Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Iran Desak Akhiri Perang Timur Tengah, Trump Tolak Proposal Balasan Teheran

Iran Desak Akhiri Perang Timur Tengah, Trump Tolak Proposal Balasan Teheran

Internasional Senin, 11 Mei 2026 19:43 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Teheran — Ketegangan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah pemerintah Iran menyerukan penghentian konflik di kawasan Timur Tengah sekaligus menuntut pencairan aset-aset negaranya yang selama ini dibekukan di luar negeri. Tuntutan tersebut disampaikan sebagai bagian dari proposal balasan Teheran terhadap Amerika Serikat yang kemudian ditolak Presiden AS, Donald Trump.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa Iran tidak meminta konsesi di luar hak-hak yang menurut mereka sah dan seharusnya dipenuhi oleh pihak internasional.

Advertisement

“Kami tidak menuntut konsesi apa pun. Satu-satunya yang kami tuntut adalah hak-hak sah Iran,” ujar Baghaei dalam konferensi pers di Teheran, Senin (11/5/2026).

Menurut Baghaei, tuntutan utama Iran mencakup penghentian perang di kawasan Timur Tengah, penghentian blokade angkatan laut AS, serta pembebasan aset-aset Iran yang disebut telah lama tertahan secara tidak adil di bank-bank asing.

BACA JUGA:  Gencatan Senjata Diperpanjang, Militer AS Tetap Siaga: Iran Sebut ‘Tak Berarti Apa-Apa’

Laporan media pemerintah Iran, Press TV, menyebut proposal balasan Teheran juga menuntut kompensasi penuh atas kerusakan perang dari Amerika Serikat. Selain itu, Iran meminta pengakuan terhadap kedaulatannya atas Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan minyak dunia yang selama ini menjadi titik penting dalam dinamika geopolitik kawasan.

Dalam proposal tersebut, Iran juga meminta seluruh sanksi terhadap negaranya dicabut serta aset-aset yang dibekukan segera dicairkan. Media Iran menyebut proposal itu dikirim melalui mediator Pakistan dan diteruskan kepada pemerintah AS pada Minggu (10/5) waktu setempat.

Teheran menilai proposal itu menegaskan hak-hak fundamental bangsa Iran di tengah meningkatnya tekanan politik dan ekonomi dari Barat.

Namun, respons keras datang dari Presiden AS Donald Trump. Melalui akun Truth Social miliknya, Trump mengaku telah membaca proposal balasan Iran dan langsung menyatakan penolakannya.

BACA JUGA:  AS Pertimbangkan Lanjutkan Operasi Militer ke Iran dengan Nama Baru

“Saya baru saja membaca tanggapan dari apa yang disebut ‘Perwakilan’ Iran. Saya tidak menyukainya, sama sekali tidak dapat diterima!” tulis Trump.

Penolakan tersebut memperlihatkan masih lebarnya jarak posisi politik antara Washington dan Teheran di tengah upaya negosiasi yang berlangsung melalui jalur tidak langsung.

Sementara itu, kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim News Agency, menilai sikap Trump tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap posisi Teheran. Media tersebut bahkan menyebut penolakan Trump sebagai sesuatu yang “sama sekali tidak penting”.

Situasi ini menambah panjang daftar ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang dalam beberapa tahun terakhir terus diwarnai konflik diplomatik, sanksi ekonomi, hingga persoalan keamanan kawasan. Di tengah kondisi Timur Tengah yang belum stabil, seruan Iran untuk menghentikan perang di kawasan menjadi bagian dari manuver politik yang juga dibarengi tuntutan pemulihan hak ekonomi dan kedaulatan negaranya.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

Internasional

Iran Klaim Hantam Fasilitas Militer AS di Yordania dan Kuwait Lewat Serangan Rudal dan Drone

Berita Utama

Serangan Rudal dan Drone Iran di Yordania, 2 Tentara AS Tewas, 1 Hilang

Internasional

Tuai Kecaman, Trump Ancam Terapkan Tarif Kargo Selat Hormuz

BERITA TERBARU

Ketua DPD GRANAT Banten Kecam Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba Polres Tangsel dalam Kasus Narkotika

Diskominfo Kabupaten Serang Sosialisasikan Alur Pelayanan Digital Terpadu di Kramatwatu

Warga Kp. Sitoko Gelar Swadaya Cor Jalan, Minta Perhatian Pemkab Lebak & Pemprov Banten

Pembangunan Rumah Ratusan Juta di Baleendah Disorot, Status Kepemilikan Lahan Diragukan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.