Advertisement
GazanaPublika.com, Serang – Suasana khidmat mewarnai kegiatan Safari Ramadan yang digelar Majelis Al Ma’arijul Wathon Asy-Syadziliyah di kawasan Cottage Mambruk, Anyar, Kabupaten Serang, Senin (16/3/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh mursyid tarekat, Hudi Nurhudiyat.
Safari Ramadan ini menjadi agenda rutin tahunan jamaah Tarekat Syadziliyah di bawah naungan Majelis Al Ma’arijul Wathon setiap bulan suci Ramadan. Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari hingga 19 Maret 2026, dengan berbagai rangkaian amalan spiritual.
Advertisement
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti sejumlah aktivitas keagamaan seperti zikir bersama, tadabur, serta tafakur. Rangkaian amalan tersebut dimaksudkan untuk memperdalam perenungan spiritual sekaligus mempersiapkan diri menyambut malam Lailatul Qadar.
Hudi Nurhudiyat menjelaskan bahwa inti dari ibadah Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan meningkatkan kualitas spiritual seorang mukmin.
“Tarekat sudah pasti harus menyandarkan diri kepada Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah. Bahkan harus benar-benar bersih,” ujarnya, saat diwawancara wartawan.
Menurutnya, dalam pandangan ilmu hakikat, jalan tarekat tidak boleh terlepas dari syariat. Justru tarekat hadir untuk menyempurnakan pengamalan syariat, khususnya dalam membangun kedalaman iman dan ihsan.
Ia menuturkan bahwa tarekat memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai akhlak dan adab dalam kehidupan sehari-hari.
“Tarekat justru menanamkan akhlak dan adab. Tidak boleh merasa benar dari orang lain. Tidak boleh merasa diri suci. Lalu, kebaikan itu bisa ditebarkan kepada orang lain,” jelasnya.
Hudi menambahkan bahwa jika syariat lebih banyak mengatur hukum dan kaidah agama, maka tarekat berperan membimbing manusia pada dimensi batiniah agar nilai-nilai tersebut benar-benar hidup dalam sikap dan perilaku.
“Adab menurut hemat kami, kunci untuk mengenal ilmu batiniyah. Syariat biasanya berisi kaidah dan hukum agama, dan tarekat itu spesifik membimbing akhlak dan adab manusia agar bisa diridai Allah SWT,” tuturnya.
Selain diisi kegiatan spiritual, Safari Ramadan tersebut juga dirangkaikan dengan kegiatan sosial. Majelis Al Ma’arijul Wathon menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Melalui kegiatan ini, para jamaah berharap Safari Ramadan tidak hanya menjadi ruang penguatan ibadah dan spiritualitas, tetapi juga mempererat kebersamaan serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Press Realise:
Majelis Al Ma’arijul Wathon – Syadziliyah Gelar Safari Ramadan Sambut Lailatul Qadar
Serang – Majelis Al Ma’arijul Wathon- Asy-Syadziliyah menggelar kegiatan Safari Ramadan di kawasan Cottage Mambruk, Anyar, Kabupaten Serang, Senin (16/3/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh mursyid tarekat, H. Hudi Nurhudiyat.
Agenda Safari Ramadan ini direncanakan berlangsung selama beberapa hari ke depan hingga Rabu (18/3/2026). Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan setiap bulan Ramadan oleh jamaah Tarekat Syadziliyah dalam lingkungan Majelis Al Ma’arijul Wathon.
Rangkaian kegiatan diisi dengan zikir, tadabur, serta tafakur sebagai bagian dari upaya memperdalam spiritualitas sekaligus mempersiapkan diri menyambut malam Lailatul Qadar. Para peserta yang hadir mengikuti berbagai amalan yang berfokus pada penguatan dimensi batin dalam beribadah selama bulan suci.
Mursyid Tarekat Syadziliyah, Hudi Nurhudiyat, menjelaskan bahwa esensi utama Ramadan adalah meningkatkan spiritualitas seorang mukmin tanpa meninggalkan landasan syariat.
“Tarekat sudah pasti harus menyandarkan diri kepada Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah. Bahkan harus benar-benar bersih,” ujarnya.
Menurutnya, dalam perspektif ilmu hakikat, jalan tarekat tidak boleh keluar dari prinsip-prinsip syariat. Justru, tarekat hadir untuk menyempurnakan pengamalan syariat, terutama dalam aspek keimanan dan ihsan.
Ia menegaskan bahwa tarekat lebih menitikberatkan pada pembentukan karakter batin, khususnya dalam membangun akhlak dan adab seseorang.
“Tarekat justru menanamkan akhlak dan adab. Tidak boleh merasa benar dari orang lain. Tidak boleh merasa diri suci. Lalu, kebaikan itu bisa ditebarkan kepada orang lain,” jelasnya.
Lebih lanjut ia menerangkan bahwa jika syariat telah mengatur berbagai kaidah dan hukum agama, maka tarekat berperan memperdalam sisi batiniah manusia agar nilai-nilai tersebut benar-benar tercermin dalam perilaku sehari-hari.
“Adab menurut hemat kami, kunci untuk mengenal ilmu batiniyah. Syariat biasanya berisi kaidah dan hukum agama, dan tarekat itu spesifik membimbing akhlak dan adab manusia agar bisa diridai Allah SWT,” tuturnya.
Selain kegiatan spiritual, dalam rangkaian Safari Ramadan tersebut Majelis Al Ma’arijul Wathon juga menyalurkan santunan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan berupa paket sembako dibagikan sebagai bentuk kepedulian sosial kepada warga sekitar.
Melalui kegiatan ini, panitia berharap Safari Ramadan tidak hanya menjadi ruang penguatan ibadah dan zikir, tetapi juga menjadi sarana mempererat solidaritas sosial serta memperluas manfaat bagi masyarakat.
Advertisement
