Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Peradaban dari Masa ke Masa (bagian ke-empat)

Peradaban dari Masa ke Masa (bagian ke-empat)

Historika Sabtu, 3 Agustus 2024 12:18 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
peradaban mesir kuno

GazanaPublika.com –  Peradaban tradisional, meskipun jauh sebelum era modern, telah menunjukkan kecanggihan teknologi dan arsitektur yang sangat maju menurut zamannya. Meskipun teknologi mereka tidak secanggih teknologi modern, pencapaian arsitektur dan teknik mereka tetap mengesankan dan menunjukkan kemajuan dalam pemahaman teknik dan estetika. Beberapa contoh terkenal dari pencapaian peradaban tradisional meliputi pembangunan candi, pagoda, piramida Mesir, Tembok Besar Cina, dan Menara Gantung Babilonia.

Pembangunan candi, seperti yang terlihat di Asia Tenggara, menunjukkan keterampilan tinggi dalam arsitektur dan teknik konstruksi. Candi-candi ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah tetapi juga sebagai pusat budaya dan sosial. Contoh paling terkenal adalah Candi Borobudur di Indonesia dan Candi Angkor Wat di Kamboja. Borobudur, yang dibangun pada abad ke-8 hingga ke-9 oleh Dinasti Syailendra, adalah candi Buddha terbesar di dunia dan memiliki struktur yang sangat kompleks dengan ribuan relief dan patung. Angkor Wat, yang dibangun pada awal abad ke-12 oleh Raja Suryavarman II, adalah candi Hindu terbesar yang pernah dibangun dan mencerminkan kehebatan teknik arsitektur Khmer serta keindahan artistik yang mengesankan.

Pagoda, yang umum di Asia Timur, juga merupakan pencapaian arsitektur yang luar biasa. Struktur ini dikenal karena desainnya yang berlapis dan berfungsi sebagai tempat ibadah serta penyimpanan relik. Pagoda Shwedagon di Myanmar, misalnya, adalah pagoda emas yang sangat terkenal dan dianggap sebagai salah satu struktur religius paling penting di Asia Tenggara. Desain pagoda yang canggih, dengan menara berlapis dan struktur yang kokoh, menunjukkan kemampuan teknik konstruksi tradisional yang maju.

Piramida Mesir Kuno (Foto: IDNNews.com)

Piramida Mesir adalah salah satu prestasi arsitektur dan teknik yang paling terkenal dari peradaban kuno. Piramida-piramida ini, termasuk Piramida Agung Giza, dibangun sekitar 2580–2560 SM sebagai makam bagi para firaun Mesir. Piramida ini, dengan ukuran dan ketepatan geometris yang mengesankan, menggunakan teknik pemotongan batu dan pengangkutan yang sangat canggih untuk zamannya. Mereka tidak hanya menandai kemajuan teknik konstruksi tetapi juga menunjukkan kemampuan organisasi dan perencanaan yang tinggi dari masyarakat Mesir kuno.

Tembok Besar Cina, yang dibangun untuk melindungi wilayah Tiongkok dari serangan musuh, adalah salah satu struktur pertahanan terbesar dan terpanjang yang pernah dibangun. Pembangunan tembok ini dimulai pada abad ke-7 SM dan berlanjut hingga abad ke-16. Tembok Besar Cina, dengan panjang lebih dari 13.000 mil, menunjukkan kehebatan teknik pertahanan dan kemampuan logistik untuk membangun struktur yang sangat besar dan kompleks di berbagai medan.

Menara Gantung Babilonia, atau Ziggurat Babilonia, adalah contoh lain dari pencapaian arsitektur tradisional. Ziggurat ini, yang dibangun di kota Babilonia (sekarang Irak) pada sekitar abad ke-6 SM, adalah struktur berbentuk piramida bertingkat yang digunakan sebagai tempat ibadah. Menara Gantung Babilonia, yang terkenal dalam mitologi sebagai salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno, adalah simbol keahlian teknik konstruksi Babilonia dan menunjukkan kemajuan dalam desain arsitektur monumental.

Pagoda Shwedagon, Myanmar (Foto: m.vovworld.vn)

Di samping pencapaian arsitektur tersebut, peradaban tradisional juga dikenal dengan sistem sosial yang kompleks, termasuk struktur kasta dan sistem hierarki. Di India, misalnya, sistem kasta, yang mengklasifikasikan masyarakat dalam kelompok-kelompok berdasarkan pekerjaan dan status sosial, telah ada sejak zaman kuno dan mempengaruhi banyak aspek kehidupan sosial dan politik. Di Nusantara, terdapat sistem darah biru, di mana golongan tertentu dianggap memiliki status sosial yang lebih tinggi berdasarkan keturunan atau garis keluarga, yang juga mencerminkan hierarki sosial yang terstruktur.

Sistem kasta dan darah biru ini menunjukkan bahwa, meskipun peradaban tradisional telah mengembangkan teknologi dan arsitektur yang maju, mereka juga memiliki struktur sosial yang kompleks dan seringkali tidak egaliter. Kasta dan sistem darah biru memberikan gambaran tentang bagaimana masyarakat pada masa itu mengatur kehidupan sosial, politik, dan ekonomi mereka, sering kali menciptakan pembagian yang jelas antara kelas-kelas sosial dan mempengaruhi akses terhadap kekuasaan dan sumber daya.

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Historika

Bagaimana Cara Uji Umur Artefak

Historika

Depopulasi Masyarakat Nusantara Era Kuno Akibat Wabah dan Bencana Alam

Historika

Sejarah Anti Heresey (Anti Bid’ah) Paling Awal di Dunia, Ternyata dari Gereja Katolik Eropa

Historika

Orientalis Belanda, Perusak Budaya Nusantara

BERITA TERBARU

Tren Sengketa Informasi di Jabar Bergeser ke Sektor Pendidikan, Dipicu Alokasi Dana BOS

Kantor BGN Digeledah Kejagung Usai Copot Jabatan Pimpinan, Diduga Terkait Kasus Jual Beli Titik ‘SPPG’

Kasus Korupsi BGN: Eks Kepala dan Dua Mantan Wakil Resmi Menyandang Status Tersangka

Polda Banten Meringkus Debt Collector Yang Melakukan Perampasan dan Penganiayaan Terhadap Personel Brimob

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Menelusuri Potensi Cara Berpikir yang Tertulis dalam Untaian DNA, Ini Cetak Birunya

Mengurai Dialektika Genetika, Epigenetika, dan Jati Diri Klan Leluhur

Kritik dan Dialektika Kebijakan Alokasi Anggaran Makan Bergizi Gratis 2026

RAGAM

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

AI Bukan Tuhan: Menelanjangi Ilusi Mahatahu di Balik Kecerdasan Buatan

Eksotis, Alami dan Memikat: Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.