Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Pernyataan Kontroversi Jokowi, Picu Timbulnya Pro-Kontra

Pernyataan Kontroversi Jokowi, Picu Timbulnya Pro-Kontra

Nasional Sabtu, 27 Januari 2024 16:45 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto: Presiden Joko Widodo (www.menpan.go.id

Advertisement

GazanaPublika.com – Pernyataan kontroversial Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai hak politik dan kampanye yang dilontarkan saat kunjungan kerja bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta pada Rabu (24/1/2024), telah memicu berbagai tanggapan dan kritikan.

Pada saat menyaksikan penyerahan Alutsista oleh Menteri Prabowo kepada TNI, Jokowi dihadapkan pada pertanyaan wartawan mengenai pandangan beberapa menteri yang terlibat dalam kampanye mendukung pasangan calon di Pilpres 2024, meskipun mereka bukan bagian dari tim pemenangan atau partai politik tertentu.

Advertisement

Dalam tanggapannya, Jokowi menyatakan bahwa partisipasi dalam kampanye adalah hak politik setiap individu, termasuk para pejabat.

BACA JUGA:  Bukan Soal Ijazah Semata: Ketika MK Tak Menemukan Bukti, tetapi Gugatan Gibran Tetap Kandas

“Hak demokrasi, hak politik setiap orang. Setiap menteri sama saja,” ujarnya, menggarisbawahi pentingnya hak partisipasi setiap warga negara.

Lebih lanjut, Jokowi memberikan penekanan bahwa tidak hanya menteri, bahkan Presiden pun memiliki hak untuk terlibat dalam kampanye dan menyatakan dukungan.

“Presiden itu boleh loh kampanye, boleh loh memihak. Boleh,” tandas Jokowi, mengisyaratkan bahwa sebagai pejabat publik dan politik, partisipasi dalam proses demokrasi adalah hal yang sah.

Namun, Jokowi menegaskan bahwa yang paling krusial adalah memastikan bahwa saat berkampanye, tidak ada penggunaan fasilitas negara. “Itu saja yang mengatur, itu hanya tidak boleh menggunakan fasilitas negara,” pungkasnya, menciptakan pembukaan diskusi tentang batasan dan etika partisipasi pejabat dalam ranah politik. (Sumber: Tribunnews.com)

BACA JUGA:  Habib Rizieq Kritik Mahfud MD Soal Sikapnya Plin-Plan

Advertisement

Joko Widodo
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Nasional

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Nasional

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Nasional

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

BERITA TERBARU

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Lari dari Proses Hukum, Kakak Ipar Pemerkosa Adik di Binuang Serang Jadi Buronan Polisi

Dua Polisi Gadungan di Malingping Culik dan Siksa Warga, Uang Jutaan Rupiah Turut Dirampas

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version