Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Tarif Trump Menghantam Ekspor, Bisnis Kayu dan Udang Milik Kaesang Terancam Tekor

Tarif Trump Menghantam Ekspor, Bisnis Kayu dan Udang Milik Kaesang Terancam Tekor

Internasional Kamis, 10 Juli 2025 20:13 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Sumber Foto: antaranews.com

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Naiknya tensi perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat kini bukan lagi sekadar wacana diplomatik. Kebijakan terbaru Presiden AS Donald Trump yang menolak menurunkan tarif dagang ke Indonesia menjadi pukulan telak bagi sektor ekspor nasional—terutama bagi perusahaan-perusahaan yang menggantungkan pendapatannya dari pasar Negeri Paman Sam. Salah satu yang paling disorot adalah perusahaan ekspor udang beku yang terafiliasi dengan Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo.

Dalam laporan CNBCIndonesia.com, kebijakan tarif dagang AS terhadap Indonesia tetap berada di level 32%, angka yang jauh lebih tinggi dibanding negara-negara ASEAN lainnya seperti Filipina (17%), Vietnam (20%), atau Malaysia (25%). Hal ini membuat berbagai pelaku ekspor utama Indonesia kelimpungan, termasuk perusahaan yang diduga memiliki kaitan bisnis dengan Kaesang, yakni PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP).

Advertisement

Perusahaan tersebut memiliki lini bisnis utama di bidang ekspor udang beku dan selama ini menjadikan Amerika Serikat sebagai pasar utamanya. Hingga September 2024, penjualan ke AS mencapai US$ 42,33 juta, atau sekitar 66,8% dari total penjualan perusahaan yang sebesar US$ 63,37 juta. Namun, dengan tarif ekspor yang tinggi dan daya saing yang semakin tergerus, PMMP menghadapi ancaman serius terhadap profitabilitasnya. Perusahaan ini bahkan telah mencatat kerugian sebesar US$ 15,26 juta (setara Rp240,07 miliar) pada kuartal ketiga 2024, jauh sebelum tarif baru ini resmi diberlakukan.

BACA JUGA:  Netanyahu Kaget Tentara IDF Robohkan Patung Yesus di Lebanon

Ekonom senior dari Permata Bank, Josua Pardede, dalam laporan CNBC juga mengingatkan bahwa kebijakan proteksionis dari Trump berpotensi melemahkan daya saing ekspor Indonesia secara umum, termasuk produk unggulan seperti perikanan, tekstil, alas kaki, dan furnitur. Dengan kontribusi AS sekitar 9–10% dari total ekspor Indonesia, penurunan volume ekspor dapat memicu defisit transaksi berjalan hingga mendekati 0,87% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2025.

Tak hanya PMMP, perusahaan lain yang turut terpukul adalah PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) yang bergerak di industri furnitur kayu. WOOD mencatat 90,27% dari total penjualannya senilai Rp2,79 triliun berasal dari pasar AS. Dengan beban pokok penjualan yang sudah melambung 38% (year on year) dan biaya operasional yang naik 2,26%, kebijakan Trump ini ibarat palu godam bagi stabilitas keuangan mereka.
Perusahaan otomotif dan suku cadang seperti PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) juga tak luput dari imbasnya, meski porsi ekspornya ke AS hanya sekitar 15,85% dari total pendapatan. Demikian pula dua raksasa industri kertas, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), yang turut mengandalkan pasar ekspor AS meskipun dalam porsi kecil.

BACA JUGA:  Langkah Baru Menuju Perdamaian: AS Tawarkan Proposal Konsesi Finansial dan Penghentian Militer kepada Iran

Bahkan produk consumer goods seperti Indomie milik PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan induknya, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), juga berisiko terdampak. Meski kontribusi ekspor mereka ke AS tergolong kecil, masing-masing 4,29% dan 2,85%, namun pertumbuhan distribusi global yang telah dibangun bertahun-tahun dapat terganggu.

Presiden Trump sendiri masih membuka ruang negosiasi hingga 1 Agustus 2025, namun sinyal yang diberikan tampak kurang bersahabat. Jika Indonesia tidak menunjukkan langkah mitigasi yang kuat dan diplomasi dagang yang agresif, maka tarif 32% akan resmi diberlakukan dan akan memperbesar tekanan pada neraca perdagangan dan nilai tukar rupiah.

Bagi PMMP—perusahaan yang dihubungkan dengan Kaesang—kondisi ini bisa menjadi momen penentu. Bila tidak ada langkah strategis untuk diversifikasi pasar dan efisiensi internal, kerugian berkelanjutan bisa menjadi pukulan reputasi bagi perusahaan yang terafiliasi dengan nama besar di politik nasional tersebut. Artikel ini dilansir dari laporan asli

CNBCIndonesia.com berjudul “Trump Ogah Bantu RI, Perusahaan Kayu-Udang Milik Kaesang Bisa Tekor!” yang tayang pada 10 Juli 2025.

Advertisement

Donald Trump Kaesang Pangarep Trump
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

Internasional

Iran Klaim Hantam Fasilitas Militer AS di Yordania dan Kuwait Lewat Serangan Rudal dan Drone

Berita Utama

Serangan Rudal dan Drone Iran di Yordania, 2 Tentara AS Tewas, 1 Hilang

Internasional

Tuai Kecaman, Trump Ancam Terapkan Tarif Kargo Selat Hormuz

BERITA TERBARU

Puisi Anak Binaan LPKA Sentuh Hati Tinawati Andra Soni pada Peringatan Hari Anak Nasional

Ketua DPD GRANAT Banten Kecam Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba Polres Tangsel dalam Kasus Narkotika

Diskominfo Kabupaten Serang Sosialisasikan Alur Pelayanan Digital Terpadu di Kramatwatu

Warga Kp. Sitoko Gelar Swadaya Cor Jalan, Minta Perhatian Pemkab Lebak & Pemprov Banten

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.