Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Menyambut Positif Rencana Presiden Prabowo Koruptor di Penjara di Pulau Terpencil

Menyambut Positif Rencana Presiden Prabowo Koruptor di Penjara di Pulau Terpencil

Opini Selasa, 18 Maret 2025 21:47 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

Oleh: Uyeng Syaepulrohman

GazanaPublika.com – Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengumumkan rencana pembangunan penjara khusus bagi koruptor di sebuah pulau terpencil. Rencana ini, yang disambut positif oleh Wakil Ketua KPK Johanis Tanak, menimbulkan berbagai reaksi dari publik. Sebagai warga negara yang peduli terhadap masa depan bangsa, saya melihat rencana ini sebagai langkah berani dan perlu diapresiasi dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

Advertisement

Korupsi telah lama menjadi masalah serius yang menghambat kemajuan Indonesia. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari pembentukan lembaga anti-korupsi hingga penjara khusus seperti Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, korupsi masih terus terjadi. Bahkan, banyak koruptor yang masih bisa menikmati fasilitas mewah di dalam penjara atau bahkan tetap mengendalikan jaringan korupsi mereka dari balik jeruji besi.

Rencana Prabowo untuk membangun penjara khusus di pulau terpencil adalah langkah tegas yang bertujuan memberikan efek jera. Dengan mengisolasi koruptor di lokasi yang jauh dari peradaban, diharapkan mereka tidak lagi memiliki akses untuk melanjutkan praktik korupsi atau melarikan diri dari hukuman.

Dukungan dari Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak, semakin memperkuat rencana ini. Tanak bahkan mengusulkan agar para koruptor yang dipenjara di pulau terpencil tersebut diwajibkan berkebun untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sendiri. “Pemerintah tidak perlu menyediakan makanan untuk mereka. Cukup sediakan alat pertanian, biar mereka berkebun dan bercocok tanam,” ujar Tanak.

Usulan ini tidak hanya bertujuan untuk menghemat anggaran negara, tetapi juga memberikan pelajaran berharga bagi para koruptor. Dengan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sendiri, diharapkan mereka bisa merenungkan kesalahan mereka dan memahami betapa beratnya perjuangan rakyat kecil yang selama ini menjadi korban dari tindakan korupsi mereka.

BACA JUGA:  Andai Pengelolaan MBG Swakelola Kantin Sekolah, Bagaimana?

Efek Jera dan Pencegahan

Selain itu, Tanak juga mendorong agar hukuman bagi koruptor diperberat, mulai dari hukuman minimal 10 tahun hingga seumur hidup. Langkah ini diharapkan bisa menciptakan efek jera yang signifikan, tidak hanya bagi para koruptor yang sudah dihukum, tetapi juga bagi pejabat atau calon pelaku korupsi lainnya.

Dengan hukuman yang berat dan kondisi penjara yang ketat, diharapkan muncul rasa takut untuk melakukan korupsi. Ini adalah langkah preventif yang penting, mengingat korupsi adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang memerlukan penanganan luar biasa pula.

Menjawab Kekhawatiran

Meskipun rencana ini menuai dukungan, tidak sedikit pula yang mengkritiknya. Beberapa pihak mempertanyakan aspek kemanusiaan dari rencana ini, terutama terkait kondisi penjara di pulau terpencil yang bisa dianggap terlalu keras.

Untuk menjawab kekhawatiran ini, penting bagi pemerintah untuk memastikan bahwa penjara khusus ini tetap memenuhi standar kemanusiaan. Meskipun lokasinya terpencil, fasilitas dasar seperti kesehatan, makanan, dan perlindungan hukum harus tetap terpenuhi. Selain itu, proses hukum yang adil dan transparan juga harus dijaga agar tidak terjadi pelanggaran hak asasi manusia.

Tantangan dan Harapan

Implementasi rencana ini tentu tidak lepas dari berbagai tantangan. Pemilihan pulau terpencil yang memenuhi syarat keamanan dan kemanusiaan, alokasi anggaran yang besar, serta sistem pengawasan yang ketat adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dengan matang.

BACA JUGA:  Budiman Sudjatmiko dan Penanggulangan Kemiskinan (Refleksi Defisit Kesadaran)

Namun, tantangan ini tidak boleh menjadi alasan untuk mengurungkan niat baik pemerintah. Sebaliknya, ini adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa Indonesia serius dalam memerangi korupsi. Dengan kerja sama antara pemerintah, KPK, dan masyarakat, rencana ini bisa diimplementasikan dengan baik dan membawa hasil yang signifikan.

Penutup

Rencana Presiden Prabowo untuk membangun penjara khusus koruptor di pulau terpencil adalah langkah berani yang patut diapresiasi. Meskipun menuai pro dan kontra, langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memerangi korupsi, yang selama ini menjadi penghambat utama kemajuan bangsa.

Dengan dukungan dari KPK dan implementasi yang hati-hati, rencana ini diharapkan dapat memberikan efek jera yang signifikan dan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik, bebas dari korupsi. Sebagai warga negara, kita harus mendukung langkah-langkah tegas seperti ini, sambil tetap mengawasi implementasinya agar tidak melanggar prinsip keadilan dan hak asasi manusia.

Indonesia butuh langkah tegas untuk melawan korupsi, dan rencana penjara khusus di pulau terpencil ini bisa menjadi salah satu solusi yang efektif. Mari kita dukung upaya pemerintah ini, sambil terus mengawasi dan memastikan bahwa langkah ini dijalankan dengan transparan dan adil.

Penulis adalah seorang guru dan aktivis 98, pemerhati pendidikan, sosial, politik dan pegiat budaya

Advertisement

Prabowo Prabowo Subianto
Nusyogi

BERITA LAINNYA

Opini

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

Opini

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Opini

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Opini

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

BERITA TERBARU

Kasus Uun Berujung Restorative Justice, Ada Apa?

Haidar Widodo Ingatkan RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Pisau Bermata Dua

Ahok Khawatir UU Perampasan Aset Disalahgunakan

Intelijen Ukraina Klaim 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.