GazanaPublika.com, Bandung – Dewan Pimpinan Wilayah Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia (TTKKBI) Provinsi Jawa Barat menggelar buka puasa bersama yang dipadukan dengan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) perdana di De Tuik Resto Bandung dihadiri pengurus teras dan 11 ketua bidang. Acara ini menjadi tonggak penting bagi organisasi yang baru dilantik pada 25 Januari 2025 untuk menyusun strategi pelestarian budaya Sunda.
Ketua DPW I TTKKBI Jawa Barat, Erin Rahmat, menekankan dua tujuan utama kegiatan ini mempererat silaturahmi antaranggota sekaligus untuk menyusun arah organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Rumah Tangga (AD/ART)
“Kami memanfaatkan momen Ramadhan ini untuk membangun kekompakan tim sambil merumuskan program strategis,” ujar Erin, Rabu (26/3/2025).
Dalam sambutannya, Erin mengungkapkan keprihatinan mendalam atas data Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) 2021 yang hanya mencapai 51,90. “Angka ini bukan sekadar statistik, tapi alarm nyata tentang ancaman terhadap warisan budaya kita,” tegasnya.
Rencana Strategis
Sekretaris Wilayah Panji Adilawarman memaparkan tiga program unggulan “Satu Desa Satu Pustaka Budaya” – Program dokumentasi kearifan lokal, Sistem Digital Monitoring – Pelacakan realisasi anggaran secara transparan serta sinergi dengan Pemerintah Daerah- Penyelerasan program dengan RPJMD Jawa Barat 2023-2028
“Kami telah mengkaji dokumen perencanaan daerah untuk memastikan program kami selaras dengan kebijakan pembangunan, khususnya di bidang seni budaya dan pemberdayaan pemuda,” jelas Panji.
Sementara itu Bendahara Umum Susi Susanti memperkenalkan inovasi terbaru: “Kami mengimplementasikan sistem pelaporan keuangan berbasis aplikasi yang dapat diakses real-time oleh seluruh pengurus, sebagai wujud komitmen transparansi kami.”
Acara yang dihadiri seluruh pengurus dari 11 bidang organisasi ini berhasil menggabungkan silaturahmi dengan perencanaan strategis. “Sebagai organisasi baru, pembangunan tim dan keselarasan visi adalah prioritas kami,” tutup Erin.
