Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Dosen Universitas Mathla’ul Anwar, Chaidar Widodo: Jokowi Memisahkan Diri dari Kubu PDIP Untuk Menyelamatkan Bangsa

Dosen Universitas Mathla’ul Anwar, Chaidar Widodo: Jokowi Memisahkan Diri dari Kubu PDIP Untuk Menyelamatkan Bangsa

Nasional Jumat, 1 Desember 2023 9:01 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
default-no-image
Ilustrasi Berita (GazanaPublika)

Advertisement

SERANG, GAZANAPUBLIKA.COM – Menanggapi ucapan FX. Hadi Rudyatmo, Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) Solo, Dosen Fakultas Hukum dan Sosial Universitas Mathla’ul Anwar, Chaidar Widodo Chudori, mempercayai apa yang disampaikan F.X. Rudyatmo. Perpisahan Jokowi dan PDI Perjuangan bukan karena Jokowi disebut petugas partai tetapi karena untuk tujuan menyelamatkan bangsa.

Justru Widodo mengatakan, sebutan ‘petugas partai’ kepada Jokowi adalah sesuatu yang wajar karena kenyataannya demikian.

Advertisement

“Secara politis, sah-sah saja,” ungkap Widodo kepada Gazana Publika.com saat dihubungi lewat telepon (1/12/2023).

Sisi lainnya, Widodo menyoroti bahwa meskipun demikian, kata tersebut dipandang tidak tepat secara etika.

“Secara etika mungkin kurang pas karena presiden pun harus dihargai kedudukannya,” ujar Aktifis 98 ini.

BACA JUGA:  Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Namun, menurut Widodo, kata ‘petugas partai’ dijadikan alat propaganda untuk merendahkan Jokowi yang disebut petugas partai dengan mengutip ucapan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri.

“Itu mengandung bahasa propaganda untuk seseorang yang dicalonkan melalui perahu partai. Diakui atau tidak, presiden itu dicalonkan oleh partai. Walau pun bahasa itu terkesan sarkastis,” tutur Dosen Unma tersebut.

Pandangan Widodo menyatakan bahwa Jokowi masih setia kepada Megawati dan PDIP Perjuangan. Hanya anggapan orang luar yang menciptakan pemisahan.

“Sebenarnya Pak Jokowi masih setia kepada PDIP dan Ibu Mega. Soal ada isu perpecahan itu hanya isu yang dibuat dari luar. Termasuk pencalonan Gibran, itu juga hasil dari pragmatisme pihak luar,” jelasnya.

BACA JUGA:  Prabowo Dorong Perbaikan Gaji Guru dan Hakim, Kaitkan dengan Upaya Berantas Korupsi

Namun, ketika ditanya tentang kenyataan banyak elite PDI Perjuangan yang melihat Jokowi sudah tidak sejalan, Widodo menjawab bahwa itu adalah efek dari dinamika.

“Ya, itu akhirnya menjadi hukum dinamika. Karena politik di Indonesia kadang mengikuti dinamika dan bersifat pragmatis. Saya melihat PDIP kecolongan dan terjebak, bahkan membuat perlawanan,” jelasnya kembali.

Widodo mengibaratkan, jika itu adalah rekayasa, seharusnya elite PDI Perjuangan sudah mempersiapkannya dari awal dan segala risiko sudah diantisipasi.

“Fenomena kemarin pihak PDI-P terkesan menunggu bola, ketika saat itu Prabowo menanti bisa berpasangan dengan Ganjar. Dan saat ini seharusnya bukan lagi membahas itu, tetapi membahas bagaimana pada 14 Pebruari 2024 pemilu bisa dimenangkan,” jelasnya. (Red)

Advertisement

Joko Widodo Jokowi PDIP Pemilu Universitas Universitas Mathla'ul Anwar
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Nasional

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Nasional

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

Nasional

Karhutla Belum Mereda, Asap Lintas Negara Jadi Sorotan Pemerintah

BERITA TERBARU

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Kapolda Banten Sampaikan Commander Wish Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat’

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version