Advertisement
GazanaPublika.com, Lebak – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 18 Universitas Mathla’ul Anwar (Unma) Banten Tahun 2024 melaksanakan serangkaian kegiatan yang berfokus pada pengembangan potensi lokal di Desa Kapunduhan, Kecamatan Cijaku. Kegiatan ini merupakan bagian dari enam bidang program kerja (Proker) yang telah ditetapkan oleh kelompok tersebut, termasuk di dalamnya Pengembangan Wisata Religi di Kramat Kapunduhan. Kegiatan berlangsung pada Minggu (18/8/2024).
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 18, Novi Rindiani, menegaskan pentingnya pelaksanaan Proker yang telah dirancang oleh mahasiswa. Ia juga menekankan agar mahasiswa memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar langsung dari masyarakat serta menerapkan ilmu yang telah dipelajari di kampus. “Kami selalu tekankan kepada mahasiswa untuk melaksanakan semua proker sebagai tugas utama selama pengabdian. Selain itu, kami selalu arahkan mahasiswa agar berbaur sekaligus bisa belajar dari masyarakat dan menerapkan keilmuan yang bisa ditransfer kepada warga,” jelas Novi.
Ketua Kelompok 18 KKN Unma Banten 2024, Muhammad Muidz, didampingi oleh Pelaksana Proker, Rohilah, menyatakan bahwa kelompoknya fokus pada tiga kegiatan utama selama KKN, yaitu Pengembangan Wisata Religi di Kramat Kapunduhan, Pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berupa pembuatan kripik singkong, serta kegiatan sosial berupa gotong royong bersama warga. “Dari enam Proker yang kami garap, kami fokus pada tiga kegiatan utama, yakni Pengembangan Wisata Religi di Kramat Kapunduhan, Pembinaan Usaha Pembuatan Kripik Singkong, dan kegiatan sosial dengan warga. Dalam seminggu ini, kami berbaur dengan warga dalam giat agustusan dan berbagai momen pertandingan hiburan,” ungkap Muidz, yang juga merupakan mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan FHS Unma.
Sementara itu, Kepala Desa Kapunduhan, Ade Dimyati, yang juga juru kunci makam, mengungkapkan bahwa Wisata Religi Kramat Kapunduhan merupakan lokasi makam keramat yang sering dikunjungi warga dari berbagai daerah untuk berziarah. “Di sana, mahasiswa kita ajak membangun gerbang di lokasi tersebut. Itu adalah makam petilasan dari Sanghiyang Hutas Haji, Sanghiyang Kadaka, Buyut Sepuh Sanggabuana, dan Siti Hajar. Makam ini setiap hari, terutama malam Jumat, selalu ramai didatangi penziarah,” jelas Ade.
Kegiatan KKN Kelompok 18 di Desa Kapunduhan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat setempat, sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari di bangku kuliah. (*)
Advertisement
