Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Serangan Drone Rusia Guncang Kiev , AS Tolak Permintaan Bantuan Ukraina

Serangan Drone Rusia Guncang Kiev , AS Tolak Permintaan Bantuan Ukraina

Internasional Minggu, 8 September 2024 5:58 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto: CNBCIndonesia.com

Advertisement

GazanaPublika.com – Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa Rusia meluncurkan 67 drone Shahed ke Kiev pada Sabtu, 7 September 2024. Dari serangan tersebut, Ukraina mengklaim berhasil menembak jatuh 57 drone. Informasi ini disampaikan melalui aplikasi pesan Telegram oleh pihak militer Ukraina.

Menurut laporan dari Reuters, puing-puing drone terlihat berserakan di sekitar gedung parlemen di pusat kota Kiev. Seorang legislator Ukraina mengonfirmasi penemuan ini, menambahkan bahwa serangan langsung ke pusat ibu kota jarang terjadi mengingat lokasinya yang jauh dari garis depan dan dilindungi oleh sistem pertahanan udara canggih, termasuk teknologi era Soviet serta bantuan dari negara-negara Barat.

Advertisement

Beberapa bagian drone terlihat tergeletak di sekitar gedung parlemen, salah satunya ditemukan di pintu masuk utama, sementara bagian lain berupa lempengan logam berserakan di sekitar area. Koresponden Reuters melaporkan suara ledakan besar yang terjadi sekitar pukul 3 pagi waktu setempat, membangunkan penduduk Kiev dengan gemuruh yang mengguncang seluruh kota.

BACA JUGA:  Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

Sejak dimulainya invasi Rusia pada Februari 2022, Moskow telah meluncurkan lebih dari 1.000 serangan dengan rudal dan drone Shahed buatan Iran ke wilayah Ukraina. Drone tersebut menjadi pilihan bagi Rusia karena harganya yang relatif murah dibandingkan dengan rudal presisi tinggi yang lebih mahal dan sulit diproduksi.

Drone Shahed memiliki kecepatan terbang hingga 200 kilometer per jam dan dirancang untuk terbang rendah, sehingga sulit terdeteksi radar dan menghasilkan sedikit jejak panas. Ukraina menyebutkan bahwa drone-drone tersebut diluncurkan dari wilayah perbatasan Rusia dan daerah yang diduduki Rusia, termasuk Semenanjung Krimea.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, menolak permintaan Ukraina untuk menggunakan senjata jarak jauh milik AS untuk menyerang Rusia. Hal ini menjadi respons atas desakan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang meminta bantuan rudal dari negara-negara Barat untuk menyerang bandara di Rusia. Meski menolak permintaan tersebut, Austin menegaskan bahwa Amerika Serikat dan sekutunya akan terus memberikan dukungan kepada Ukraina, termasuk tambahan bantuan senilai US$250 juta.

BACA JUGA:  Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

Austin juga menyebut bahwa senjata jarak jauh tidak akan secara signifikan mengubah jalannya peperangan. Menurutnya, Ukraina sudah memiliki kemampuan yang cukup, termasuk drone dan rudal, untuk menjangkau target-target di Rusia.

Sumber: CNBCIndonesia.com

Advertisement

Kota Serang Rusia Teknologi Ukraina
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Internasional

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

Internasional

Iran Tegaskan Diplomasi Jadi Jalan Keluar Konflik, Pembukaan Selat Hormuz Tunggu Syarat Terpenuhi

Internasional

Tiga Wilayah Bersatu Dorong Kemerdekaan, Masa Depan Inggris Raya Dipertanyakan

Internasional

Iran Ultimatum Korsel: Kehadiran Militer di Hormuz Bakal Dianggap Dukung AS

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version