Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Sudah Duluan, Ratusan Jama’ah Mesjid Aolia Shalat Ied Jumat

Sudah Duluan, Ratusan Jama’ah Mesjid Aolia Shalat Ied Jumat

Nasional Jumat, 5 April 2024 17:50 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
default-no-image
Ilustrasi Berita (GazanaPublika)

Advertisement

GazanaPublika.com – Ratusan jama’ah Masjid Aolia di Dusun Panggang III, Giriharjo, Kecamatan Panggang, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, merayakan Idul Fitri 1445 Hijriah lebih awal dari mayoritas umat Islam di Indonesia pada Jumat pagi (5/4/2024)

Dengan semangat takbir yang berkumandang, jama’ah mulai berkumpul di Masjid Aolia serta di kediaman Imam Jamaah Masjid Aolia, KH Raden Ibnu Hajar Sholeh Pranolo, atau akrab disapa Mbah Benu, sejak pukul 06.00 WIB. Shalat Idul Fitri kemudian dilaksanakan sekitar pukul 06.58 WIB di kedua lokasi yang berjarak beberapa meter tersebut, diikuti dengan mendengarkan khotbah dan saling bersalam-salaman.

Advertisement

Personel dari Polri, TNI, dan Banser turut melakukan pengamanan di sekitar area tersebut untuk memastikan keamanan selama perayaan.

Imam Jamaah Masjid Aolia, Mbah Benu, yang berusia 82 tahun, memberikan pesan kepada jama’ahnya agar terus menjaga persatuan dan kerukunan di antara sesama.

BACA JUGA:  Kejari Kabupaten Bandung Nyatakan Berkas Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Taufik Hidayat Lengkap

“Saling rukun, jaga persatuan dan kesatuan dengan siapa saja,” ujarnya. Dia juga mengingatkan agar tidak mudah menyalahkan orang lain, terutama mengenai perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri.

Selain merayakan Idul Fitri lebih awal, jama’ah Masjid Aolia juga memulai puasa Ramadhan sejak 7 Maret 2024 berdasarkan keyakinan spiritual Mbah Benu selaku pimpinan jamaah.

Dukuh Panggang III Agung menyatakan bahwa jama’ah Masjid Aolia telah hidup berdampingan dengan masyarakat sekitar tanpa konflik. Perbedaan dalam penetapan awal Ramadhan dan 1 Syawal dianggap biasa dan tidak pernah menimbulkan perpecahan.

Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Jauhar Mustofa, menjelaskan bahwa jama’ah Masjid Aolia pada dasarnya memiliki amalan atau tata cara beribadah layaknya umat Muslim pada umumnya. Mereka memiliki keyakinan atau prinsip sendiri dalam penetapan awal Ramadhan dan 1 Syawal, tanpa menggunakan metode hisab maupun rukyat.

BACA JUGA:  Sembilan Hakim MK Dilaporkan ke MKMK Usai Putusan Syarat Pendidikan Gibran

“Mereka punya dalil sendiri yang diyakini oleh pemimpinnya, Pak Ibnu, dan pengikutnya,” kata Jauhar.

Perayaan Idul Fitri lebih awal oleh jama’ah Masjid Aolia merupakan bagian dari tradisi dan keyakinan spiritual yang telah dijunjung tinggi dalam komunitas mereka.

Menurut Jauhar, Kementerian Agama DIY tidak dapat memaksa jama’ah Masjid Aolia untuk mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Meskipun tahun ini perbedaannya agak mencolok, bahkan mencapai lima hari. Ini sungguh-sungguh mencolok. Biasanya hanya ada selisih satu atau dua hari, tapi tahun ini terjadi perbedaan yang cukup signifikan sehingga menjadi perhatian,” ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa Kementerian Agama DIY akan terus melakukan pendekatan dan menjalin silaturahmi dengan pemimpin jama’ah tersebut melalui Kantor Urusan Agama (KUA) maupun Kementerian Agama kabupaten.

“Tujuannya adalah untuk memastikan hubungan yang harmonis antara pemerintah dan ulama tetap terjaga,” tambah Jauhar. (Sumber: antaranews.com)

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version