Kebijakan Publik (BPKP) selaku pemohon melawan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung sebagai termohon, kini resmi bergerak ke fase “titik didih” setelah mediasi jilid kedua pada Selasa (5/5/2026) kembali gagal mencapai titik temu. Kebuntuan ini bukan terjadi karena tak tersedia ruang penyelesaian, melainkan karena pihak termohon dinilai masih memperlakukan data publik layaknya permainan sembunyi-sembunyi.

Dua kali mediasi yang semestinya menjadi jalur penyelesaian terbuka justru berakhir tanpa hasil. Forum yang diharapkan menjadi jembatan transparansi malah berubah menjadi lorong buntu. Penyebabnya dinilai sederhana namun ironis: Diskominfo Kota Bandung diduga belum bersedia membuka “dapur” anggaran secara menyeluruh, dan hanya menyerahkan serpihan informasi dalam bentuk ringkasan global, sementara publik menuntut isi sesungguhnya berupa rincian konkret.

Advertisement

Wakil Sekretaris Jenderal BPKP, Panji Adilawarman, secara terbuka melontarkan kekecewaannya. Seusai sidang, ia menyampaikan kritik tajam terhadap sikap termohon yang dinilai mengabaikan hak dasar masyarakat untuk memperoleh informasi publik secara utuh.

“Kami sangat kecewa, bahkan miris, dengan sikap pihak termohon. Data yang mereka sodorkan hanyalah ‘kulit luar’ berupa ringkasan, bukan ‘daging’ berupa rincian. Padahal, informasi yang kami minta jelas-jelas masuk kategori Informasi yang Tidak Dikecualikan. Sebagai warga negara yang membayar pajak, kami punya hak penuh untuk menguliti data tersebut, termasuk melihat ke mana setiap rupiah anggaran pergi,” ujar Panji dengan nada tegas.

BACA JUGA:  Pelayanan PDAM TJM Cabang Parungkuda Dipuji Pelanggan

Menurut Panji, permohonan yang diajukan BPKP bukanlah tuntutan berlebihan, apalagi menyentuh wilayah rahasia negara. Ada tiga pokok informasi mendasar yang diminta BPKP namun hingga kini dinilai masih diperlakukan seolah dokumen tertutup:
Bedah Anggaran Kemitraan

BPKP meminta rincian menyeluruh Anggaran Kemitraan Tahun Anggaran 2024–2025, bukan sekadar angka total pagu (DPA), melainkan uraian detail realisasi anggaran pada setiap sub-kegiatan dan pos belanja secara spesifik.

Daftar Nama Penerima

BPKP menuntut keterbukaan penuh mengenai siapa saja mitra media yang benar-benar menerima alokasi dana kemitraan tersebut, lengkap tanpa penyamaran identitas.

Algoritma Transparansi

BPKP juga mempertanyakan dasar penetapan penerima kemitraan: parameter apa yang digunakan, indikator transparansi seperti apa yang dipakai, dan apakah penentuannya berbasis kualitas kerja jurnalistik atau justru faktor kedekatan “di luar gedung”.

Karena pihak termohon dinilai tetap tidak menyajikan data sesuai substansi surat permohonan—yang oleh Panji dipandang sebagai bentuk resistensi halus terhadap prinsip keterbukaan informasi—BPKP memutuskan mengambil langkah tegas.

BACA JUGA:  BK DPRD Kaur Panggil 'B' Terkait Kasus, Siap Usut Habis-Habisan

“Karena data yang dimohon tidak diberikan sesuai dengan fakta dan surat permohonan, maka dengan berat hati namun penuh keyakinan, kami sepakat menolak melanjutkan proses mediasi dalam sidang gugatan informasi ini. Cukup sudah basa-basi. Mari kita lanjutkan ke Sidang Ajudikasi!” tegas Panji.

Pernyataan tersebut sekaligus menutup ruang kompromi dalam jalur mediasi dan menandai dimulainya fase baru: pertarungan hukum yang lebih formal dan menentukan.

Penolakan untuk melanjutkan mediasi menunjukkan bahwa BPKP tidak lagi melihat ruang penyelesaian dalam skema kompromi parsial. Yang dituntut kini bukan lagi janji normatif, melainkan kepastian hukum dan keterbukaan penuh atas data publik yang semestinya dapat diakses tanpa manipulasi bentuk.

Kini, perhatian beralih ke Komisi Informasi Jawa Barat. Lembaga tersebut akan menentukan jadwal sidang ajudikasi sebagai forum pembuktian apakah Diskominfo Kota Bandung benar-benar menjalankan prinsip transparansi, atau sekadar piawai bersembunyi di balik prosedur birokrasi. Publik menunggu dengan satu pertanyaan besar: akankah sidang ajudikasi nanti mampu membuka “kotak hitam” anggaran kemitraan media di Bandung, atau justru membiarkannya tetap terkubur di balik tumpukan berkas “ringkasan” yang tak menjelaskan apa pun?

Yang jelas, kesabaran publik terhadap praktik pengelolaan data yang kabur dan tidak transparan kian mendekati batas akhirnya. (Dila)

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Daerah

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Daerah

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-27 Bahas Raperda Perubahan SOTK

Daerah

Kamonesan NJP Cianjur Himpun 110 Seniman, Siapkan Kolaborasi Kolosal ‘Sasakala Gunung Padang’

Daerah

KPK Tetapkan 8 Tersangka dalam Kasus Dugaan Suap Pengurusan HGB Summarecon di Bogor

BERITA TERBARU

Shalat Jumat Keliling di Masjid Jami Al Mutoharo, Wakapolda Banten Ajak Masyarakat Perkuat Ukhuwah dan Jaga Kamtibmas

Polda Metro Panggil Dandhy Laksono 27 Oktober, Kasus Film ‘Pesta Babi’ Masih Tahap Penyelidikan

Kapolri Ungkap 13 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla, 22 Perusahaan Terafiliasi Asing Diselidiki

Survei SMRC: Tanpa KDM, Gibran Ungguli Prabowo dalam Simulasi Pilpres

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version