GazanaPublika.com, Jakarta – Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, memberikan sindiran tajam kepada mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah Jokowi memberikan tanggapan terkait kasus korupsi di PT Pertamina. Jokowi sebelumnya menekankan pentingnya manajemen kontrol yang kuat di tubuh direksi dan komisaris BUMN, termasuk peran Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina periode 2019-2024, Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih dikenal sebagai Ahok.
“Pertamina adalah BUMN besar dan kuat, sehingga manajemennya juga harus kuat dalam mengelola semua proses yang ada,” ujar Jokowi. Ia juga menambahkan bahwa manajemen BUMN terdiri dari direksi, direktur utama (Dirut), dan komisaris, yang semuanya dipilih melalui proses Tim Penilai Akhir (TPA).
Namun, tanggapan Jokowi ini justru menuai kritik dari Said Didu. Melalui akun X pribadinya, Said Didu menyebut komentar Jokowi tersebut sebagai sesuatu yang lucu. “Izinkan #sayaketawa. Sangat lucu komentar Jokowi tentang tes BUMN,” tulisnya pada Jumat (7/3/2025).
Said Didu juga mengkritik proses seleksi yang disebutkan Jokowi. Ia menegaskan bahwa sebelum sampai ke tahap Tim Penilai Akhir (TPA), seharusnya ada tes lain yang harus dilalui. “Dia menyebutkan bahwa ada tes TPA pada seleksi Direksi BUMN, yaitu Tes Potensi Akademik (ini tes masuk sekolah). Padahal, TPA dalam seleksi tersebut adalah Tim Penilai Akhir yang ketuanya adalah Presiden,” jelasnya.
Sindiran Said Didu ini memicu perdebatan di media sosial, dengan banyak netizen yang mempertanyakan efektivitas dan transparansi proses seleksi direksi dan komisaris di BUMN, terutama di tengah kasus korupsi yang melibatkan PT Pertamina.
