Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Kok Trump Jadi Kendor Ketika Kebijakannya Dilawan China

Kok Trump Jadi Kendor Ketika Kebijakannya Dilawan China

Berita Utama Rabu, 23 April 2025 15:51 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com – Perang dagang antara Amerika Serikat dan China kembali menjadi sorotan dunia, namun kali ini dengan nada yang sedikit lebih sejuk. Presiden AS Donald Trump memberi sinyal bahwa tarif tinggi terhadap produk impor dari China kemungkinan besar akan diturunkan secara signifikan.

Isyarat ini muncul dari pernyataan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dalam sebuah forum tertutup yang diselenggarakan oleh JPMorgan Chase pada Selasa (22/4) waktu setempat. Dalam forum itu, Bessent menegaskan bahwa ketegangan dagang antara Washington dan Beijing “tidak bisa terus dibiarkan berlangsung” dan perlu segera diredakan.

Advertisement

Menurut laporan AFP, Rabu (23/4/2025), Bessent mengakui bahwa kebijakan tarif tinggi yang diberlakukan tahun ini telah menyerupai embargo dagang dua arah. Namun, ia menyampaikan harapan agar eskalasi ini segera menemukan titik balik.

“Presiden memperkirakan tarif yang sangat tinggi terhadap banyak produk China akan turun secara substansial,” ujar Bessent, mengutip pandangan Trump dalam forum tersebut.

BACA JUGA:  Serangan Rudal dan Drone Iran di Yordania, 2 Tentara AS Tewas, 1 Hilang

Sumber yang hadir dalam forum itu menyebut bahwa penurunan tarif ini diharapkan memberi sedikit kelegaan bagi pelaku pasar yang selama ini waspada atas ketidakpastian dagang dua raksasa ekonomi dunia.

Tarif Ekstrem dan Paradoks Kebijakan

Sejak Trump kembali menduduki Gedung Putih pada Januari lalu, pemerintahan AS telah menerapkan tarif tambahan hingga 145% terhadap berbagai produk asal China. Langkah itu disebut sebagai respons terhadap dugaan pelanggaran dalam rantai pasokan fentanil serta berbagai praktik perdagangan yang dianggap tidak adil oleh Washington.

Namun, Trump kini terlihat mulai merevisi pendekatannya. Dalam pernyataan terbarunya, ia mengakui bahwa tarif sebesar itu “sangat tinggi” dan menyiratkan bahwa skala tersebut akan direvisi.

“Mereka (China) tidak akan dikenai tarif setinggi itu lagi,” kata Trump. “Tapi juga tidak akan menjadi nol,” tambahnya, memberi sinyal bahwa kompromi mungkin sedang dipertimbangkan.

BACA JUGA:  Teheran Tertawakan Pembatalan Operasi Militer AS, Sebut Sikap Washington Pengecut

China Balas, Tapi Masih Buka Pintu Dialog

Menanggapi langkah Washington, Beijing tidak tinggal diam. Pemerintah China memberlakukan tarif balasan sebesar 125% terhadap produk-produk dari AS. Presiden Xi Jinping sendiri menegaskan bahwa perang dagang hanya akan membawa kerugian bagi kedua belah pihak dan tak sejalan dengan kepentingan jangka panjang.
Awal pekan ini, China juga mengirim sinyal ke negara-negara mitra dagang agar tak ikut-ikutan merugikan China lewat kesepakatan yang berat sebelah.

Isyarat Damai di Tengah Tekanan Global

Gedung Putih lewat Sekretaris Pers Karoline Leavitt turut menyuarakan kemungkinan adanya pembicaraan damai. Ia menyebut bahwa pemerintahan Trump “sedang menyiapkan panggung” untuk perundingan dengan China, dan menyebut bola saat ini “bergerak ke arah yang positif”.

“Ada perasaan kuat bahwa semua pihak ingin melihat tercapainya sebuah kesepakatan perdagangan,” katanya kepada awak media. ***

Advertisement

China Donald Trump Trump
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

Berita Utama

Fokus Jalani Pengobatan Jantung, Nanik S Deyang Mengundurkan Diri dari Jabatan Kepala Badan Gizi Nasional

Internasional

Iran Klaim Hantam Fasilitas Militer AS di Yordania dan Kuwait Lewat Serangan Rudal dan Drone

Berita Utama

Mensesneg Minta Hotman Jangan Kaitkan Kasus Febrie Adriansyah dengan Presiden

BERITA TERBARU

Puisi Anak Binaan LPKA Sentuh Hati Tinawati Andra Soni pada Peringatan Hari Anak Nasional

Ketua DPD GRANAT Banten Kecam Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba Polres Tangsel dalam Kasus Narkotika

Diskominfo Kabupaten Serang Sosialisasikan Alur Pelayanan Digital Terpadu di Kramatwatu

Warga Kp. Sitoko Gelar Swadaya Cor Jalan, Minta Perhatian Pemkab Lebak & Pemprov Banten

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.