Advertisement
GazanaPublika.com, Jakarta – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka kerap menjadi pusat perhatian karena kegiatannya yang banyak melibatkan siswa SD, SMP, dan SMA. Konten-konten media sosial yang menampilkan Gibran bersama para pelajar ini tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga memicu berbagai komentar dan spekulasi dari netizen.
Salah satu spekulasi yang mencuat adalah bahwa Gibran mungkin sedang membangun basis dukungan politik untuk Pemilu 2029. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa siswa SMP dan SMA saat ini, yang berusia 12-18 tahun, akan menjadi pemilih potensial pada Pemilu 2029. Menurut peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, pemilih yang berusia 17 tahun ke atas, meskipun belum memiliki e-KTP, sudah bisa menggunakan hak pilihnya.
Advertisement
Gibran juga dikenal aktif menggunakan platform media sosial seperti TikTok untuk berinteraksi dengan generasi muda. Video-video kunjungannya ke sekolah-sekolah, seperti SMP dan SMA di Depok, sering kali diedit dengan efek dan musik yang sedang tren, seperti pantun ‘ubur-ubur ikan lele’. Konten-konten ini kerap menjadi viral dan mendapatkan beragam respons dari netizen.
Beberapa netizen mengkritik Gibran dengan menyatakan bahwa ia mungkin sengaja menghindari kampus karena mahasiswa dianggap lebih kritis dan tidak mudah dipengaruhi. Komentar seperti “Gibran takut ke kampus soalnya mahasiswa nggak gampang dibodohi” menunjukkan skeptisisme terhadap motif di balik kunjungan-kunjungan tersebut.
Di sisi lain, ada juga yang memuji strategi tim Gibran, dengan menyebut bahwa pendekatan ini cerdik untuk membangun citra dan dukungan politik di masa depan. Komentar seperti “Kalau dipikir-pikir timnya Gibran cerdik juga” mencerminkan pandangan bahwa aktivitas Gibran bisa menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan diri dalam peta politik Indonesia ke depan.
Secara keseluruhan, aktivitas Gibran Rakabuming Raka bersama siswa-siswa sekolah menimbulkan berbagai interpretasi dan spekulasi, terutama terkait dengan prospek politiknya di masa depan.
Advertisement
