Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Eskalasi di Timur Tengah Pasca 1 Oktober

Eskalasi di Timur Tengah Pasca 1 Oktober

Opini Kamis, 3 Oktober 2024 11:12 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

Penulis:  Lukman Nurhakim

GazanaPublika.com – Konflik di Timur Tengah semakin memanas setelah Israel menyerang Lebanon dan menewaskan pemimpin Hizbullah, Sayyid Hassan Nasrallah, serta seorang Jenderal Iran di Beirut. Pada 1 Oktober 2024, Iran membalas dengan meluncurkan rudal-rudal hipersonik dalam operasi *True Promise II*, yang berhasil menembus sistem pertahanan udara Israel seperti *Iron Dome*, *Arrow I dan II*, serta *David’s Sling*. Serangan ini mengenai target-target penting militer IDF dengan presisi tinggi.

Advertisement

Pertanyaan yang muncul sekarang adalah, apakah Israel akan segera melancarkan serangan balasan? Selama ini, Israel selalu didukung secara penuh oleh Amerika Serikat, bahkan sering kali memprovokasi AS untuk campur tangan secara langsung dalam konflik dengan Iran dan kelompok proksinya. Meski begitu, AS belum menunjukkan tanda-tanda keterlibatan militer langsung, mengingat intervensi di Timur Tengah dapat mengganggu kepentingan strategis mereka. Selain itu, konflik AS dan sekutunya dengan Houthi di Laut Merah sudah cukup menyulitkan, dan belum ada keberhasilan signifikan dalam menangani ancaman dari kelompok tersebut. Houthi terus menargetkan kapal-kapal niaga yang melintasi jalur menuju dan dari Israel.

BACA JUGA:  Menyingkap Rahasia di Balik Bakat: Bagaimana DNA Merancang Keahlian Manusia

Di sisi lain, Iran juga mengancam akan melakukan serangan lebih kuat terhadap Israel, tidak hanya menargetkan instalasi militer tetapi juga infrastruktur sipil, yang dianggap sebagai target sah. Kekhawatiran global meningkat, karena eskalasi ini bisa berdampak luas.

Jika Israel melanjutkan serangan balasannya, seperti yang dinyatakan oleh PM Netanyahu, kemungkinan besar mereka akan menargetkan instalasi militer dan sumber ekonomi Iran, seperti ladang minyak dan kilang-kilang. Ini bertujuan untuk menekan ekonomi Iran yang sudah terpuruk akibat sanksi AS. Meski begitu, Iran masih menjadi negara penghasil minyak terbesar kedua di dunia setelah Arab Saudi dan mampu menjual minyaknya melalui mekanisme khusus yang kompleks. Jika serangan terhadap infrastruktur energi Iran terjadi, rantai pasokan minyak dunia (*global supply chain*) akan terganggu dan harga minyak global bisa melonjak drastis.

BACA JUGA:  Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Beberapa kelompok proksi Iran, seperti Perlawanan Islam Irak, juga mengancam negara-negara Arab di sekitar Teluk yang mendukung Israel. Mereka menegaskan bahwa tidak akan ada setetes minyak yang keluar dari wilayah tersebut jika mereka ikut terlibat. Dampaknya, negara-negara Eropa bisa menghadapi krisis energi yang parah.

Situasi ini tentu akan mempengaruhi perekonomian dunia, termasuk Indonesia yang masih bergantung pada impor minyak. Masyarakat harus bersiap jika subsidi bahan bakar yang dinikmati saat ini akan dikurangi atau bahkan dicabut oleh pemerintahan baru Prabowo-Gibran.

Penulis adslah Praktisi trade energi

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Opini

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

Opini

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Opini

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Opini

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

BERITA TERBARU

Kasus Uun Berujung Restorative Justice, Ada Apa?

Haidar Widodo Ingatkan RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Pisau Bermata Dua

Ahok Khawatir UU Perampasan Aset Disalahgunakan

Intelijen Ukraina Klaim 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.