Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » MBS Buka Peluang Normalisasi dengan Israel, Tegaskan Negara Palestina sebagai Syarat Utama

MBS Buka Peluang Normalisasi dengan Israel, Tegaskan Negara Palestina sebagai Syarat Utama

Internasional Rabu, 19 November 2025 13:41 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), kembali menegaskan kesiapan kerajaan untuk bergabung dalam Abraham Accords—kesepakatan normalisasi yang digagas mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump—namun dengan syarat utama: adanya jalur pasti menuju pembentukan negara Palestina yang merdeka.

Dalam pernyataannya di Oval Office Gedung Putih, Selasa (18/11/2025) waktu setempat, MBS menyampaikan bahwa Riyadh tidak menutup pintu terhadap hubungan diplomatik resmi dengan Israel, tetapi proses tersebut harus berpijak pada solusi dua negara yang kredibel.

Advertisement

Menurut laporan AFP dan Al Arabiya, MBS mengatakan kepada wartawan bahwa Arab Saudi “ingin menjadi bagian dari Abraham Accords,” tetapi hanya jika ada langkah konkret menuju pendirian negara Palestina.

BACA JUGA:  Gempa Magnitudo 7,1 di Jepang Picu Ledakan dan Runtuhnya Aeon Mall Kumamoto, Belasan Orang Masih Hilang

“Kami ingin memastikan bahwa ada jalan yang jelas menuju solusi dua negara sebelum normalisasi dapat berlangsung,” ujar MBS, dengan Trump duduk di sampingnya.

Media seperti Reuters mencatat bahwa sikap MBS ini menggambarkan perubahan nada diplomatik Riyadh—lebih terbuka terhadap normalisasi, namun tetap mempertahankan posisi tradisional terkait isu Palestina.

Sementara The Guardian menyoroti bagaimana MBS berusaha menyeimbangkan kepentingan geopolitik regional dengan tekanan politik dari Washington.

Trump, yang memuji Abraham Accords sebagai salah satu pencapaian diplomatik terbesar masa kepemimpinannya, tampak mendorong Riyadh untuk mengambil langkah maju. Ia menyatakan bahwa Pangeran MBS memiliki “perasaan sangat baik” terhadap proses normalisasi yang sebelumnya telah melibatkan Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Maroko.

Namun sang Putra Mahkota kembali menekankan bahwa perdamaian kawasan adalah prioritas Arab Saudi, bukan sekadar normalisasi simbolik.

BACA JUGA:  Iran Klaim Hantam Fasilitas Militer AS di Yordania dan Kuwait Lewat Serangan Rudal dan Drone

“Kami menginginkan perdamaian bagi Israel. Kami menginginkan perdamaian bagi Palestina,” kata MBS.

“Kami ingin mereka dapat hidup berdampingan secara damai, dan kami akan melakukan yang terbaik untuk mewujudkannya.”

Abraham Accords sejak awal dipromosikan Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu sebagai terobosan diplomatik besar di Timur Tengah. Meski demikian, analis yang dikutip BBC International menyebut bahwa tanpa kemajuan nyata pada isu Palestina, dukungan Arab Saudi terhadap kesepakatan tersebut akan tetap bersyarat.

Dengan pernyataan tegas MBS di Gedung Putih, Riyadh mengirim pesan bahwa normalisasi dengan Israel memang mungkin, tetapi hanya jika Palestina mendapatkan posisi yang layak dalam peta diplomasi kawasan.

Advertisement

Israel Palestina Politik
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Internasional

Iran Tegaskan Diplomasi Jadi Jalan Keluar Konflik, Pembukaan Selat Hormuz Tunggu Syarat Terpenuhi

Internasional

Tiga Wilayah Bersatu Dorong Kemerdekaan, Masa Depan Inggris Raya Dipertanyakan

Internasional

Iran Ultimatum Korsel: Kehadiran Militer di Hormuz Bakal Dianggap Dukung AS

Berita Utama

Rentetan Ledakan Guncang Pulau Kharg Iran, Kapal Tanker Diklaim Jadi Sasaran

BERITA TERBARU

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Kapolda Banten Sampaikan Commander Wish Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat’

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version