Advertisement
GazanaPublika.com, Jakarta — Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra memunculkan temuan serius di lapangan. Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa kerusakan lingkungan akibat ulah manusia diduga kuat menjadi salah satu pemicu utama bencana tersebut.
Dalam kunjungannya ke lokasi terdampak, Maruli memperlihatkan tumpukan kayu gelondongan besar yang hanyut terbawa arus banjir. Ia menyoroti kondisi kayu-kayu tersebut yang tidak menunjukkan ciri patah alami, melainkan bekas potongan rapi yang mengindikasikan penggunaan alat berat atau gergaji mesin.
Advertisement
“Lihat ini, ini bukan pohon tumbang biasa. Ini bekas dipotong,” ujar Jenderal Maruli, dikutip dari video yang diunggah YouTube Merdeka.com, Selasa (30/12/2025).
Menurut Maruli, temuan tersebut menguatkan dugaan adanya praktik penebangan liar di kawasan hulu sungai. Kerusakan hutan menyebabkan tanah kehilangan kemampuan menyerap air, sehingga saat hujan deras terjadi, aliran air turun tanpa kendali dan membawa material kayu ke permukiman warga.
Di tengah kondisi rumah-rumah yang hancur dan laporan korban jiwa, Maruli tak menyembunyikan kemarahannya. Ia mengecam keras para pelaku perusakan hutan yang dinilai mengabaikan keselamatan masyarakat demi keuntungan pribadi.
“Saya tidak habis pikir, ada orang sebiadab ini,” tegas Maruli.
Ia menegaskan bahwa bencana hidrometeorologi seperti ini akan terus berulang jika hulu sungai terus digunduli oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. TNI AD berkomitmen untuk membantu penanganan bencana, namun pencegahan kerusakan alam juga harus menjadi prioritas bersama agar tidak ada lagi rakyat yang menjadi korban kebiadaban para perusak hutan.
Advertisement
