Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Hasil Terbaru Penembakan Mantan Presiden Amerika Donald Trump

Hasil Terbaru Penembakan Mantan Presiden Amerika Donald Trump

Berita Utama Selasa, 16 Juli 2024 15:59 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto Thomas Matthew Crooks, pelaku penembakan Donald Trump, yang berusia 20 tahun. (AFP/HANDOUT) (sumber: CNNIndonesia.com

Advertisement

GazanaPublika.com – Sejumlah detail baru terkait penembakan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada akhir pekan lalu terungkap,  menyusul penyelidikan yang masih berlangsung. Sumber keamanan yang terlibat dalam penyelidikan mengatakan kepada CNN bahwa sejumlah petugas penembak jitu ditempatkan di dalam gedung yang sama tempat pelaku penembakan, Thomas Matthew Crooks, melancarkan aksinya.

Crooks membawa senapan semi-otomatis jenis AR-style 556 dan melancarkan aksinya dari sebuah atap gedung yang berjarak hanya 150 meter kurang dari podium tempat Trump berkampanye di Pennsylvania pada Sabtu (13/7).

Advertisement

Menurut sumber keamanan yang dikutip CNN, tim penembak jitu itu berasal dari Unit Layanan Darurat Wilayah Butler, Pennsylvania, atau lembaga keamanan setempat. Tim tersebut berada di lantai dua gedung tersebut saat kampanye Trump berlangsung. Sementara itu, Crooks melancarkan penembakan dari atap gedung tersebut.

Detail baru ini semakin menambah pertanyaan dan kritikan terhadap lembaga keamanan terutama polisi setempat dan Secret Service yang dinilai memegang tanggung jawab utama mengamankan Trump. Banyak pihak menilai penembakan Trump merupakan kegagalan terbesar Secret Service sejak penembakan Presiden Ronald Regan pada 1981 lalu.

BACA JUGA:  Prabowo Sindir Pihak Keluhkan Beras Mahal: "Suruh Ikut Tanam Padi Sendiri, Kami Siapkan Lahannya"

Kongres AS, terutama dari fraksi Partai Republik, bakal menyelidiki bagaimana Crooks tampaknya bisa luput dari pengawasan Secret Service. “Jika ada atap yang berada dalam jangkauan tembak seorang presiden atau calon presiden, maka Dinas Rahasia lah yang harus berada di atap tersebut,” kata Richard Painter, pejabat Gedung Putih di bawah pemerintahan George W. Bush dan sekarang menjadi profesor hukum di Universitas Amerika, Minnesota.

Painter menganggap penembakan Trump sebagai “kegagalan keamanan yang mengerikan.” “Penembak berada di luar perimeter Secret Service. Perimeter macam apa itu? Kita tahu bahwa orang gila mana pun dapat dengan mudah membeli senapan berkekuatan tinggi di Amerika Serikat. Perimeternya harus sejauh mata memandang,” ujarnya lagi.

BACA JUGA:  Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU 2026–2031, AHWA Tetapkan Secara Mufakat

Pelaku penembakan, Thomas Matthew Crooks, merupakan staf di panti jompo di Pennsylvania yang baru lulus SMA pada 2022 lalu. Biro Investigasi Federal (FBI) mengatakan Crooks selama ini tak memiliki riwayat kriminal maupun masuk dalam radar aparat keamanan. Karena itu, aparat masih sulit mengungkap motif di balik aksi Crooks yang akhirnya merenggut nyawanya sendiri.

Berdasarkan penyelidikan sejauh ini, Crooks tidak terlibat organisasi apa pun dan tidak mengunggah sesuatu yang mencurigakan di media sosialnya. Namun, sejumlah mantan teman sekolahnya mengaku bahwa Crooks orang yang pendiam dan pernah menjadi target bullying teman-temannya. Dikutip Channel NewsAsia, Crooks juga pernah ikut tim penembak senapan di SMA, namun keluar karena dinilai tidak memiliki keahlian menembak.

Sumber: CNNIndonesia.com

Advertisement

Donald Trump Trump
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Intelijen Ukraina Klaim 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

Berita Utama

Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU 2026–2031, AHWA Tetapkan Secara Mufakat

Berita Utama

Tol Dalam Kota Kembali Ditutup, Aksi Massa Picu Kepadatan di Pejompongan-Slipi

Berita Utama

Aktivis AMPB Kecewa Puan Maharani Tak Temui Massa Aksi Secara Langsung

BERITA TERBARU

Gerakan 9 Bersama AMPP Gelar Aksi, Soroti Dugaan Buruknya Kualitas Jalan Program Bang Andra di Lebak Selatan

Kasus Uun Berujung Restorative Justice, Ada Apa?

Haidar Widodo Ingatkan RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Pisau Bermata Dua

Ahok Khawatir UU Perampasan Aset Disalahgunakan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.