Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Tiga Lokasi Arca Domas

Tiga Lokasi Arca Domas

Historika Rabu, 18 September 2024 8:35 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto-foto Arca Domas karya Kinsbergen yang dikoleksi Perpustakaan KITLV Leiden courtesy dari mooibandoeng.com

Advertisement

GazanaPublika.com – Dalam sejarah dan budaya Indonesia, banyak situs arkeologi yang menyimpan jejak-jejak masa lalu yang penting, salah satunya adalah Arca Domas. Arca Domas merupakan kelompok artefak batu, berupa patung yang ditemukan di beberapa lokasi penting di Jawa Barat dan Banten, yang mengungkapkan banyak tentang tradisi spiritual dan sejarah masa Sunda Kuno. Keberadaan arca ini memberikan wawasan mendalam tentang praktik pemujaan leluhur dan perkembangan kepercayaan lokal pada masa Kerajaan Pajajaran.

Tiga situs utama yang dikenal sebagai tempat ditemukannya Arca Domas—Pemakaman Jerman, Megamendung (Bogor), Situs Balay Bogor , dan Cimarga Lebak (Banten) —menawarkan gambaran berharga mengenai tradisi dan kehidupan masyarakat Sunda pada masa lalu. Masing-masing situs ini tidak hanya memiliki karakteristik yang unik, tetapi juga mencerminkan transformasi makna dan fungsi yang terjadi seiring dengan perubahan sejarah dan budaya di wilayah tersebut.

Advertisement

Artikel ini akan membahas secara rinci setiap situs Arca Domas, termasuk latar belakang sejarah, karakteristik arca, dan peran mereka dalam tradisi spiritual Sunda Kuno. Dengan menggali lebih dalam ke dalam situs-situs ini, kita dapat memahami lebih baik bagaimana tradisi pemujaan leluhur dan kepercayaan lokal berkembang, serta bagaimana pengaruh eksternal seperti kolonialisme dan penjajahan mengubah makna dan fungsi situs-situs tersebut.

Berikut beberapa lokasi Arca Domas:

1. Situs Arca Domas di Megamendung

Terletak di Megamendung, Bogor, situs ini dikenal dengan nama Situs Makam Jerman atau Arca Domas Gadog. Lokasinya berada di bukit Pasir Muncang, yang kini menjadi bagian dari kompleks pemakaman tentara Nazi. Namun, jauh sebelum tanah ini menjadi tempat peristirahatan tentara Belanda dan Jepang, kawasan ini memiliki makna spiritual yang dalam bagi masyarakat Sunda Kuno.

BACA JUGA:  Lada 'Black Gold', Artisnya Rempah-Rempah Zaman Kolonial

Awalnya, situs ini merupakan tempat pemujaan leluhur pada masa Sunda Klasik. Bukti dari masa lalu ini mencakup 99 arca yang dulunya tersebar di area tersebut. Namun, kini hanya tersisa enam arca, yang dipindahkan pada tahun 2010 untuk alasan keamanan. Arca-arca ini mewakili bentuk arca Polinesia dengan desain minimalis dan pahatan sederhana, berbeda dari arca-arca Hindu-Buddha yang biasa ditemukan di daerah lain.

Arca-arca ini dulunya digunakan untuk memuja Hyang, sosok adikodrati yang dianggap lebih tinggi dari dewa-dewa Hindu dan Buddha. Naskah Sanghyang Siksa Kandang Karesian, yang merupakan salah satu teks penting dalam kepercayaan Sunda Kuno, menyebutkan kedudukan Hyang di atas para dewa. Transformasi situs ini dari tempat pemujaan leluhur menjadi kompleks pemakaman Jerman mencerminkan perubahan signifikan dalam fungsi dan makna tempat ini seiring dengan datangnya pengaruh eksternal dan penjajahan.

2. Situs Arca Domas di Balay Bogor

Situs Arca Domas di Balay Bogor, yang terletak di kawasan Balai Kota Bogor atau Buitenzorg pada masa kolonial Belanda, merupakan contoh penting dari peninggalan masa Kerajaan Pajajaran. Situs ini menyimpan beberapa arca yang memiliki hubungan erat dengan tradisi spiritual masyarakat Sunda Kuno.

Peninggalan di sini sering dikaitkan dengan arca Polinesia karena kesederhanaan pahatan dan minimalisme figur manusia. Dalam penelitian yang dilakukan oleh arkeolog J.F.G. Brumund dan N.J. Krom, arca-arca ini dikategorikan sebagai arca tipe Pajajaran, yang juga dianggap sebagai arca Polinesia. Meskipun desainnya tampak sederhana, arca-arca ini memiliki makna spiritual yang mendalam, terutama sebagai media pemujaan leluhur.

BACA JUGA:  Mumi Dua Ribu Tahun, Tubuh Lady Dai Masih Tampak Segar

Penelitian ini menyoroti pentingnya arca-arca ini dalam konteks spiritual dan budaya lokal. Kesederhanaan bentuknya tidak mengurangi nilai simbolisnya, yang melibatkan kepercayaan mendalam terhadap leluhur dan pemujaan roh-roh nenek moyang.

Foto-foto Arca Domas karya Kinsbergen yang dikoleksi Perpustakaan KITLV Leiden courtesy dari mooibandoeng.com

3. Situs Arca Domas di Cimarga, Lebak

Di Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, terletak situs Arca Domas yang juga penting dalam tradisi spiritual masyarakat Sunda Kuno. Arca-arca di situs ini, mirip dengan yang ditemukan di Megamendung dan Balay Bogor, menggambarkan figur manusia dengan detail minimalis. Arca-arca ini digunakan dalam praktik spiritual dan pemujaan leluhur oleh masyarakat Baduy.

Situs ini masih memegang nilai sakral bagi masyarakat Baduy, yang melihatnya sebagai bagian dari warisan leluhur dan tempat pemujaan kepada roh-roh nenek moyang. Arca-arca ini menunjukkan kesinambungan antara bentuk arca yang digunakan di wilayah Sunda Kuno dan praktik spiritual yang masih hidup di komunitas Baduy hingga saat ini.

Situs-situs Arca Domas di Megamendung, Balay Bogor, dan Cimarga Lebak menawarkan wawasan yang mendalam tentang tradisi pemujaan leluhur pada masa Kerajaan Pajajaran. Arca-arca di ketiga lokasi ini berbagi karakteristik arca Polinesia yang sederhana namun sarat makna spiritual, digunakan dalam ritual keagamaan yang memuja leluhur dan sosok Hyang dalam kepercayaan lokal Sunda.

Transformasi fungsi dan makna situs-situs ini mencerminkan perubahan sejarah dan budaya yang dialami wilayah tersebut, dari pemujaan leluhur dalam masa Sunda Kuno hingga pengaruh kolonialisme dan penjajahan Jepang. Walaupun dalam konteks yang berbeda, ketiga situs ini tetap memperlihatkan pentingnya Arca Domas sebagai jejak sejarah yang berharga dan simbol tradisi pemujaan leluhur yang berkembang di wilayah Sunda.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Historika

Mumi Dua Ribu Tahun, Tubuh Lady Dai Masih Tampak Segar

Historika

Lada ‘Black Gold’, Artisnya Rempah-Rempah Zaman Kolonial

Historika

Sebuah Catatan di Ende — Flores: Soekarno, Pancasila dan Toleransi

Historika

Polemik Grasi Eks Menteri Kehakiman DG: Skandal Suap Visa Orde Lama yang Memicu Keretakan Dwitunggal Sukarno-Hatta

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version