Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Prabowo Subianto telah mengingatkan untuk tidak menciptakan narasi yang dapat memecah belah masyarakat

Prabowo Subianto telah mengingatkan untuk tidak menciptakan narasi yang dapat memecah belah masyarakat

Nasional Selasa, 30 April 2024 14:19 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

GazanaPublika.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan calon presiden Prabowo Subianto telah mengingatkan untuk tidak menciptakan narasi yang dapat memecah belah masyarakat secara politik dan ideologi, menurut Sidik.

“Narasi-narasi yang berisiko membelah masyarakat secara politis dan ideologis sering kali diingatkan oleh Presiden Jokowi dan capres Prabowo,” kata Sidik.

Pernyataan ini menunjukkan perhatian terhadap potensi dampak negatif dari narasi yang dapat menciptakan perpecahan dalam masyarakat. Kedua tokoh ini telah menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan dalam proses politik dan pemilihan di Indonesia.

“Jika sekarang PKS mau merapat karena alasan proses politik sudah selesai, apa segampang itu PKS bermain narasi ideologisnya?”

BACA JUGA:  Langkah Kesetaraan: Menteri Hukum Tegaskan Perpanjangan Usia Pensiun Polri Didasarkan pada Aspek Keadilan

“Apa kata pendukung fanatiknya? Sepertinya ada pembelahan sikap antara elite PKS dan massa pendukungnya,” tutur Mahfuz Sidik dalam keterangannya, Minggu (28/4/2024), dilansir WartaKotalive.com.

Mahfuz Sidik mengungkit kembali serangan PKS terhadap Prabowo-Gibran saat Pilpres 2024. Menurutnya, serangan tersebut terutama menargetkan Gibran dan Presiden Jokowi dan dilakukan secara masif.

“Selama kampanye, saya melihat banyak narasi ideologis yang digunakan oleh PKS untuk menyerang pasangan Prabowo-Gibran,” ungkap Mahfuz Sidik.

Dia juga mengingatkan publik akan narasi yang menurutnya berasal dari kalangan PKS, seperti analogi yang membandingkan Nabi Musa yang tidak berutang kepada Firaun.

Narasi ini mengacu pada saat Anies Baswedan diusung Partai Gerindra sebagai calon gubernur Jakarta pada 2017.

BACA JUGA:  Komdigi Nyatakan, Video yang Serang Prabowo Hoaks

Mahfuz berpendapat bahwa PKS sering menggunakan narasi yang memecah belah masyarakat, seperti tuduhan pengkhianatan terhadap Prabowo saat bergabung dengan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin pada 2019.

“Ketika Prabowo Subianto memilih rekonsiliasi dengan Jokowi pada 2019, banyak tuduhan pengkhianatan terhadapnya dari basis pendukung PKS,” jelas Mahfuz Sidik.

Menurut Sidik, Jokowi dan Prabowo telah berulang kali mengingatkan untuk tidak membuat narasi yang dapat memecah belah politik dan ideologi.

“Narasi-narasi yang beresiko membelah lagi masyarakat secara politis dan ideologis. Padahal itu yang sering diingatkan oleh Presiden Jokowi dan capres Prabowo,” terangnya.

Sumber: Tribunnews.com

Prabowo
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

Kejagung Bongkar Modus ‘Markup’ dan Aliran Dana Haram Dadan cs di Program ‘MBG’

Nasional

Kantor BGN Digeledah Kejagung Usai Copot Jabatan Pimpinan, Diduga Terkait Kasus Jual Beli Titik ‘SPPG’

Berita Utama

Kasus Korupsi BGN: Eks Kepala dan Dua Mantan Wakil Resmi Menyandang Status Tersangka

Nasional

Evolusi Kurikulum Kampus: Di Balik Fakta Penutupan Ratusan Program Studi Sepanjang 2026

BERITA TERBARU

Ketua MPC PP Lebak Beri Apresiasi Tinggi, Penangkapan Kepala BGN Pusat

Lima Potensi Karakter Dasar Manusia dalam Desain DNA

Kejagung Bongkar Modus ‘Markup’ dan Aliran Dana Haram Dadan cs di Program ‘MBG’

Tren Sengketa Informasi di Jabar Bergeser ke Sektor Pendidikan, Dipicu Alokasi Dana BOS

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Lima Potensi Karakter Dasar Manusia dalam Desain DNA

Menelusuri Potensi Cara Berpikir yang Tertulis dalam Untaian DNA, Ini Cetak Birunya

Mengurai Dialektika Genetika, Epigenetika, dan Jati Diri Klan Leluhur

RAGAM

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

AI Bukan Tuhan: Menelanjangi Ilusi Mahatahu di Balik Kecerdasan Buatan

Eksotis, Alami dan Memikat: Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.