Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Megawati Tantang Penyidik KPK Terkait Kasus Hasto Kristiyanto

Megawati Tantang Penyidik KPK Terkait Kasus Hasto Kristiyanto

Nasional Sabtu, 11 Januari 2025 23:46 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto: dok. CNBCIndoneisa.com

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, menyampaikan pernyataan tegas yang menantang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), AKBP Rossa Purbo Bekti, untuk bertemu langsung dengannya terkait kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR yang menyeret nama Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.

Pernyataan itu diungkapkan Megawati saat memberikan pidato dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 PDIP di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Jumat, 10 Januari 2025. Dengan lantang, Megawati mempertanyakan keberanian penyidik KPK yang disebut-sebut pernah menyita telepon genggam Hasto dalam penyelidikan kasus yang berkaitan dengan tersangka Harun Masiku.

Advertisement

“Siapa Rossa itu? Kalau berani, sini datang ke saya. Jangan jadi pengecut,” ucap Megawati, mantan Presiden ke-5 RI, di hadapan para kader PDIP.

BACA JUGA:  Ledakan Gas Terjadi di Pakuwon City Surabaya, 5 Orang Luka-Luka dan Puluhan Bangunan Rusak

Pertanyakan Fokus KPK

Dalam pidatonya, Megawati juga mengkritisi langkah KPK yang menurutnya tidak adil karena hanya fokus pada kasus yang menimpa Hasto. Ia menilai ada banyak kasus lain yang seharusnya juga diusut, namun justru luput dari perhatian lembaga antikorupsi tersebut.

“Saya enggak tahan juga, loh. Kenapa hanya kita yang digebuk-gebuk seperti ini? Apa ini sah? Mana keadilannya?” tegas Megawati.

Melalui pernyataannya, Megawati juga menyinggung soal rasa keadilan dalam proses hukum di Indonesia, terutama sejak berdirinya KPK. Ia menyoroti bagaimana penanganan beberapa kasus korupsi sering kali dianggap tidak seimbang.

Respons Kader dan Publik

BACA JUGA:  Miris! APBN Defisit Rp240,1 Triliun hingga Agustus, Suahasil Sebut Masih Terkendali

Pidato Megawati ini menuai respons beragam dari kader PDIP dan masyarakat. Sebagian mendukung pernyataan Megawati sebagai bentuk pembelaan terhadap partainya, sementara yang lain menilai tantangan tersebut justru memperkeruh situasi.

KPK hingga kini belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Megawati. Kasus PAW ini masih menjadi sorotan publik, terutama setelah buron Harun Masiku yang diduga menjadi kunci dalam kasus ini belum berhasil ditangkap hingga sekarang.

Langkah Megawati menantang penyidik KPK dinilai sebagai upaya untuk mempertegas sikap PDIP dalam menghadapi proses hukum yang melibatkan anggotanya, sekaligus mempertanyakan transparansi dan keadilan dalam penegakan hukum di Indonesia.

Advertisement

KPK Megawati Soekarno Putri
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Nasional

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Nasional

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Nasional

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

BERITA TERBARU

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Lari dari Proses Hukum, Kakak Ipar Pemerkosa Adik di Binuang Serang Jadi Buronan Polisi

Dua Polisi Gadungan di Malingping Culik dan Siksa Warga, Uang Jutaan Rupiah Turut Dirampas

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version