Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Kebodohan Pada Jasad

Kebodohan Pada Jasad

Genta Qalbu Minggu, 8 Desember 2024 17:27 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Genta qolbu mutiara AOA

Advertisement

“Kebodohan kita pada jasad tidak bisa menempatkan kesalahan dan kebenaran atau baik dan buruk” – AOA

GazanaPublika.com – Kebodohan pada jasad adalah kebodohan yang bersumber dari jasad itu sendiri. Jasad dalam konteks ini merujuk pada hawa nafsu, karena unsur inilah yang menjadi sumber utama kebodohan. Hawa nafsu bersifat jasadiah. Contohnya, seorang profesor sekalipun, jika terjerumus dalam cinta yang berlebihan, dapat terlihat bodoh. Itulah bentuk kebodohan yang berasal dari jasad, sebab hawa nafsu bersumber dari jasad.

Advertisement

Hawa nafsu bukanlah tempat untuk menilai kebenaran atau menentukan baik dan buruk. Ia adalah wadah dari rasa yang zahir dan perasaan. Rasa zahir di sini meliputi dorongan dasar seperti keinginan makan, minum, dan syahwat. Sementara perasaan mencakup dorongan emosional yang sering menjerumuskan, seperti cinta buta atau ketergantungan berlebihan terhadap sesuatu hingga melalaikan Allah, yang biasanya berujung pada penyesalan bahkan malapetaka.

Sumber kebenaran sejati adalah cahaya Allah dan kalamullah (firman Allah SWT). Cahaya Allah berada di dalam hati, sedangkan kalamullah adalah Al-Qur’an. Al-Qur’an menjadi sumber kebenaran yang mutlak dalam bentuk kitabiyah yang harus dibaca dan dipahami. Namun, kadang pemahaman terhadapnya bisa saja menyimpang jika dilandasi hawa nafsu. Oleh karena itu, sumber utama kebenaran adalah cahaya Allah yang terdapat dalam hati yang telah disucikan dari hawa nafsu.

Lalu, di mana peran akal? Akal sejatinya adalah cahaya yang disimpan Allah SWT di dalam diri manusia, sebab ia mampu memahami kebenaran. Namun, akal sering kali dikuasai oleh hawa nafsu sehingga lumpuh dalam membedakan yang benar dan yang salah. Oleh sebab itu, diperlukan kombinasi akal sehat dan hati yang bersih.

Akal sehat adalah akal yang digunakan untuk berpikir rasional, mempertimbangkan apa yang perlu dilakukan, berpikir apa yang penting dipikirkan dan tidak menyimpang ke hal-hal yang sia-sia. Sementara hati yang bersih adalah hati yang bebas dari pengaruh hawa nafsu. Sifat alami hati adalah jernih, terutama jika telah mencapai tingkat fu’ad, shaghafah, lubb, dan sirr. Hati pada tingkat ini menjadi wadah cahaya yang akan menerangi akal dan hati itu sendiri.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Genta Qalbu

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Genta Qalbu

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Genta Qalbu

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Genta Qalbu

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

BERITA TERBARU

Unjuk Rasa Tuntut Biaya Hidup di Prancis Meluas ke Sejumlah Negara Eropa

Rismon Sianipar Kritikal Jawaban Pemerintah dalam Sidang Uji Materi Praperadilan di MK

KMP Batu Mandi Terbakar di Perairan Merak, Proses Evakuasi Sedang Berlangsung

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version