Advertisement
GazanaPublika.com, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mengkaji secara menyeluruh rencana memanfaatkan kantin sekolah sebagai dapur penyalur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil sebagai respons langsung arahan Presiden Prabowo Subianto agar pelaksanaan program tidak terpaku pada satu skema saja, Rabu (15/7/2026) .
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menjelaskan setelah rapat terbatas di Istana Kepresidenan, aturan saat ini merujuk Perpres Nomor 115 Tahun 2025 yang menempatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur khusus MBG sebagai jalur utama. Namun Presiden meminta dibuka peluang alternatif lain yang lebih efisien dan sesuai kondisi lapangan .
“Bapak Presiden berpesan, silakan kaji jika ada alternatif lain. Jangan jadikan SPPG satu-satunya pilihan. Tapi setiap opsi harus didukung riset matang, baru kemudian diputuskan,” ujar Agustina .
Salah satu opsi utama yang diteliti adalah mengubah fungsi kantin sekolah menjadi unit pengolahan dan penyaluran makanan bergizi. Pertimbangannya: lokasi sudah ada di lingkungan siswa, tidak perlu bangun fasilitas baru dari nol, serta bisa mempercepat jangkauan terutama di daerah terpencil dan 3T yang sulit didapat pasokan dari dapur pusat.
Kajian juga mencakup standar higienis, kelayakan tenaga pengolah, jaminan gizi, serta mekanisme pengawasan agar kualitas makanan tetap terjaga setara standar MBG. Hasil evaluasi lengkap akan diserahkan ke Presiden sebelum ditetapkan sebagai kebijakan resmi .
Sementara itu, skema SPPG yang sudah berjalan tetap beroperasi dan dievaluasi berkelanjutan. Pemerintah menargetkan program ini menjangkau puluhan juta penerima manfaat mulai dari siswa PAUD hingga SMA, ibu hamil, dan balita di seluruh Indonesia .
Advertisement
