Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Klaim di Balik Pemecatan Jokowi: Utusan Misterius atau Drama Politik?

Klaim di Balik Pemecatan Jokowi: Utusan Misterius atau Drama Politik?

Nasional Sabtu, 15 Maret 2025 22:48 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Solo – Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara tegas membantah klaim Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP) bahwa dirinya mengirim utusan untuk mencegah pemecatannya sebagai kader partai. Dalam kesempatan berbincang dengan wartawan di kediamannya di Solo, Jumat (14/2/2025), Jokowi menyebut tudingan tersebut sebagai hal yang “tidak masuk akal”.

“Saya tegaskan tidak ada itu. Kalau memang ada, sebutkan nama utusannya. Biar jelas,” ucap Jokowi dengan nada tegas, dikutip dari Tempo.co. Ia bahkan mempertanyakan motif di balik klaim tersebut. “Logikanya, kepentingan saya apa mengirim utusan? Ini cuma akal-akalan,” tambahnya.

Advertisement

Jokowi mengaku telah lama memilih diam meski terus dihadapkan pada fitnah dan kritik pedas. “Difitnah, dicela, dimaki—saya cuma diam. Tapi semua ada batasnya,” ujarnya, tanpa menjelaskan lebih lanjut “batas” yang dimaksud. Saat ditanya soal namanya yang kerap dikaitkan PDIP dalam kontroversi, ia hanya menyahut singkat: “Ya udah.”

BACA JUGA:  Pakar Intelijen Bongkar Kasus Febrie Adriansyah: Bukan Sekadar Korupsi, Melainkan Perang Antar Kelompok Kekuasaan

Klaim PDIP: “Utusan Berwenang” dan Ancaman Hukum

Di sisi lain, Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus bersikukuh dengan cerita berbeda. Dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (12/3/2025), Deddy mengungkap bahwa sehari sebelum pemecatan Jokowi, seorang “utusan berwenang” mendatangi partai. Utusan itu disebut meminta dua hal: PDIP membatalkan rencana pemecatan Jokowi dan Sekjen Hasto Kristiyanto mengundurkan diri.

“Ada pesan bahwa sembilan kader PDIP akan menjadi target KPK dan kepolisian jika partai tetap memecat Jokowi,” kata Deddy, dikutip dari *pernyataan resmi DPP PDIP*. Meski enggan menyebut identitas utusan tersebut, ia menegaskan bahwa sosok itu “memiliki kewenangan kuat”.

Misteri yang Mengganggang

Klaim dua kubu yang saling bertolak belakang ini memantik spekulasi politik. Siapa sebenarnya “utusan misterius” yang dimaksud PDIP? Apakah ini bagian dari skenario pecah kongsi antara Jokowi dan partai yang pernah mengusungnya dua kali menjadi presiden?

BACA JUGA:  Istana Pastikan Status Guru PPPK Dialihkan Jadi Pegawai Pemerintah Pusat

Politikus senior PDIP yang enggan disebut namanya berbisik kepada media: “Ini bukan sekadar soal utusan. Ini pertarungan wacana untuk menguasai narasi pascapemecatan.” Sementara pengamat politik dari Universitas Indonesia, Arif Susanto, menduga konflik ini adalah puncak ketegangan lama. “PDIP ingin menunjukkan kekuasaan simbolis, sementara Jokowi berusaha mempertahankan pengaruhnya di luar partai,” ujarnya.

Jalan Panjang Hubungan Jokowi-PDIP

Pemecatan Jokowi sebagai kader PDIP pada Desember 2024 lalu menjadi penanda retaknya hubungan mantan presiden dengan partai yang menjadi “rumah politik”-nya selama dua dekade. Retaknya hubungan ini disebut bermula dari dukungan Jokowi terhadap putranya, Gibran Rakabuming Raka, di Pilpres 2024—langkah yang dianggap PDIP melanggar kesepakatan internal.

Sejauh ini, baik Jokowi maupun PDIP belum menunjukkan tanda-tanda rekonsiliasi. Utusan misterius—jika benar ada—mungkin hanya batu ujian dalam duel klaim yang menyisakan pertanyaan: Siapa sebenarnya yang bermain di balik layar?

Advertisement

Joko Widodo Politik
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version