Advertisement
GazanaPublika.com, Jakarta — Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa perang yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam Iran telah gagal mencapai tujuannya.
Dalam pernyataannya yang dikutip media Al Jazeera pada Selasa (10/3/2026), Araghchi menilai strategi awal Washington dan Tel Aviv tidak berjalan sesuai rencana.
Advertisement
“Rencana A gagal, dan sekarang mereka mencoba rencana lain, tetapi semuanya juga gagal,” kata Araghchi.
Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat dan Israel dinilai tidak memiliki tujuan akhir yang jelas dalam operasi militer tersebut. Menurutnya, kondisi itu membuat serangan dilakukan tanpa arah yang pasti dan berdampak pada wilayah sipil.
Araghchi menuding kedua negara tersebut melancarkan serangan tanpa pandang bulu ke daerah permukiman serta menargetkan infrastruktur energi Iran. Serangan terhadap fasilitas energi itu, kata dia, turut memicu lonjakan harga minyak dunia.
“Mereka gagal mencapai tujuan mereka di awal, dan sekarang, setelah 10 hari, saya pikir mereka tidak memiliki tujuan,” ujar Araghchi.
Dalam wawancara terpisah dengan PBS News, Araghchi juga menegaskan bahwa kemungkinan dialog kembali dengan Amerika Serikat hampir tertutup setelah pengalaman yang ia sebut sebagai ‘pengalaman yang sangat pahit’ dalam perundingan nuklir sebelumnya.
“Mereka berjanji kepada kami bahwa mereka tidak memiliki niat untuk menyerang kami, dan mereka ingin menyelesaikan masalah nuklir Iran secara damai dan menemukan solusi yang dinegosiasikan,” kata Araghchi.
“Namun, mereka tetap memutuskan untuk menyerang kami,” ujarnya.
Karena itu, ia menegaskan bahwa pembicaraan ulang dengan Washington bukan lagi menjadi opsi yang sedang dipertimbangkan oleh Teheran.
“Saya rasa pertanyaan tentang berdialog dengan Amerika… sekali lagi tidak akan dipertimbangkan,” tandasnya.
Advertisement
Advertisement
