Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Peretas Beri Tanggapan Mengejutkan, Sandi Ransomware Akan Diberikan Secara Cuma-Cuma

Peretas Beri Tanggapan Mengejutkan, Sandi Ransomware Akan Diberikan Secara Cuma-Cuma

Nasional Selasa, 2 Juli 2024 23:57 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Ilustrasi peretas {sumber: shutterstock.com)

Advertisement

GazanaPublika.com – Kelompok peretas yang diduga meretas Pusat Data Nasional Sementara 2 (PDNS 2), Brain Cipher, membuat pernyataan mengejutkan di sebuah forum darknet. Mereka mengaku akan memberikan kunci untuk membuka data yang terkunci ransomware kepada pemerintah secara cuma-cuma.

Pernyataan tersebut diunggah ulang oleh perusahaan intelijen siber yang berbasis di Singapura, Stealth Mole, di platform X pada Selasa (2/7/2024). Brain Cipher menjanjikan untuk memberikan kunci ransomware pada Rabu (3/7/2024).

Advertisement

Dalam pernyataannya, Brain Cipher menegaskan tidak memiliki motif politik dalam kasus peretasan PDNS 2. Mereka mengklaim hanya menginginkan uang tebusan. Awalnya, kelompok peretas ini meminta tebusan sekitar 8 juta dolar AS atau Rp131 miliar untuk membuka data-data yang terkunci. Namun, pemerintah menolak untuk membayar tebusan tersebut.

BACA JUGA:  Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU 2026–2031, AHWA Tetapkan Secara Mufakat

Anehnya, Brain Cipher kini mengaku akan memberikan kunci ransomware secara cuma-cuma, dengan satu syarat. Mereka meminta pernyataan terima kasih dari pemerintah, baik secara terbuka maupun tertutup.

“Kami juga meminta pernyataan terima kasih secara terbuka dan penegasan bahwa kami mengambil kebijakan ini secara sadar dan independen,” tulis Brain Cipher dalam pernyataan yang diunggah ulang oleh Stealth Mole. “Apabila perwakilan pemerintah menganggap terima kasih ke peretas adalah hal yang salah, Anda bisa melakukannya secara tertutup di kantor.”

Selain itu, Brain Cipher juga mengingatkan pemerintah untuk berinvestasi dan merekrut tenaga-tenaga kompeten terkait keamanan siber.

BACA JUGA:  Kapolri Irit Bicara Ditodong Kritik Mahfud MD Soal Pengalihan Kasus Febrie: 'Sudah Dibahas di Rapat'

Di tempat terpisah, Menko Polhukam Hadi Tjahjanto mengungkapkan bahwa pihaknya telah menemukan unsur internal yang dianggap bersalah dalam serangan ransomware tersebut. Menurut Hadi, unsur internal tersebut menyebabkan PDNS 2 dimasuki ransomware. “Dari hasil forensik pun kami sudah bisa mengetahui siapa user yang selalu menggunakan password-nya dan akhirnya terjadi permasalahan-permasalahan yang sangat serius ini,” kata Hadi dikutip Kompas.com, Senin (1/7).

Hadi menegaskan bahwa penegakan hukum terkait serangan ransomware ini akan dilakukan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta aparat yang berwenang sesuai dengan aturan yang berlaku. “Penegakan hukum oleh BSSN, nantinya oleh aparat, itu bisa dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku,” tambahnya.

Sumber: Kompas.com

Advertisement

Teknologi
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version