Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Viva Yoga Mauladi: PDIP Seolah Pahlawan Terkait Tolak Kenaikan PPN Jadi 12 Persen

Viva Yoga Mauladi: PDIP Seolah Pahlawan Terkait Tolak Kenaikan PPN Jadi 12 Persen

Berita Utama Senin, 23 Desember 2024 4:17 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto: Jawapos.com

Advertisement

GazanaPublika.com – Kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen telah diatur dalam Undang-undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) yang disahkan melalui Rapat Paripurna DPR pada 7 Oktober 2021. Regulasi ini sebelumnya mendapatkan persetujuan penuh dari Fraksi PDI-P, termasuk dalam pembahasan Panitia Kerja (Panja) yang dipimpin oleh Dolfie Othniel Frederic Palit, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI-P.

Namun, dalam perkembangan terbaru, PDI-P kini menyatakan penolakan terhadap kebijakan tersebut. Sikap baru ini menuai sorotan dari berbagai pihak, termasuk dari Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi. Ia menilai perubahan sikap PDI-P sebagai langkah yang kontradiktif.

BACA JUGA:  Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU 2026–2031, AHWA Tetapkan Secara Mufakat

Advertisement

“Jika sekarang PDI-P menolak kenaikan PPN 12 persen dan bersikap seolah menjadi pahlawan, itu seperti lempar batu sembunyi tangan,” ujar Viva dalam keterangannya pada Minggu (22/12/2024).

Viva juga menilai, perubahan sikap ini berpotensi dipahami publik sebagai strategi politik yang berkaitan dengan posisi PDI-P yang kini berada di luar pemerintahan. “Dulu mereka mendukung bahkan berada di garis depan, tetapi sekarang mereka menolak dengan posisi yang sama,” tambahnya.

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto mengambil pendekatan berbeda terkait penerapan PPN 12 persen. Kebijakan ini diterapkan secara selektif (lex specialist) dan hanya diberlakukan pada barang-barang mewah. Langkah tersebut dipandang sebagai kebijakan bijaksana untuk melindungi daya beli masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.

BACA JUGA:  Kapuspen TNI Bantah Isu Prajurit 'Serbu' Polda Metro Jaya, Tegaskan Narasi Provokatif

Viva menegaskan, pemerintah tetap berkomitmen melindungi kepentingan masyarakat. Proses pemantauan dan evaluasi terhadap aspirasi publik juga terus dilakukan untuk memastikan kebijakan pajak tidak membebani ekonomi masyarakat.

Kebijakan ini sekaligus menjadi refleksi atas dinamika politik dan ekonomi, di mana sikap partai politik dapat berubah sesuai dengan posisi mereka terhadap kekuasaan. Bagaimanapun, perhatian utama tetap pada keberlanjutan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

Sumber: detik.com

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version