Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Purbaya Bongkar Isu Internal Kemenkeu, Singgung Narasi Menyesatkan soal Kas Negara dan Kredibilitas Pemerintah

Purbaya Bongkar Isu Internal Kemenkeu, Singgung Narasi Menyesatkan soal Kas Negara dan Kredibilitas Pemerintah

Nasional Minggu, 26 April 2026 1:29 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

GazanaPublika.com, Jakarta — Riak di tubuh Kementerian Keuangan mencuat ke permukaan setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka mengungkap adanya isu miring dari internal kementeriannya sendiri. Bukan sekadar kritik biasa, isu yang beredar bahkan menyentuh aspek personal—mulai dari tudingan dirinya sebagai menteri yang tertutup hingga anggapan bahwa dirinya tidak layak dipertemukan dengan investor.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya di Gedung BPPK, Jakarta, Jumat (24/4/2026), dalam suasana yang memperlihatkan adanya upaya pembenahan serius di lingkup birokrasi fiskal nasional. Bagi Purbaya, persoalan ini bukan semata menyangkut citra pribadi, melainkan menyentuh tata komunikasi internal yang dapat berimbas pada kepercayaan publik dan persepsi investor terhadap pemerintah.

“Yang gue agak heran, ada yang saya bilang tadi, informasi yang keluar bahwa Menteri Keuangannya tertutup, nggak bisa bahasa Inggris kali, dan kalau bisa, jangan dibawa ketemu investor karena dia akan mengacaukan katanya. Itu dari internal. Jadi kita rapikan itu sedikit,” ungkap Purbaya di Gedung BPPK, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Pernyataan itu menandai bahwa di balik dinamika kebijakan fiskal, terdapat persoalan komunikasi dan resistensi internal yang dinilai perlu segera dibereskan. Langkah ‘merapikan’ internal, sebagaimana disebut Purbaya, menjadi sinyal bahwa kepemimpinannya tidak hanya berfokus pada stabilitas anggaran, tetapi juga pada penataan mesin birokrasi di jantung pengelolaan keuangan negara.

BACA JUGA:  Detik-detik Tragedi Bekasi Timur: Saat Jalur Tersendat, Dua Kereta Bertumbukan, dan Gerbong Perempuan Menjadi Titik Luka Terdalam

Tak berhenti di situ, Purbaya juga menyoroti beredarnya informasi yang dinilainya menyesatkan terkait posisi kas negara sebesar Rp120 triliun. Narasi yang berkembang saat itu menyebut jumlah tersebut hanya cukup menopang kebutuhan negara selama dua pekan—sebuah persepsi yang menurutnya berpotensi mengguncang kepercayaan terhadap kesehatan fiskal nasional.

“Ketika ada misinformasi seperti itu kan meruntuhkan kredibilitas pemerintah juga. Jadi mesti kita rapikan. Itu aja,” jelasnya.

Ia kemudian meluruskan bahwa angka Rp120 triliun tersebut merupakan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang ditempatkan di Bank Indonesia, bagian dari total SAL sebesar Rp420 triliun. Dari jumlah keseluruhan itu, sekitar Rp300 triliun lainnya berada di perbankan dalam skema deposito on call, sehingga tetap likuid dan sewaktu-waktu dapat ditarik untuk kebutuhan fiskal negara.

BACA JUGA:  Relawan Prabowo Siapkan Langkah Hukum terhadap Amien Rais, Polemik Video Kritik Memanas

Penjelasan itu sekaligus menjadi pesan penenang di tengah spekulasi publik mengenai kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Purbaya menegaskan ruang fiskal pemerintah masih aman, bahkan cadangan anggaran yang tersedia belum sepenuhnya digunakan.

“Jadi nggak usah takut dengan APBN pemerintah, masih cukup dan uang kita masih banyak. SAL itu malah belum kita sentuh sama sekali, hanya saya pindahin saja untuk dorong perekonomian,” ucap Purbaya.

Di tengah pernyataan terbukanya itu, publik juga menyoroti langkah restrukturisasi yang telah dilakukan Purbaya dengan mencopot dua pejabat eselon I setingkat direktur jenderal. Luky Alfirman dicopot dari jabatan Dirjen Anggaran, sementara Febrio Nathan Kacaribu dilepas dari posisi Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal.

Perubahan tersebut dibaca sebagai bagian dari konsolidasi besar di internal Kementerian Keuangan—sebuah upaya memperkuat soliditas kelembagaan, meredam disinformasi, dan menjaga kredibilitas fiskal pemerintah di tengah sorotan publik maupun pasar. Pada akhirnya, yang sedang dipertaruhkan bukan hanya stabilitas angka-angka dalam neraca negara, melainkan juga kepercayaan terhadap institusi yang mengelola uang rakyat.

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Komnas HAM Kecam Aksi Taufik Hidayat Sekap dan Siksa Pacar di Bandung

Nasional

Polisi Periksa Kejiwaan Taufik Hidayat, Selidiki Indikasi Gangguan Jiwa

Berita Utama

Tragis! Tiga Tahun Hilang Kontak, Wanita di Bandung Ternyata Disekap dan Disiksa Kekasih hingga Buta

Nasional

Roy Suryo dan Dokter Tifa Tidak Ditahan Kasus Ijazah Palsu, Jokowi: Kita Hormati Keputusan Kejaksaan

BERITA TERBARU

Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, Terbesar Sepanjang Sejarah

Komnas HAM Kecam Aksi Taufik Hidayat Sekap dan Siksa Pacar di Bandung

Pemkot Cilegon dan Densus 88 Sinergi Benteng Kebangsaan Tangkal Radikalisme Digital

Distan Lebak Tanggapi Sorotan DPRD Lebak Soal Program Pengadaan PHC

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Andai Pengelolaan MBG Swakelola Kantin Sekolah, Bagaimana?

Diplomasi Sepak Bola Iran di Tengah Ketegangan Politik Iran–AS

Budiman Sudjatmiko dan Penanggulangan Kemiskinan (Refleksi Defisit Kesadaran)

RAGAM

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

AI Bukan Tuhan: Menelanjangi Ilusi Mahatahu di Balik Kecerdasan Buatan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.