Advertisement
GazanaPublika.com, Bogor – Banjir yang melanda kawasan Puncak, Bogor, pada Minggu (3/3/2025), menyebabkan sejumlah rumah rusak dan roboh akibat terendam air. Warga setempat menceritakan detik-detik banjir menerjang, termasuk Roy (41), yang menyebut rumah adik dan pamannya hancur diterjang arus sungai.
Roy menjelaskan, rumah adik dan pamannya yang terletak di dekat Sungai Ciliwung roboh dan menimpa rumah sekitarnya. “Rumah paman saya itu kan di belakang tuh, posisi ruangan kamar itu memang di atas sungai, jadi kamar itu roboh. Terus nimpa lagi ke rumah yang sebelah, roboh lagi kamarnya, kena lagi rumah adik saya, roboh lagi itu kamar belakangnya. Iya, jadi ada tiga ruangan di sini yang roboh,” ujar Roy saat ditemui di lokasi kejadian.
Advertisement
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 20.15 WIB. Roy sempat memperingatkan paman dan adiknya untuk segera keluar rumah setelah mendengar suara arus Sungai Ciliwung yang sangat deras. “Kan arus sungai itu kan deras sekali ya, banyak batu-batu besar terbawa, beradu kan sama batu-batu lain, kedorong juga kena tembok rumah kan, jadi kedengar kan sama saya. Saya panggil-panggil itu paman saya sama bibi, supaya keluar rumah maksudnya,” kata Roy.
Namun, tak lama setelah mereka keluar, air dari belakang rumah tiba-tiba muncul dan membanjiri rumah. “Pas keluar rumah, baru tuh air dari belakang itu muncul. Kan posisi sungai di belakang rumah, jadi maju ke sini airnya, wah ngeri pokoknya, ngegolak (memutar) itu air di dalam rumah,” imbuhnya.
Roy menambahkan, banyak barang-barang rumah tangga yang hilang terbawa arus, seperti televisi, kasur, dan peralatan dapur. Ia mengaku ngeri melihat kondisi air yang memutar di dalam rumah. “Jadi itu kan air makin ngegolak itu, muter air di dalam rumah, kan aliran juga kesumbat kan, karena ketutup bangunan yang ambruk, jadi air ke sini semua. Seram saya ngeliatnya, putar-putar itu air, semuanya juga teriak-teriak,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, melaporkan bahwa banjir ini telah berdampak pada 423 jiwa. Dari jumlah tersebut, empat orang mengalami luka-luka ringan. “Dikarenakan hujan deras dengan intensitas tinggi mengakibatkan aliran kali Ciliwung meluap ke rumah warga di sekitar aliran kali,” jelas Adam.
Adam menambahkan, “Diperkirakan dampak hasil kaji cepat, 119 keluarga/423 jiwa terdampak. Kemudian empat orang luka ringan atas nama, Nova, Samsudin, Wardi, dan Heni. Korban dibawa ke RSPG dr Goenawan Soeroso.”
Banjir ini menjadi peringatan bagi warga sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, terutama di musim hujan. Pemerintah setempat dan BPBD terus memantau situasi serta memberikan bantuan kepada korban yang terdampak.
Advertisement
