Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » PC MATAN Lebak Gelar Seminar ‘Melacak Jejak Sejarah dari Masa ke Masa’ Menuju Kabupaten Cilangkahan

PC MATAN Lebak Gelar Seminar ‘Melacak Jejak Sejarah dari Masa ke Masa’ Menuju Kabupaten Cilangkahan

Daerah Senin, 16 September 2024 22:55 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Wadah Mahasiswa Ahli Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah (MATAN) Kecamatan Malingping menyelenggarakan seminar bertema "Melacak Jejak Sejarah Cilangkahan" dalam rangka Haul Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili di Resto Batete, Malingping, Lebak, Minggu (15/9).

Advertisement

GazanaPublika.com, Lebak – Wadah Pengurus Cabang (PC) Mahasiswa Ahli Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah (MATAN) Kecamatan Malingping, Lebak menyelenggarakan seminar bertema ‘Bedah Sejarah dan Budaya  Cilangkahan dari Masa ke Masa’ dalam rangka memperingati Haul Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili, di Resto Batete, Malingping, Lebak, Minggu (15/9/2024).

Ketua pelaksana, Yosa Fairuz, menyatakan bahwa seminar ini bertujuan tidak hanya untuk menginventarisasi data sejarah tetapi juga memperluas wawasan generasi muda mengenai masa lalu daerah mereka.

Advertisement

“Selain sebagai kegiatan MATAN, seminar ini juga bertujuan untuk mendukung identitas dan inventarisasi sejarah kawasan DOB Cilangkahan, sekaligus memperkaya wawasan lintas generasi. Identitas suatu daerah berasal dari peninggalan dan cerita sejarahnya. Bangsa yang kuat selalu memiliki akar sejarah yang kokoh,” ungkapnya.

Seminar ini menghadirkan beberapa pembicara, di antaranya Yadi Ahyadi dari Bantenologi UIN Serang, KH Hamdan Suhaemi, dan peneliti semiotika sejarah Frans Rivai Son Ghaha, dengan moderator Aries Dian Rifai.

Yadi Ahyadi, yang akrab disapa Abah Yadi, mengulas sejarah Lebak Selatan pada masa Kesultanan Banten dan era penjajahan Belanda. Ia menjelaskan bahwa sebelum tahun 1808, Cilangkahan merupakan bagian dari wilayah kadipaten Banten Kidul.

BACA JUGA:  Wacana Perubahan Nama Jawa Barat Dinilai Berpotensi Mengotakkan Identitas Budaya Sunda

“Sebelum 1808, kawasan Cilangkahan masih menjadi pusat pemerintahan Kadipaten Banten Kidul. Baru pada tahun 1828, pusat pemerintahan dipindahkan ke Lebak Parahyangan di Leuwidamar,” jelasnya.

Menurut Yadi, wilayah Cilangkahan dahulu merupakan daerah perkebunan dan pertanian yang penting. “Di kawasan Lebak Selatan, rempah-rempah seperti cengkih dan produk pertanian seperti gula aren cair dan tuak sangat terkenal. Investor dari berbagai negara seperti Inggris, Prancis, Tiongkok, dan negara Eropa lainnya terlibat di sini,” terang Yadi.

KH Hamdan Suhaemi, salah satu pemateri, menguraikan bahwa Banten adalah negeri yang dikenal sebagai pusat ajaran tarekat. Ia juga menyinggung peristiwa Geger Cilegon sebagai momen kebangkitan perlawanan bangsa terhadap penjajahan. Selain itu, ia juga mengulas perkembangan tarekat di Banten.

“Perkembangan tarekat di Banten cukup signifikan. Banten menjadi salah satu kiblat tarekat di Nusantara, terutama dengan kehadiran tokoh seperti Ki Asnawi Caringin yang mempelopori Thariqah Naqsabandiyah Qodiriyah. Banyak ulama tarekat yang terlibat dalam perlawanan, seperti dalam peristiwa Geger Cilegon,” jelasnya.

BACA JUGA:  Gratis Naik MRT hingga TransJakarta, Pemprov DKI Rayakan Hari Transportasi Nasional
Wadah Mahasiswa Ahli Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah (MATAN) Kecamatan Malingping menyelenggarakan seminar bertema “Melacak Jejak Sejarah Cilangkahan” dalam rangka Haul Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili di Resto Batete, Malingping, Lebak, Minggu (15/9).

Frans Rivai Son Ghaha, peneliti semiotika sejarah, mengupas sejarah melalui pendekatan semiotika. Ia menjelaskan bahwa tanda-tanda sejarah bisa ditemukan melalui situs, artefak, nama tempat, budaya tutur, dan karakter alam setempat.

“Semiotika tidak hanya mengacu pada peninggalan benda, tetapi juga pada nama-nama tempat, budaya, dan alam. Dengan pendekatan ini, kita bisa menggali sejarah dengan lebih mendalam, melalui perbandingan berbagai sumber yang ada,” ujar Frans.

Frans juga menyoroti bahwa wilayah Lebak Selatan, khususnya Malingping, memiliki sejarah yang sangat tua.

“Lebak Selatan memiliki sejarah yang panjang, mulai dari kultur kasepuhan hingga peninggalan megalitikum seperti yang ditemukan di Cibedug, Batu Luhur, dan Leuweung Taman,” katanya.

“Sementara Malingping dari dulu sudah menjadi pusat kota. Semua warga Malingping sekitarnya, mereka mengaku dari Malingping,” sambungnya

Seminar yang dihadiri oleh lebih dari 100 peserta, termasuk tokoh masyarakat, alim ulama, dan mahasiswa, berlangsung dari pukul 20.00 hingga 24.00 WIB. Seminar ini diharapkan dapat menjadi referensi penting dalam upaya inventarisasi sejarah untuk pembentukan DOB Cilangkahan. (Red)

Advertisement

Sejarah Tarekat
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Daerah

Pembangunan Rumah Ratusan Juta di Baleendah Disorot, Status Kepemilikan Lahan Diragukan

Daerah

Komisi Informasi Jabar Menangkan Bpkp, Diskominfo Kota Bandung Diperintahkan Buka Dokumen Anggaran Kemitraan Media

Daerah

Gerakan Ayah Mengantar Anak Hari Pertama Sekolah Mendapat Dukungan Resmi di Berbagai Daerah

Daerah

Wacana Perubahan Nama Jawa Barat Dinilai Berpotensi Mengotakkan Identitas Budaya Sunda

BERITA TERBARU

Ketua DPD GRANAT Banten Kecam Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba Polres Tangsel dalam Kasus Narkotika

Diskominfo Kabupaten Serang Sosialisasikan Alur Pelayanan Digital Terpadu di Kramatwatu

Warga Kp. Sitoko Gelar Swadaya Cor Jalan, Minta Perhatian Pemkab Lebak & Pemprov Banten

Pembangunan Rumah Ratusan Juta di Baleendah Disorot, Status Kepemilikan Lahan Diragukan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.