Advertisement
GazanaPublika.com, Pontiamak – Romo Benny Susetyo, seorang tokoh agama yang juga menjabat sebagai Staf Khusus Dewan Pengarahan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), meninggal dunia pada Sabtu, 5 Oktober 2024, di RS Mitra Medika, Pontianak. Romo Benny menghembuskan napas terakhir pada pukul 00.15 WIB di usia 55 tahun. Kabar duka ini mengejutkan banyak pihak, mengingat peran aktif Romo Benny dalam membina toleransi dan kebangsaan di Indonesia.
Rencananya, jenazah Romo Benny akan disemayamkan di Kota Malang, tempat asalnya. Pada pukul 10.15 WIB, Sabtu pagi, jenazah masih berada di Pontianak dan dipersiapkan untuk diterbangkan ke Surabaya. Diperkirakan jenazah tiba di Bandara Juanda, Surabaya, sekitar pukul 13.00 WIB sebelum dibawa langsung ke Rumah Duka Yayasan Gotong Royong, Malang, pada sore hari.
Advertisement
Tempat persemayaman Romo Benny telah disiapkan di Gedung Anggrek, Jalan Taman Tenaga Baru IV/20, Kota Malang. Di sini, jenazah akan disemayamkan di Ruang Anggrek K, L, & M, di mana sahabat, keluarga, dan para tokoh lintas agama akan memberikan penghormatan terakhir mereka.
Agenda acara duka telah ditetapkan, dengan doa arwah yang dijadwalkan pada Minggu, 6 Oktober 2024, pukul 18.00 WIB di rumah duka. Sementara itu, misa requiem dan prosesi pelepasan jenazah akan diadakan pada Senin pagi, 7 Oktober 2024, pukul 08.00 WIB, di Gereja Katolik St. Albertus de Trapani, Blimbing, Malang.
Setelah prosesi misa, Romo Benny akan dimakamkan di Pemakaman Sukun, Kota Malang. Seluruh persiapan telah dilakukan oleh pihak keluarga dan rekan-rekan di Malang. Dari pantauan di lokasi, para pekerja di Yayasan Gotong Royong terlihat sibuk menata ruangan persemayaman dan mempersiapkan seluruh rangkaian acara.
Andreas Eddy Susetyo, Staf Nasrani Malang Raya, mengonfirmasi bahwa seluruh persiapan telah berjalan sesuai rencana. “Jenazah masih dalam perjalanan dari Pontianak. Kami perkirakan tiba di Juanda pada pukul 13.00 WIB dan langsung menuju Malang. Rencananya akan tiba di Gotong Royong sekitar pukul 15.00 WIB,” jelas Andreas.
Kepergian Romo Benny meninggalkan duka mendalam bagi banyak kalangan. Selama hidupnya, ia dikenal sebagai sosok yang berkomitmen dalam memperjuangkan nilai-nilai kebhinekaan, perdamaian antarumat beragama, serta kebebasan berpikir. Di BPIP, Romo Benny sering mengedepankan dialog untuk menumbuhkan kesadaran ideologi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Berbagai pihak, baik dari kalangan pemerintahan maupun masyarakat sipil, diperkirakan akan hadir memberikan penghormatan terakhir kepada Romo Benny di Malang. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi bangsa Indonesia, terutama bagi mereka yang mengenalnya sebagai pembela nilai-nilai kemanusiaan dan persatuan.
Sumber: Detik.com
Advertisement
