Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka

Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka

Internasional Kamis, 14 Mei 2026 21:40 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali menjadi perhatian dunia setelah Gedung Putih mengungkap hasil pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing. Dalam pembicaraan tersebut, kedua pemimpin disebut sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka demi menjaga kelancaran arus energi global.

Pernyataan itu disampaikan Gedung Putih pada Kamis (14/5/2026), menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan sejak pecahnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran pada akhir Februari lalu.

Advertisement

“Kedua pihak sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk mendukung arus energi yang bebas,” demikian pernyataan resmi Gedung Putih.

Pertemuan antara Trump dan Xi juga disebut berlangsung “baik” di tengah meningkatnya kekhawatiran dunia terhadap stabilitas jalur energi internasional.

BACA JUGA:  Tiga Wilayah Bersatu Dorong Kemerdekaan, Masa Depan Inggris Raya Dipertanyakan

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. Sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas global melintasi kawasan tersebut setiap harinya. Namun sejak perang berkecamuk, Iran melakukan pemblokiran aktivitas perlintasan di selat tersebut sebagai bagian dari respons terhadap tekanan militer yang terjadi di kawasan.

Langkah Teheran memicu dampak ekonomi besar, terutama terhadap negara-negara pengimpor energi di Asia. Amerika Serikat kemudian merespons dengan memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, meskipun gencatan senjata rapuh mulai berlaku sejak 8 April lalu.

China menjadi salah satu negara yang paling terdampak oleh terganggunya jalur distribusi energi tersebut. Berdasarkan analisis perusahaan maritim Kpler, lebih dari separuh impor minyak mentah China yang dikirim melalui jalur laut berasal dari Timur Tengah dan sebagian besar melewati Selat Hormuz.

BACA JUGA:  Trump Klaim Kuasai Selat Hormuz, Kenyataannya Tidak

Gedung Putih juga mengklaim bahwa Xi Jinping menyatakan ketertarikan untuk meningkatkan pembelian minyak dari Amerika Serikat guna mengurangi ketergantungan China terhadap jalur Selat Hormuz di masa mendatang.

Namun demikian, pernyataan resmi pemerintah China mengenai pertemuan tersebut tidak secara spesifik menyebut adanya rencana peningkatan impor minyak Amerika Serikat.

Di tengah situasi global yang masih belum stabil, sikap bersama Washington dan Beijing mengenai pentingnya keterbukaan Selat Hormuz dinilai menjadi sinyal bahwa dua kekuatan ekonomi terbesar dunia itu memiliki kepentingan yang sama dalam menjaga stabilitas pasokan energi internasional.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Internasional

Unjuk Rasa Tuntut Biaya Hidup di Prancis Meluas ke Sejumlah Negara Eropa

Internasional

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

Internasional

Iran Tegaskan Diplomasi Jadi Jalan Keluar Konflik, Pembukaan Selat Hormuz Tunggu Syarat Terpenuhi

Internasional

Tiga Wilayah Bersatu Dorong Kemerdekaan, Masa Depan Inggris Raya Dipertanyakan

BERITA TERBARU

Survei SMRC: Tanpa KDM, Gibran Ungguli Prabowo dalam Simulasi Pilpres

Wajib Halal Diundur hingga 2028, Menteri UMKM Ungkap Biaya Jadi Kendala

Bahasa Jawa Menggema di Parlemen Malaysia, Kalam Salan Kritik Dampak Karhutla RI

Hudi Nurhudiyat: Menguatkan Kearifan Lokal dan Tasawuf

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version