Advertisement
GazanaPublika.com – Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 2025 kembali digulirkan oleh pemerintah sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan keluarga penerima manfaat (KPM).
Melalui sistem digital yang terintegrasi, bantuan ini disalurkan dalam bentuk saldo elektronik yang dapat digunakan untuk membeli bahan pangan pokok di e-Warong atau Elektronik Warung Gotong Royong.
Advertisement
BPNT 2025 tidak lagi diberikan dalam bentuk uang tunai,
BPNT 2025 tidak lagi diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang telah terhubung dengan sistem Kemensos. Setiap bulan, saldo bantuan akan masuk ke KKS dan hanya dapat digunakan untuk membeli bahan pangan seperti beras, telur, minyak goreng, dan kacang hijau. Tujuan utama dari sistem ini adalah memastikan bantuan digunakan sesuai kebutuhan gizi keluarga serta mencegah penyalahgunaan dana.
Tercantum dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)
Sebelum melakukan pengambilan bantuan, KPM wajib memastikan bahwa namanya tercantum dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Selain itu, KKS harus dalam kondisi aktif dan disertai dengan KTP asli sebagai bukti identitas.
Pengecekan saldo dapat dilakukan melalui mesin EDC di e-Warong atau melalui layanan BRI Link terdekat. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa bantuan sudah tersedia dan siap digunakan.
Baca Juga: Harapan di Ujung Tahun: Jadwal Penyaluran Bansos BPNT PKH Tahap 4 yang Dinanti Ribuan Keluarga
Proses pengambilan bantuan di e-Warong cukup sederhana.
Proses pengambilan bantuan di e-Warong cukup sederhana. Penerima manfaat hanya perlu datang ke e-Warong yang telah bekerja sama dengan Kemensos, menyerahkan KKS dan KTP kepada petugas, lalu menunggu verifikasi identitas dan saldo. Setelah dinyatakan valid, KPM dapat memilih bahan pangan sesuai kebutuhan. Saldo akan otomatis terpotong sesuai nilai barang yang diambil, dan struk transaksi diberikan sebagai bukti penerimaan bantuan.
Menurut Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kemensos, Dr. Pepen Nazaruddin, “Transformasi digital dalam penyaluran BPNT adalah langkah penting menuju sistem bantuan sosial yang lebih akuntabel dan efisien. Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan.”
Hindari menitipkan KKS kepada orang lain
Untuk menghindari kendala saat pengambilan, penerima manfaat disarankan datang sesuai jadwal yang ditentukan oleh petugas e-Warong. Hindari menitipkan KKS kepada orang lain karena berisiko disalahgunakan. Pastikan data pribadi sesuai dengan NIK dan KTP, dan segera laporkan ke Dinas Sosial jika terjadi masalah seperti saldo tidak masuk, kartu terblokir, atau kesalahan data.
Salah satu keunggulan BPNT 2025 adalah transparansi dalam transaksi. Dengan sistem elektronik, setiap pembelian tercatat dan dapat diawasi oleh pemerintah pusat. Hal ini juga memudahkan evaluasi program dan perbaikan kebijakan di masa mendatang. Selain itu, e-Warong sebagai mitra distribusi turut berperan dalam mendukung ketahanan pangan lokal dengan menyediakan produk berkualitas dan terjangkau.
Baca Juga: BLT Rp 300 Triliun: Pemerintah Perkuat Daya Beli Lewat Bantuan Tunai Langsung untuk 35 Juta Keluarga
18 juta keluarga telah terdaftar sebagai penerima BPNT
Data dari Kemensos menunjukkan bahwa lebih dari 18 juta keluarga telah terdaftar sebagai penerima BPNT di seluruh Indonesia. Program ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga mendorong inklusi keuangan melalui penggunaan KKS dan transaksi digital. Di beberapa daerah, BPNT juga dikombinasikan dengan program pelatihan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi agar dampaknya lebih berkelanjutan.
Bagi masyarakat yang belum terdaftar, pendaftaran DTKS dapat dilakukan melalui kelurahan atau desa setempat dengan membawa dokumen pendukung seperti KTP, KK, dan surat keterangan tidak mampu. Proses verifikasi akan dilakukan oleh petugas sosial sebelum data dikirim ke Kemensos untuk validasi akhir.
Dengan sistem yang semakin terintegrasi dan dukungan teknologi digital, BPNT 2025 menjadi contoh nyata bagaimana bantuan sosial dapat disalurkan secara tepat sasaran, efisien, dan berkelanjutan
Advertisement
