Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » GRIB Jaya dan Pemuda Pancasila Bentrok, 12 Orang Luka-Luka

GRIB Jaya dan Pemuda Pancasila Bentrok, 12 Orang Luka-Luka

Daerah Kamis, 16 Januari 2025 1:15 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Situasi di markas Pemuda Pancasila di Jalan BKR, Bandung, setelah digeruduk oleh kelompok GRIB, menyebabkan kerusakan dan korban luka, Rabu (15/1/2025)

Advertisement

GazanaPublika.com, Blora – Organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya dan Pemuda Pancasila (PP) terlibat bentrokan sengit di dua lokasi berbeda, yaitu Kelurahan Karangjati, Kecamatan Blora, dan Jalan Ngawen-Kunduran, Kecamatan Kunduran, pada Selasa (14/1/2025). Peristiwa ini mengakibatkan 12 orang mengalami luka-luka.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, menjelaskan bahwa delapan korban terluka di lokasi pertama, Karangjati, sementara empat korban lainnya di Kunduran. Sebagian besar korban telah mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Advertisement

Awal Konflik

Bentrok bermula dari penggerudukan yang dilakukan Pemuda Pancasila ke markas GRIB Jaya Blora pada Senin (13/1/2025). Ketua PP Blora, Munaji, menyebut penggerudukan ini dipicu dugaan praktik pemalakan yang dilakukan oknum GRIB Jaya terhadap beberapa minimarket seperti Indomaret dan Alfamart di wilayah tersebut. Selain itu, Munaji juga menyinggung isu terkait penyimpangan pupuk bersubsidi dan gas LPG yang melibatkan anggota GRIB Jaya.

Munaji mempertanyakan keabsahan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) GRIB Jaya yang dikeluarkan oleh Kesbangpol Blora dengan proses yang dianggap terlalu cepat.

Mobilisasi Anggota GRIB Jaya

Pasca penggerudukan, anggota GRIB Jaya dari berbagai wilayah di Jawa Tengah berkumpul di Alun-Alun Blora untuk menggelar apel dan melaporkan insiden tersebut ke Polres Blora. Namun, saat perjalanan pulang, mereka terlibat bentrokan dengan anggota Pemuda Pancasila di dua titik, yakni Karangjati dan Jalan Ngawen-Kunduran.

BACA JUGA:  Gerakan Ayah Mengantar Anak Hari Pertama Sekolah Mendapat Dukungan Resmi di Berbagai Daerah

Deklarasi Damai

Setelah bentrokan, kedua ormas sepakat untuk berdamai melalui deklarasi damai yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora pada Rabu (15/1/2025). Kapolres Blora menyatakan bahwa bentrokan ini dipicu oleh akumulasi masalah di tingkat internal anggota kedua ormas.

“Permasalahan ini mungkin berasal dari konflik internal yang kemudian memuncak hingga kejadian kemarin,” ujar AKBP Wawan Andi Susanto.

Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rosario Marshal, belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden ini. Namun, deklarasi damai diharapkan menjadi solusi untuk menghindari bentrokan serupa di masa mendatang.

Meski demikian, aparat kepolisian masih terus memantau situasi dan mendalami penyebab utama konflik untuk memastikan tidak ada kejadian serupa di kemudian hari.

Penyerangan di Bandung

Sementara di Bandung, Jawa Barat pun terjadi hal yang sama di Jalan BKR, Kota Bandung, Rabu (15/1/2025), setelah markas organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Pancasila (PP) diserang oleh kelompok yang diduga berasal dari Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB). Insiden ini mengakibatkan enam orang luka-luka serta kerusakan pada dua unit mobil dan satu sepeda motor yang terparkir di lokasi.

Rekaman video amatir yang beredar memperlihatkan kelompok penyerang mengenakan seragam loreng bertuliskan GRIB. Penyerangan terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, dan saksi mata melaporkan bahwa jumlah massa penyerang jauh lebih banyak dibandingkan anggota PP yang berada di dalam markas.

BACA JUGA:  Jembatan Gantung di Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Puluhan Orang Terjatuh

Kesaksian di Lokasi Kejadian

Abah Yadi, salah satu saksi mata, menyatakan bahwa kelompok GRIB datang secara tiba-tiba dan langsung menyerang. “Dari pihak GRIB datang langsung nyerang. Saya enggak tahu masalahnya apa, tapi kebetulan dari kita cuma sedikit orangnya yang lagi di dalam,” ujar Abah Yadi di lokasi kejadian.

Selain kerusakan kendaraan, enam anggota PP mengalami luka-luka, termasuk luka sobek di tangan, punggung, dan telinga. Para korban telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Pasca-insiden, aparat kepolisian segera mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Tim Inafis juga dikerahkan untuk mengidentifikasi kerusakan dan mengumpulkan bukti di lokasi.

Kapolsek Regol, Kompol Heri Suryadi, menyebutkan bahwa pihaknya sedang menyelidiki penyebab dan motif bentrokan ini. “Tadi sekitar pukul 14.30 WIB, terjadi gesekan antara dua kelompok ormas. Saat ini tim kami menelusuri apa yang menjadi penyebab gesekan,” kata Heri.

Langkah Selanjutnya

Polisi mengimbau kedua belah pihak untuk menahan diri dan tidak melakukan aksi balasan yang dapat memperburuk situasi. Sementara itu, kepolisian terus memantau perkembangan dan menyiapkan langkah-langkah pengamanan tambahan untuk mencegah bentrokan susulan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak GRIB terkait insiden penyerangan tersebut.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Daerah

Bau Busuk Tercium di Stasiun LRT Pancoran, Polisi Selidiki Dugaan Penemuan Jenazah

Daerah

Gempa M 4,3 Guncang Cianjur, Getarannya Terasa hingga Jakarta

Daerah

Stasiun Karet Resmi Ditutup, Penumpang KRL Mulai Dialihkan ke BNI City

Daerah

Jembatan Gantung di Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Puluhan Orang Terjatuh

BERITA TERBARU

Gerakan 9 Bersama AMPP Gelar Aksi, Soroti Dugaan Buruknya Kualitas Jalan Program Bang Andra di Lebak Selatan

Kasus Uun Berujung Restorative Justice, Ada Apa?

Haidar Widodo Ingatkan RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Pisau Bermata Dua

Ahok Khawatir UU Perampasan Aset Disalahgunakan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.