Advertisement
GazanaPublika.com – Montenegro dihebohkan oleh insiden penembakan massal yang menewaskan 10 orang di Kota Cetinje pada Rabu (1/1/2024), dikutip dari CNNIndonesia.com. Peristiwa ini menjadi salah satu tragedi terburuk dalam sejarah negara Balkan tersebut.
Pelaku diidentifikasi sebagai Aleksandar Martinov (45). Berdasarkan laporan polisi, Martinov memulai aksinya di sebuah kafe di Cetinje, menembak empat orang hingga tewas. Setelah itu, ia berpindah ke tiga lokasi lain dan menembak secara membabi buta, menyebabkan korban berjatuhan.
Advertisement
Korban terdiri dari berbagai kelompok, termasuk seorang anggota keluarga pelaku, dua anak, serta tiga orang lainnya. Selain itu, empat orang mengalami luka serius dan sedang dirawat intensif.
Setelah melancarkan aksinya, Martinov melarikan diri ke area perbukitan. Pihak kepolisian Montenegro, termasuk unit khusus dan anti-teroris, tengah melakukan pencarian intensif. Direktur Polisi Lazar Scepanovic mengatakan pencarian melibatkan penggunaan drone untuk melacak keberadaan pelaku.
“Kami telah mempersempit area pencarian dan akan menggunakan segala cara untuk menangkapnya,” ujar Scepanovic.
Ia menambahkan bahwa Martinov diduga mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar sebelum melakukan penembakan. Namun, insiden ini diyakini tidak terkait dengan kejahatan terorganisir.
Perdana Menteri Montenegro, Milojko Spajic, menyebut insiden ini sebagai “tragedi mengerikan.” Ia mengumumkan tiga hari berkabung nasional sebagai penghormatan kepada para korban.
Meski Montenegro dikenal memiliki budaya senjata api yang kuat, penembakan massal jarang terjadi di negara tersebut. Tragedi ini mengejutkan masyarakat dan menjadi peringatan akan perlunya pengawasan lebih ketat terhadap kepemilikan senjata api.
Advertisement
