GazanaPublika.com – Berdasarkan jajak pendapat Litbang Kompas, mayoritas responden, sebanyak 66,1 persen, tidak setuju dengan ide penunjukan langsung gubernur Jakarta oleh presiden. Sebagian besar responden menyikapi 52,1 persen, tidak setuju dan 14 persen sangat tidak setuju.
Alasan ketidaksetujuan antara lain 40,8 persen menyebut bahwa penunjukan Gubernur Jakarta oleh presiden menandakan kemunduran demokrasi, 24,5 persen khawatir akan konflik kepentingan, dan 24,5 persen merasa masyarakat bisa kehilangan suara.
Sementara itu, 27,8 persen responden setuju dengan penunjukan gubernur oleh presiden, termasuk 3,5 persen yang sangat setuju. Porsi responden yang tidak tahu sekitar 2,6 persen. Jajak pendapat melibatkan 512 responden dari 38 provinsi, dengan margin of error sekitar 4,33 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (Sumber: Kompas.com)
