Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Gencatan Senjata Diperpanjang, Militer AS Tetap Siaga: Iran Sebut ‘Tak Berarti Apa-Apa’

Gencatan Senjata Diperpanjang, Militer AS Tetap Siaga: Iran Sebut ‘Tak Berarti Apa-Apa’

Internasional Rabu, 22 April 2026 11:26 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Keputusan Donald Trump untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tidak serta-merta meredakan tensi. Di balik pengumuman tersebut, militer Amerika Serikat justru menunjukkan sinyal berbeda: tetap siaga penuh dan terus memperkuat kesiapan tempur.

Melalui pernyataan resmi di media sosial, United States Central Command (CENTCOM) menegaskan bahwa pasukannya tidak mengendurkan kewaspadaan. Pesan itu disertai klip video yang menampilkan aktivitas militer—mulai dari pesawat tempur, kapal perang, hingga personel di lapangan—yang menggambarkan kesiapan operasional tetap berjalan.

Advertisement

Dalam konferensi pers bersama Pete Hegseth, Komandan CENTCOM Brad Cooper menegaskan bahwa gencatan senjata bukan berarti berhenti beradaptasi.

“Kami sedang mempersenjatai kembali. Kami sedang memperbarui peralatan, dan kami sedang menyesuaikan taktik, teknik, dan prosedur kami,” kata Cooper.
“Tidak ada militer di dunia yang menyesuaikan diri seperti yang kami lakukan, dan itulah yang sedang kami lakukan saat ini selama gencatan senjata,” sambungnya.

BACA JUGA:  Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

Sementara itu, Trump menegaskan bahwa perpanjangan gencatan senjata tidak mengubah kebijakan strategis lainnya. Ia memastikan blokade terhadap pelabuhan Iran tetap dilanjutkan.

“Saya telah mengarahkan militer kami untuk melanjutkan blokade dan, dalam segala hal lainnya, tetap siap dan mampu,” ujar Trump.

Dari pihak Iran, respons yang muncul jauh dari nada kompromi. Penasihat Ketua Parlemen Iran, Mahdi Mohammadi, secara tegas menolak makna dari langkah Washington tersebut.

“Perpanjangan gencatan senjata Trump tidak berarti apa-apa,” kata Mohammadi.
Ia bahkan menilai langkah itu sebagai bagian dari strategi militer Amerika Serikat untuk mengulur waktu sebelum kemungkinan melancarkan serangan lanjutan.

BACA JUGA:  Intelijen Ukraina Klaim 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

“Perpanjangan gencatan senjata Trump jelas merupakan taktik untuk mengulur waktu demi serangan mendadak. Saatnya bagi Iran untuk mengambil inisiatif telah tiba,” ujarnya.

Situasi ini menunjukkan bahwa meski secara formal gencatan senjata diperpanjang, dinamika di lapangan masih sarat ketegangan. Di satu sisi, Amerika Serikat memperpanjang jeda konflik; di sisi lain, kesiapan militer tetap ditingkatkan. Sementara itu, Iran justru membaca langkah tersebut sebagai sinyal ancaman baru—bukan peluang damai.

Ketegangan yang belum surut ini menempatkan kawasan pada posisi rapuh, di mana ‘gencatan senjata’ belum tentu berarti meredanya potensi konflik.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Internasional

Unjuk Rasa Tuntut Biaya Hidup di Prancis Meluas ke Sejumlah Negara Eropa

Internasional

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

Internasional

Iran Tegaskan Diplomasi Jadi Jalan Keluar Konflik, Pembukaan Selat Hormuz Tunggu Syarat Terpenuhi

Internasional

Tiga Wilayah Bersatu Dorong Kemerdekaan, Masa Depan Inggris Raya Dipertanyakan

BERITA TERBARU

Survei SMRC: Tanpa KDM, Gibran Ungguli Prabowo dalam Simulasi Pilpres

Wajib Halal Diundur hingga 2028, Menteri UMKM Ungkap Biaya Jadi Kendala

Bahasa Jawa Menggema di Parlemen Malaysia, Kalam Salan Kritik Dampak Karhutla RI

Hudi Nurhudiyat: Menguatkan Kearifan Lokal dan Tasawuf

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version