Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Motif Pembunuhan Ayah dan Nenek oleh Remaja di Lebak Bulus

Motif Pembunuhan Ayah dan Nenek oleh Remaja di Lebak Bulus

Daerah Rabu, 4 Desember 2024 6:02 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto: liputan6.com

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Kasus tragis yang terjadi di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, mengejutkan masyarakat. Seorang remaja berinisial MAS (14) ditetapkan sebagai pelaku pembunuhan ayahnya, APW (40), dan neneknya, RM (69). Insiden ini terjadi pada Senin (2/12/2024) dan telah memicu spekulasi terkait motif tindakan kejam tersebut.

Sebelumnya, beredar isu bahwa tindakan MAS didorong oleh tekanan belajar yang berlebihan dari keluarganya. Namun, Polda Metro Jaya memastikan bahwa spekulasi tersebut tidak benar. Dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa (3/12/2024),

Advertisement

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Ade Rahmat Idnal mengatakan, pelaku sudah mulai bisa diperiksa penyidik usai kondisinya sempat tidak stabil.

“Sekarang dia sudah bisa diajak bicara, menjawab pertanyaan,” kata Ade dalam keterangannya, dikutip Selasa (3/12).

Kombes Ade kemudian mengungkap pengakuan pelaku terhadap penyidik. Kepada polisi, pelaku mengaku salah dan sangat menyesali perbuatannya.

BACA JUGA:  Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

“(Pelaku) Sangat menyesal dan berulangkali mengatakan menyesal,” ujar Ade.

Selanjutnya, Kombes Ade juga mengungkap perilaku asli pelaku terhadap orangtuanya. Ade menjelaskan bahwa pelaku merupakan anak yang sangat penurut.

Kronologi Kejadian

Insiden ini bermula ketika MAS diketahui sempat terlibat adu argumen dengan ayahnya di rumah mereka. Pada malam hari, dengan alat yang telah disiapkan, MAS melakukan tindakan yang berujung pada tewasnya kedua korban. Polisi menemukan bahwa perencanaan dilakukan secara impulsif, tanpa pengaruh pihak lain.

Kesaksian Tetangga

Tetangga korban mengaku tidak menyangka bahwa MAS dapat melakukan tindakan tersebut. “Anaknya terlihat pendiam, tapi memang keluarganya jarang terlihat berinteraksi dengan warga sekitar,” ujar seorang saksi yang tidak ingin disebutkan namanya.

BACA JUGA:  Student Care Vocation Padukan Budaya Tradisional dan Literasi Digital untuk Generasi Muda

Kutipan dari Wawancara

Dalam wawancara eksklusif, seorang pakar psikologi kriminal, Dr. Andri Sulistyo, memberikan pandangannya terkait kasus ini.

“Remaja seperti MAS berada dalam fase perkembangan emosional yang rentan. Jika ia merasa terisolasi dan tanpa dukungan emosional, ini bisa memicu perilaku ekstrem. Namun, perlu analisis lebih dalam untuk memahami motifnya secara keseluruhan,” jelasnya.

Langkah Hukum dan Pemulihan

Saat ini, MAS telah ditahan di fasilitas khusus anak untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga terus mengumpulkan bukti dan menggali keterangan dari keluarga serta saksi lain. “Kasus ini akan ditangani dengan pendekatan hukum dan psikologis, mengingat pelaku masih di bawah umur,” tutup Trunoyudo.

Sementara itu, masyarakat diharapkan untuk tidak menyebarkan spekulasi dan menunggu hasil resmi dari penyelidikan polisi.

Advertisement

Pembunuhan
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Daerah

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Daerah

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-27 Bahas Raperda Perubahan SOTK

Daerah

Kamonesan NJP Cianjur Himpun 110 Seniman, Siapkan Kolaborasi Kolosal ‘Sasakala Gunung Padang’

Daerah

KPK Tetapkan 8 Tersangka dalam Kasus Dugaan Suap Pengurusan HGB Summarecon di Bogor

BERITA TERBARU

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-27 Bahas Raperda Perubahan SOTK

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version