Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Rusia Hormati Langkah RI Gabung BoP Gaza, Tegaskan Tak Ikut Serta

Rusia Hormati Langkah RI Gabung BoP Gaza, Tegaskan Tak Ikut Serta

Internasional Sabtu, 28 Februari 2026 14:26 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP) dan rencana pengiriman pasukan penjaga perdamaian ke Gaza mendapat respons dari Pemerintah Rusia. Moskow menegaskan menghormati langkah tersebut sebagai keputusan berdaulat Indonesia, meski Rusia sendiri tidak terlibat dalam mekanisme BoP.

Pernyataan itu disampaikan Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia, Sergei Tolchenov, dalam konferensi pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026).

Advertisement

“Kami menghormati keputusan berdaulat Indonesia dan memahami alasan di balik keputusan Presiden Prabowo Subianto,” kata Tolchenov.

Menurutnya, Rusia memahami keinginan Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto untuk melindungi rakyat Palestina serta mendorong solusi dua negara sebagai jalan keluar konflik di Timur Tengah.

“Presiden dan Menteri Luar Negeri Indonesia menyampaikan bahwa Indonesia tetap menginginkan solusi dua negara di Palestina dan Timur Tengah,” ujarnya.

BACA JUGA:  Serangan Rudal dan Drone Iran di Yordania, 2 Tentara AS Tewas, 1 Hilang

Namun demikian, Tolchenov menegaskan Rusia tidak berpartisipasi dalam pembentukan BoP dan tidak mendukung resolusi yang menjadi dasar pembentukannya. “Rusia tidak ikut serta dan bahkan tidak memberikan suara,” katanya.

Ia menilai mekanisme BoP tidak secara eksplisit memuat agenda solusi dua negara, termasuk pendirian atau pengakuan negara Palestina. Selain itu, ia menyoroti absennya perwakilan Palestina dalam struktur tersebut.

“Dalam BoP tidak ada pembahasan tentang solusi dua negara. Tidak ada soal pendirian atau pengakuan negara Palestina. Palestina juga tidak terwakili, sementara Israel ada,” ujarnya.

Tolchenov juga menyampaikan pandangan Moskow bahwa terdapat kemungkinan BoP dimanfaatkan oleh Amerika Serikat untuk kepentingan lain di luar konflik Gaza.

“Tampaknya Presiden Donald Trump dan Amerika ingin menggunakan BoP bukan hanya untuk Timur Tengah, tetapi juga sebagai kendaraan untuk menangani krisis regional lain,” katanya.

BACA JUGA:  Rentetan Ledakan Guncang Pulau Kharg Iran, Kapal Tanker Diklaim Jadi Sasaran

Menurutnya, BoP tidak merepresentasikan mayoritas kekuatan global karena sejumlah negara besar, termasuk Rusia dan China, tidak ikut serta dalam inisiatif tersebut.

Meski begitu, Rusia menegaskan tetap menghormati keputusan negara-negara yang memilih bergabung dan akan mencermati perkembangan ke depan.

“Proses ini baru dimulai. Kami tidak mengatakan mendukung, tetapi kami menghormati keputusan negara-negara yang bergabung dan akan melihat apa yang dilakukan,” ujarnya.

Tolchenov menegaskan Rusia tetap berkomitmen mendorong penyelesaian konflik Israel-Palestina melalui solusi dua negara. Rusia juga menyatakan telah mengakui negara Palestina dan menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui jalur bilateral.

“Tujuan akhirnya adalah dua negara di Timur Tengah, Israel dan Palestina. Kami memiliki jalur bilateral dan komunikasi langsung dengan para pemimpin Palestina,” pungkasnya.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Internasional

Unjuk Rasa Tuntut Biaya Hidup di Prancis Meluas ke Sejumlah Negara Eropa

Internasional

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

Internasional

Iran Tegaskan Diplomasi Jadi Jalan Keluar Konflik, Pembukaan Selat Hormuz Tunggu Syarat Terpenuhi

Internasional

Tiga Wilayah Bersatu Dorong Kemerdekaan, Masa Depan Inggris Raya Dipertanyakan

BERITA TERBARU

Hudi Nurhudiyat: Menguatkan Kearifan Lokal dan Tasawuf

Majelis Al Ma’arijul Wathon Bahas Kekeliruan Kebatinan, Tekankan Integrasi Syariat dan Hakikat

Prabowo Ungkap Alasan Koalisi Gemuk: Indonesia Sebesar Eropa, tapi Hanya Punya Satu Kabinet

KPK Surati Panglima TNI soal Dugaan Keterlibatan Prajurit Aktif dalam Korupsi Dana Bencana BNPB

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version