Advertisement
GazanaPublika.com, Jakarta – Keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP) dan rencana pengiriman pasukan penjaga perdamaian ke Gaza mendapat respons dari Pemerintah Rusia. Moskow menegaskan menghormati langkah tersebut sebagai keputusan berdaulat Indonesia, meski Rusia sendiri tidak terlibat dalam mekanisme BoP.
Pernyataan itu disampaikan Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia, Sergei Tolchenov, dalam konferensi pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026).
Advertisement
“Kami menghormati keputusan berdaulat Indonesia dan memahami alasan di balik keputusan Presiden Prabowo Subianto,” kata Tolchenov.
Menurutnya, Rusia memahami keinginan Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto untuk melindungi rakyat Palestina serta mendorong solusi dua negara sebagai jalan keluar konflik di Timur Tengah.
“Presiden dan Menteri Luar Negeri Indonesia menyampaikan bahwa Indonesia tetap menginginkan solusi dua negara di Palestina dan Timur Tengah,” ujarnya.
Namun demikian, Tolchenov menegaskan Rusia tidak berpartisipasi dalam pembentukan BoP dan tidak mendukung resolusi yang menjadi dasar pembentukannya. “Rusia tidak ikut serta dan bahkan tidak memberikan suara,” katanya.
Ia menilai mekanisme BoP tidak secara eksplisit memuat agenda solusi dua negara, termasuk pendirian atau pengakuan negara Palestina. Selain itu, ia menyoroti absennya perwakilan Palestina dalam struktur tersebut.
“Dalam BoP tidak ada pembahasan tentang solusi dua negara. Tidak ada soal pendirian atau pengakuan negara Palestina. Palestina juga tidak terwakili, sementara Israel ada,” ujarnya.
Tolchenov juga menyampaikan pandangan Moskow bahwa terdapat kemungkinan BoP dimanfaatkan oleh Amerika Serikat untuk kepentingan lain di luar konflik Gaza.
“Tampaknya Presiden Donald Trump dan Amerika ingin menggunakan BoP bukan hanya untuk Timur Tengah, tetapi juga sebagai kendaraan untuk menangani krisis regional lain,” katanya.
Menurutnya, BoP tidak merepresentasikan mayoritas kekuatan global karena sejumlah negara besar, termasuk Rusia dan China, tidak ikut serta dalam inisiatif tersebut.
Meski begitu, Rusia menegaskan tetap menghormati keputusan negara-negara yang memilih bergabung dan akan mencermati perkembangan ke depan.
“Proses ini baru dimulai. Kami tidak mengatakan mendukung, tetapi kami menghormati keputusan negara-negara yang bergabung dan akan melihat apa yang dilakukan,” ujarnya.
Tolchenov menegaskan Rusia tetap berkomitmen mendorong penyelesaian konflik Israel-Palestina melalui solusi dua negara. Rusia juga menyatakan telah mengakui negara Palestina dan menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui jalur bilateral.
“Tujuan akhirnya adalah dua negara di Timur Tengah, Israel dan Palestina. Kami memiliki jalur bilateral dan komunikasi langsung dengan para pemimpin Palestina,” pungkasnya.
Advertisement
Advertisement
