Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Trump Sebut Konflik dengan Iran ‘Pertempuran Kecil’, Klaim Operasi Ofensif Telah Berakhir

Trump Sebut Konflik dengan Iran ‘Pertempuran Kecil’, Klaim Operasi Ofensif Telah Berakhir

Internasional Rabu, 6 Mei 2026 21:06 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Presiden Donald Trump kembali memantik perhatian publik internasional setelah menyebut konflik militer Amerika Serikat dengan Iran hanya sebagai ‘pertempuran kecil’, di tengah situasi geopolitik yang masih menyisakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat menghadiri agenda terkait kebugaran fisik anak-anak Amerika di Ruang Oval, Gedung Putih, Selasa (5/5) waktu setempat. Dalam kesempatan itu, Trump menegaskan bahwa Washington tidak melihat Iran sebagai lawan yang memiliki peluang strategis dalam konfrontasi tersebut.

Advertisement

“Kita berada dalam pertempuran kecil militer. Saya menyebutnya pertempuran kecil, karena Iran tidak punya peluang. Mereka tidak pernah punya. Mereka tahu itu,” ujar Trump.

Pernyataan tersebut mempertegas pola komunikasi politik Trump yang beberapa kali berupaya mereduksi skala konflik. Sebelumnya, ia sempat menyebut eskalasi militer itu sebagai ‘perang mini’ dan pada kesempatan lain menggambarkannya sebagai ‘ekspedisi kecil’, meski operasi militer Amerika terhadap Iran memicu perhatian global dan menuai perdebatan politik di dalam negeri Amerika Serikat.

BACA JUGA:  Iran Ultimatum Korsel: Kehadiran Militer di Hormuz Bakal Dianggap Dukung AS

Di tengah narasi Trump yang mengecilkan intensitas konflik, Menteri Luar Negeri Marco Rubio justru mengumumkan bahwa fase ofensif operasi militer Amerika terhadap Iran telah resmi berakhir. Operasi yang diberi nama ‘Epic Fury’ itu, kata Rubio, telah menyelesaikan target utamanya.

“Operasi telah berakhir — Epic Fury — kami sudah selesai dengan tahap itu,” kata Rubio kepada wartawan di Gedung Putih. Pemerintah Amerika kini disebut beralih pada fase baru yang lebih berorientasi defensif, termasuk pengamanan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz melalui misi lanjutan bertajuk ‘Project Freedom’.

Pernyataan Gedung Putih bahwa perang telah berakhir melalui skema gencatan senjata juga memiliki dimensi hukum-politik. Dengan deklarasi tersebut, pemerintahan Trump menghindari keharusan meminta otorisasi Kongres atas konflik bersenjata yang berlangsung melebihi 60 hari, sebagaimana diatur dalam War Powers Resolution.

BACA JUGA:  Gempa Magnitudo 7,1 di Jepang Picu Ledakan dan Runtuhnya Aeon Mall Kumamoto, Belasan Orang Masih Hilang

Meski Washington menyatakan fase ofensif telah usai, dinamika hubungan Amerika Serikat dan Iran masih jauh dari benar-benar reda. Jalur diplomasi, keamanan kawasan, dan stabilitas perdagangan energi global kini menjadi ujian berikutnya dalam hubungan dua negara yang selama puluhan tahun berada dalam ketegangan.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Internasional

Unjuk Rasa Tuntut Biaya Hidup di Prancis Meluas ke Sejumlah Negara Eropa

Internasional

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

Internasional

Iran Tegaskan Diplomasi Jadi Jalan Keluar Konflik, Pembukaan Selat Hormuz Tunggu Syarat Terpenuhi

Internasional

Tiga Wilayah Bersatu Dorong Kemerdekaan, Masa Depan Inggris Raya Dipertanyakan

BERITA TERBARU

Survei SMRC: Tanpa KDM, Gibran Ungguli Prabowo dalam Simulasi Pilpres

Wajib Halal Diundur hingga 2028, Menteri UMKM Ungkap Biaya Jadi Kendala

Bahasa Jawa Menggema di Parlemen Malaysia, Kalam Salan Kritik Dampak Karhutla RI

Hudi Nurhudiyat: Menguatkan Kearifan Lokal dan Tasawuf

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version