Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Banjir di Puncak, Bogor, Sebabkan Rumah Roboh dan 423 Jiwa Terdampak

Banjir di Puncak, Bogor, Sebabkan Rumah Roboh dan 423 Jiwa Terdampak

Daerah Senin, 3 Maret 2025 23:23 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto aliran air yang sangat deras di satu perkampungan di Ciawi, Bogor

Advertisement

GazanaPublika.com,   Bogor – Banjir yang melanda kawasan Puncak, Bogor, pada Minggu (3/3/2025), menyebabkan sejumlah rumah rusak dan roboh akibat terendam air. Warga setempat menceritakan detik-detik banjir menerjang, termasuk Roy (41), yang menyebut rumah adik dan pamannya hancur diterjang arus sungai.

Roy menjelaskan, rumah adik dan pamannya yang terletak di dekat Sungai Ciliwung roboh dan menimpa rumah sekitarnya. “Rumah paman saya itu kan di belakang tuh, posisi ruangan kamar itu memang di atas sungai, jadi kamar itu roboh. Terus nimpa lagi ke rumah yang sebelah, roboh lagi kamarnya, kena lagi rumah adik saya, roboh lagi itu kamar belakangnya. Iya, jadi ada tiga ruangan di sini yang roboh,” ujar Roy saat ditemui di lokasi kejadian.

Advertisement

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 20.15 WIB. Roy sempat memperingatkan paman dan adiknya untuk segera keluar rumah setelah mendengar suara arus Sungai Ciliwung yang sangat deras. “Kan arus sungai itu kan deras sekali ya, banyak batu-batu besar terbawa, beradu kan sama batu-batu lain, kedorong juga kena tembok rumah kan, jadi kedengar kan sama saya. Saya panggil-panggil itu paman saya sama bibi, supaya keluar rumah maksudnya,” kata Roy.

BACA JUGA:  Diskominfo Ingkar Janji, Abaikan Putusan KI Jabar, Tarmizi Menyebutnya Arogan

Namun, tak lama setelah mereka keluar, air dari belakang rumah tiba-tiba muncul dan membanjiri rumah. “Pas keluar rumah, baru tuh air dari belakang itu muncul. Kan posisi sungai di belakang rumah, jadi maju ke sini airnya, wah ngeri pokoknya, ngegolak (memutar) itu air di dalam rumah,” imbuhnya.

Roy menambahkan, banyak barang-barang rumah tangga yang hilang terbawa arus, seperti televisi, kasur, dan peralatan dapur. Ia mengaku ngeri melihat kondisi air yang memutar di dalam rumah. “Jadi itu kan air makin ngegolak itu, muter air di dalam rumah, kan aliran juga kesumbat kan, karena ketutup bangunan yang ambruk, jadi air ke sini semua. Seram saya ngeliatnya, putar-putar itu air, semuanya juga teriak-teriak,” ujarnya.

BACA JUGA:  Jumat Keliling Kapolsek Bekasi Barat Sampaikan Pesan Kamtibmas di Masjid Darusallam Kranji

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, melaporkan bahwa banjir ini telah berdampak pada 423 jiwa. Dari jumlah tersebut, empat orang mengalami luka-luka ringan. “Dikarenakan hujan deras dengan intensitas tinggi mengakibatkan aliran kali Ciliwung meluap ke rumah warga di sekitar aliran kali,” jelas Adam.

Adam menambahkan, “Diperkirakan dampak hasil kaji cepat, 119 keluarga/423 jiwa terdampak. Kemudian empat orang luka ringan atas nama, Nova, Samsudin, Wardi, dan Heni. Korban dibawa ke RSPG dr Goenawan Soeroso.”

Banjir ini menjadi peringatan bagi warga sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, terutama di musim hujan. Pemerintah setempat dan BPBD terus memantau situasi serta memberikan bantuan kepada korban yang terdampak.

Advertisement

Banjir Bencana Alam
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Daerah

Bau Busuk Tercium di Stasiun LRT Pancoran, Polisi Selidiki Dugaan Penemuan Jenazah

Daerah

Gempa M 4,3 Guncang Cianjur, Getarannya Terasa hingga Jakarta

Daerah

Stasiun Karet Resmi Ditutup, Penumpang KRL Mulai Dialihkan ke BNI City

Daerah

Jembatan Gantung di Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Puluhan Orang Terjatuh

BERITA TERBARU

Gerakan 9 Bersama AMPP Gelar Aksi, Soroti Dugaan Buruknya Kualitas Jalan Program Bang Andra di Lebak Selatan

Kasus Uun Berujung Restorative Justice, Ada Apa?

Haidar Widodo Ingatkan RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Pisau Bermata Dua

Ahok Khawatir UU Perampasan Aset Disalahgunakan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.