Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Milad Kedua TTKKBI Meriahkan Kota Serang: Perpaduan Tradisi, Silaturahmi, dan Spirit Karuhun

Milad Kedua TTKKBI Meriahkan Kota Serang: Perpaduan Tradisi, Silaturahmi, dan Spirit Karuhun

Nasional Minggu, 19 Oktober 2025 8:09 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Ketua Umum TTKKBI H. Tubagus Arif Hidayat saat memberikan sambutan di dalam acara milad kedua TTKKBI dan gelar ritual keceran di Jalan Lontar Baru Kota Serang pada Sabtu (18/10/2025)

Advertisement

GazanaPublika.com,   Serang, Gazana Publika — Suasana Jalan Lontar Baru, Kota Serang, pada Sabtu malam (18/10/2025) dipenuhi aura kebersamaan dan semangat kebudayaan. Ratusan pendekar, sesepuh, dan pegiat seni bela diri tradisional berkumpul dalam Milad Kedua Tjimande Tarikolot Karuhun Banten Indonesia (TTKKBI) yang dipadukan dengan Ritual Keceran, sebuah tradisi sakral dalam dunia persilatan.

Acara yang berlangsung sejak siang pukul 14.00 WIB hingga malam itu bukan sekadar perayaan ulang tahun, melainkan juga momentum mempererat tali silaturahmi antaraliran pencak silat dari berbagai daerah. Awal acara dimulai dengan pertunjukan silat dari paguruan-paguruan yang ada di wilayah Banten. Lalu pada sore harinya, acara dilanjutkan dengan santunan 100 anak yatim.

Advertisement

Pelaksanaan santunan 100 anak yatim

Deretan tokoh penting TTKKBI tampak hadir, di antaranya Ketua DPW I Banten H. Hudi Nurhudiyat, Ketua DPW I Jakarta Uyut Niko Sarante, Ketua DPW I Jawa Barat Erin Rahmat, dan Ketua DPW I Lampung Hengki Malonda beserta seluruh jajarannya. Tak ketinggalan, hadir pula perwakilan DPW II dari berbagai wilayah di Banten seperti Serang Timur dan Barat, Tangerang, Cilegon, serta Lebak.

Kehadiran mereka menegaskan bahwa TTKKBI bukan sekadar organisasi seni bela diri, tetapi juga rumah besar bagi keluarga besar pencak silat yang menjunjung tinggi nilai-nilai karuhun dan persaudaraan lintas wilayah.

Menjelang malam, tepat pukul 20.00 WIB, suasana berubah menjadi khidmat. Setelah sambutan dari Ketua Umum TTKKBI H. Tubagus Arif Hidayat, prosesi pemotongan tumpeng dilakukan sebagai simbol rasa syukur atas dua tahun perjalanan organisasi tersebut.

BACA JUGA:  Tuduhan Penyekapan Berbuntut Panjang, Kubu Hercules Resmi Laporkan Balik Anak Penulis Ahmad Bahar ke Polda Metro Jaya

Tak lama berselang, dilakukan pembukaan Ritual Keceran secara simbolik — prosesi spiritual yang melambangkan penyucian niat dan penguatan ikatan antaranggota. Beberapa tamu kehormatan turut menerima ritual ini, di antaranya utusan dari Kodim, Dinas Pariwisata Kabupaten Serang, serta perwakilan dari berbagai organisasi seni bela diri seperti Kesti TTKKDH, KSTI, dan PTDI.

Sebagai bentuk penghormatan, H. Tubagus Arif Hidayat sendiri melakukan ritual keceran kepada para tamu kehormatan tersebut, mencerminkan nilai adab, rendah hati, dan penghormatan terhadap sesama.

Gembrungan dan Jaipongan Warnai Malam

Setelah prosesi sakral, suasana berubah semarak. Dentuman kendang dan irama ‘gembrungan’ menggema, mengiringi atraksi para juru silat dari berbagai perguruan — dari aliran Cimande, Terumbu, Bandrong, hingga Beksi. Setiap gerak, sabetan, dan langkah mencerminkan kekayaan filosofi dan kekuatan karakter khas silat Nusantara.

Penampilan itu disambut sorak kagum dan tepuk tangan panjang dari para penonton. Keindahan budaya semakin terasa ketika istri Ketua DPW I Banten menampilkan tarian Jaipong, menambah kehangatan dan pesona pada malam penuh makna itu.

Utusan Kodim, Ketua DPW I TTKKBI Banten,dan Utusan TTKKDH

Tak ketinggalan, sepuluh golok khas Banten diserahkan sebagai cenderamata kepada para tamu kehormatan — simbol kejantanan, kehormatan, dan semangat menjaga warisan leluhur.

BACA JUGA:  Pembangunan Blok Gas Abadi Masela Resmi Dimulai, Prabowo Minta Selesai Secepatnya

Pesan Ketum: Bersatu dalam Karuhun, Berbeda dalam Aliran

Dalam sambutannya, H. Tubagus Arif Hidayat menegaskan kembali jati diri TTKKBI sebagai wadah pemersatu berbagai aliran silat tanpa menanggalkan akar tradisinya.

“Dalam prinsip silat itu, aliran boleh berbeda, namun jangan sampai merubah-ubah jurus yang sudah menjadi baku bagi silat tersebut,” ujarnya dengan tegas.

Ia juga menyampaikan rasa syukur atas dukungan berbagai pihak yang memungkinkan terlaksananya acara besar tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para hadirin dan tamu undangan yang telah menyempatkan hadir dalam momen penting ini. Semoga TTKKBI terus menjadi wadah yang menjaga nilai-nilai luhur karuhun,” tutupnya.

Menjaga Warisan, Menguatkan Persaudaraan

Milad kedua TTKKBI bukan hanya perayaan usia organisasi, melainkan juga pengingat bahwa seni bela diri tradisional adalah bagian dari identitas bangsa. Dari Banten hingga ke berbagai provinsi, TTKKBI terus meneguhkan tekadnya untuk menjadi penjaga warisan budaya, penggerak solidaritas, dan penyalur semangat juang generasi penerus.

Dengan semangat gotong royong dan nilai karuhun yang dijunjung tinggi, gema “TTKKBI Jaya, Jaya, Jaya!” pun menggema di udara Serang malam itu — menandai bahwa warisan budaya tidak sekadar dilestarikan, tetapi terus hidup di tengah masyarakat.

Advertisement

Nusantara Tradisi
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

KPK Jawab Desakan Mahfud MD Terkait Kasus Febrie

Nasional

Habib Rizieq Kritik Mahfud MD Soal Sikapnya Plin-Plan

Nasional

Seleksi CPNS 2026 Disiapkan, Pemerintah Petakan Kebutuhan dan Anggaran

Nasional

Resmi Mendaftar ke Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Besutan Eks Jubir Anies Bersiap Menuju Pemilu 2029

BERITA TERBARU

Ketua DPD GRANAT Banten Kecam Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba Polres Tangsel dalam Kasus Narkotika

Diskominfo Kabupaten Serang Sosialisasikan Alur Pelayanan Digital Terpadu di Kramatwatu

Warga Kp. Sitoko Gelar Swadaya Cor Jalan, Minta Perhatian Pemkab Lebak & Pemprov Banten

Pembangunan Rumah Ratusan Juta di Baleendah Disorot, Status Kepemilikan Lahan Diragukan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.